PART 2
Tokk…Tokk…
Walter
putra Hermes,Dewa pembawa pesan masuk ke dalam ruangan dengan gulungan kertas
di tangannya. Walter segera memberikan gulungan kertas itu pada Mr.Freeman.
“Sir,Ayahku mengirimi ini untukmu…”
Mr.Freeman
segera membukanya,dan benar dugaannya tentang apa isi gulungan kertas itu.
Mr.Freeman segera menunjukan kertas itu kepada empat orang di depannya. Itu
adalah peta. Sam maju ke depan dan memindai sebentar,”Tunggu-tunggu…bagaimana
bisa Hermes mengirim itu pada Walter? Sir mengatakan bahwa di langit dewa tanpa
kekuatan!” Pertanyaan yang cukup bagus.
“Itu
karena ayahku adalah Dewa pembawa pesan,dia adalah Hermes! Kau lupa? Dia bisa
mengantarkan pesan melalui apa saja! Merpati,amplop terbang dan sebagainya.”
Walter membela ayahnya.
“Mr.Freeman,bagaimana
bisa Hermes mendapatkan ini? Bagaimana ia tahu lokasi 12 mutiara itu?” Tanya
Prim penasaran. Sedangkan Steve masih memperhatikan lokasi yang terdapat dalam
peta itu dan menghitungnya, satu,dua,tiga…
“Sir!
Ada 12 mutiara yang hilang,namun disini ada 15 tempat yang di lingkari!” Steve
sangat yakin dengan yang ia ucapkan.
“Hermes
juga tidak tahu dimana lokasi pasti beradanya,jadi ia memperkirakan tempat
itu.” Jawab Mr.Freeman tanpa keraguan.
“Hoamm,”
Sam menguap membuat orang di sekitarnya menatapnya,”Aku mengantuk. Ini sudah malam,aku
akan mencari mutiara itu mulai besok. Jadi,biarkan aku tidur dengan nyaman
untuk malam ini.” Sam memberi alasan.
“Kau
benar! Ini sudah malam,kalian pergilah ke kamar asrama kalian!” Ucap Mr.Freeman
yang mengasihani keempat orang ini,”Sam,aku berharap banyak padamu. Jangan
mengecewakan kami,dan gulungan peta ini…aku akan memberikan tanggung jawab
untukmu.” Mr.Freeman memberikan gulungan peta itu,Sam menerimanya. Kelima orang
itu keluar dari ruangan.
Sam
meregangkan ototnya,”Walter,Let’s go!” Ucap Sam menatap Walter. Mereka berdua
tidur bersama dalam satu kamar. Ya,di perkemahan ini terdapat asrama
half-blood. Dan di setiap ruangan kamar terdiri dari dua orang.
“See
Ya,Sam!” Prim menepuk pundak Sam sebelum kembali ke kamarnya bersama Blue.
***
Para
Demigods berkumpul pagi hari ini di depan pintu masuk utama,para guru juga
berada di sana,seolah mereka semua ingin memberi salam perpisahan terakhir.
Blue,Prim,Steve dan Sam sudah siap dengan perlengkapan mereka.
Sam
menggunakan jaket anti air yang hangat dengan tasnya yang juga anti
air,nampaknya mereka berempat menggunakan pakaian yang seragam. Tapi tunggu!
Ada yang berbeda dengan Prim,ia sudah membuka payungnya dan menaruhnya di
bahunya.
Di
luar di penuhi dengan petir yang menggelegar dan hujan badai. “Kalian,setelah
kalian keluar dari tempat ini. Kalian akan merasakan apa yang di rasakan
manusia normal beberapa hari terakhir,jadi jangan terkejut dengan keadaan bumi
yang sekarang!” Mr. Freeman mengingatkan dengan mengetuk-ngetuk tongkatnya ke
udara. Keempat orang itu menganggukan kepala.
“Kembalilah
dengan selamat,Guys!” Walter berteriak sambil melambaikan tangannya.
“Jagalah
perkemahan ini dengan baik,Walter!” Ucap Sam sambil tersenyum.
“Ah
tunggu!” Walter mengangkat jari telunjuknya ke udara,”Hermes,Ayahku… dia
mengatakan bahwa akan ada demigod yang mengawasi kalian,dia adalah pencuri
mutiara itu. Jadi kalian harus berhati-hati.”
“What?”
Mulut Sam terbuka karena terkejut,”B-bagaimana bisa kau mengatakan hal ini
sekarang? Dia,dia—” dengan cepat Steve yang berada di sampingnya segera
membengkap mulut Sam dengan telapak tangannya.
“Kami
akan pergi sekarang!” Steve menundukan kepalanya bersama dua gadis di
belakangnya. Ia menyeret agar Sam segera pergi dari tempat ini sebelum berubah
fikiran. Keempat orang itu membalikan tubuhnya berjalan lurus,mereka sudah
berada di gerbang utama,keempat orang itu menatap kawan-kawannya lagi sambil
melambaikan tangannya dan berbalik keluar dari tempat ini.
BLUSHHH!
Tubuh
mereka basah terkena air hujan,Prim terus mempertahankan payungnya dari
kencangnya angin,Swinggg~ karena tanganya yang tidak kuat saat memegang,payung
itu akhirnya terbang membuat Prim basah terkena hujan.
