Tampilkan postingan dengan label Yunani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yunani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

FF War Of God - Part 5

PART 5
“Bagaimana? Aku dan Sam bisa membuat banjir di daerah ini,dengan begitu seluruh keamanan tidak akan berfungsi!” Ide gila Steve muncul begitu saja,mereka sudah mengetahui letak mutiara tersebut. Beruntungnya,di satu tempat terdapat dua mutiara.
 “KAU GILA? Membuat bencana di gedung bersejarah ini? Aset serta document Negara tersimpan disini! Aku masih muda,aku tidak ingin masuk penjara hanya karena hal ini…” Blue memalingkan wajahnya kesal.
“Steve benar,Blue. Lalu bagaimana lagi? Pengawasan disini sungguh ketat!” Sam membelanya.
Blue memalingkan tubuhnya dan duduk di kursi panjang yang disediakan,ia mengguguti kukunya mencoba berfikir. Sam dan Steve duduk di samping Blue. Handpohne milik Steve berbunyi,ketika melihat siapa yang menelfon dengan cepat Steve berdiri dan mengangkat panggilannya tersebut. “Women alert!” Desis Sam.
“………….”
“A-aku dan yang lainnya baik-baik saja,kau tidak perlu khawatir.”
“………….”
“Aku tahu itu,kami akan berusaha secepatnya.” Ucapnya mengakhiri panggilan telefon,Steve menghelakan nafasnya lega. Ia teringat sesuatu.dengan cepat Steve menunjukan riwayat panggilanya,”Ini Kaila! Kau tidak perlu salah faham,dia-dia hanya memberitahuku bahwa Dewa di Olimpus semakin murka bahkan akan mengutuk Bumi jika kita tidak cepat mencarinya.” Steve menjelaskan dengan tergesa-gesa.
Blue berdiri di depannya,”Kau ini kenapa? Aku tidak akan salah faham,lagi pula bukan urusanku untuk mengetahui siapa yang menelfonmu.” Blue menatap Sam,”Aku setuju! Hanya saja,jangan merusak document penting Negara! Kalian hanya perlu membuat para penjaga dan pengunjung lainnya berlari keluar.
Sam tersenyum puas,sementara Steve masih kesal karena perkataan Blue. Steve hanya ingin menjelaskan bahwa ia dan Kaila tidak ada hubungan spesial. Just it!
Sam duduk setengah badan dengan tangan kanan ke langit dan tangan kiri ke bumi,ia menutup matanya. Sementara Steve meregangkan kedua tangannya lurus keatas. Suara petir terdengar menggelegar,Blush! Air keluar dari pipa kecil yang di gunakan  ketika keadaan darurat seperti kebakaran.
Air terus berjatuhan seperti hujan hampir di setiap titik tempat ini,Para penjaga berlarian dengan walkie talkie di tangannya,”Pipa mengalami kebocoran!” suara yang terdengar setengah berteriak.
Alert peringatan  telah berbunyi menyuruh seluruh pengunjung dan penjaga di tempat itu untuk pergi keluar. beberapa CCTV di sudut terkena air kebocoran pipa,Seluruh orang berlarian keluar,tempat ini menjadi sepi.
Tak ada orang lagi,Steve mengambil pot bunga di dekatnya dan melemparnya kearah kaca pelindung Perjanjian Benjamin Franklin. Tak ada respon hanya pot bunga itu saja yang rusak membuat pecahan-pecahan beling tajam di bawahnya. Sam melemparkan patung kepala Abraham Lincoln dan sukses membuat kaca pelindung pecah.
Dengan cepat Sam mengambil mutiara itu dan melarikan diri bersama temannya,mereka mengambil tas mereka di meja penjaga dan berjalan santai ketika keluar. setika sudah diluar,ketiga orang itu  mempercepat langkahnya dan pergi menjauh dari New York.
*
“Mari kita naik Bus umum!” Steve mengajaknya,kedua orang itu diam seolah mengatakan bahwa mereka tidak ingin,”Kita harus cepat! Dan uang kita tidak akan cukup jika harus menaiki taksi terus menerus…”
“Ah,baiklah! Kita naik bus umum!” Ucap Sam mau tak mau.
Mereka memutuskan untuk menaiki Bus umum untuk sampai ke Perpustakaan