Sam
menghampirinya dan segera memakaikan kupluk jaket Prim dengan
paksa,”Cepatlah,kita harus pergi ke jalan raya untuk mencari taksi!” Sam terus
berjalan tidak peduli dengan kencangnya angina,derasnya hujan dan gelegar petir
yang berada di tempat ini. Ketiga orang di sampingnya berusaha menyamai
langkahnya. “Tunggu,apa kalian sudah tahu mengenai hal ini?” Sam bertanya
membuat semua orang di dekatnya menatap tajam.
“Tentang
apa?” Steve bertanya.
“Itu…
demigod pembuat masalah itu mengintai kita,bagaimana jika dia tidak sendiri?
Bagaimana jika dia membawa pasukan? Bagaimana jika kekuatannya melebihi
kekuatanku? Siapa dia?” segelintir pertanyaan muncul di benak Sam.
“Itu
adalah perjanjian dewa. Hermes menyuruh anak buahnya untuk mengintai aktivitas
yang mencurigakan,lalu jika sudah menemukan orang itu,orang suruhannya akan
memberitahu lokasi itu dengan syarat pengintaian.” Blue menjelaskan.
“Kenapa
tidak saat itu juga Hermes membunuhnya? Atau setidaknya membawa orang itu pada
Zeus!”
“Sayangnya
orang suruhan itu sudah mati setelah informasi di tangan Hermes,Pelaku pasti
selalu membunuhnya. Selalu terjadi hal seperti itu…”Blue melanjutkan.
“TAKSI!”
Prim menjulurkan tangannya membuat siku-siku,mobil kurning yang tidak terlalu
besar itu segera berhenti. Semua orang masuk dengan perlahan.
Sam
duduk di samping supir,dan tiga temannya duduk di kursi belakang. Sam membalik
tasnya menaruhnya di atas kakinya,ia membuka tasnya dan mengambil gulungan peta
yang sebelumnya di berikan pada Mr.Freeman. “Tujuan pertama kita adalah
National Gallery of Art,Washington DC.” Ucap Sam. Sedang supir itu mengangguk
mengerti.
Prim
merebut paksa gulungan peta tersebut,”New york! Itu kota terdekat setelah Las
Vegas.”
Taksi
yang mereka tumpangi berhenti mendadak,terjadi kemacetan di Kota Washington
DC,padahal jarak mereka dengan Museum itu hanya tinggal 500 meter lagi,
“Sepertinya kalian harus menunggu lama.” Ujar Supir taksi itu.
“Oh,This
is Washington DC!” Steve geram dengan kemacetan.
“Mr.
kenapa kemacetan ini terjadi?” Blue bertanya. Ia melihat dari dalam mobil hanya
hujan,awan hitam di sertai gelegar petir dan bunyi klakson mobil.
“Sudah
beberapa hari ini sering terjadi badai.” Jawabnya dengan santai.
“Kami
berhenti disini saja,bisa kau tunjukan arah Museum Gallery of Art?” Tanya Blue
dengan ramah.
“Kau
hanya perlu berjalan lurus 300 meter lalu belok ke kanan 200 meter,disana kau
bisa sampai di tujuanmu. Biayanya 16,6 dolar.” Blue mengeluarkan dompetnya dan
memberikan sejumlah uang. Ia sudah membuka pintu taksi dan berada di luar,namun
ketiga temannya masih duduk rapih di dalam.
“Kita
harus memanfatkan waktu dengan baik! Ayolah,lagi pula sejak awal kita sudah
basah,dan akan terus basah…” Blue membujuknya. Mau tak mau semua temannya turun
dan segera berlari menuju jalur pejalan kaki.
Sam
memasang kupluk pada jaketnya,”Oh! Kenapa para Dewa harus menumpahkan kesalahan
mereka pada manusia yang tak bersalah??!!” ia berdecak kesal sepanjang jalan.
Sepasang
mata memperhatikan Sam bersama ketiga temannya,Pria berumur 19 tahun dengan
pakaian hitamnya itu mengangkat jari telunjuknya dan mengarah pada Pohon
raksasa di pinggir jalan,BRUKK! Pohon akhirnya tumbang,Pria itu tersenyum
dengan puas. Harry Edward Styles,Putra dari Prometheus,Salah satu Titan yang
pernah di hokum oleh Zeus.
Harry
memasang kembali topinya dan pergi dari tempat itu.
Keempat
orang itu jengkel dengan keadaan sekarang,pohon tumbang di depannya dan hampir
membahayakan nyawanya. Dua mobil sudah menjadi korban atas peristiwa ini. Sam
dan yang lainnya harus memutar jalan.
Keempat
orang itu akhirnya sampai di depan gerbang Museum yang menjulang tinggi
itu,perjalanan setelah satu jam di tengah badai berjalan kaki. “Ayolah,kita
disini bukan untuk memandangi Museum ini dari luar!” Steve menepuk pundak Sam.
Mereka memutuskan untuk kedalam.
Mereka
menaruh tas mereka di tempat pemeriksaan,sebenarnya tidak boleh datang dengan
keadaan kuyuh seperti ini. Namun para penjaga mengerti mengapa sebagian
pengunjung menjadi basah seperti ini,alhasil setiap pengunjung di berikan
handuk sembari menikmati keindahan isi Museum ini.
Prim,Sam
serta Steve masih berdiri di dekat pintu masuk. Sedangkan Blue terus berjalan
dengan handuk yang sedang mengeringi rambutnya. Sesuatu menarik perhatian
Blue,Ia membulatkan matanya. “ITUU…”
===
TBC ===

Tidak ada komentar:
Posting Komentar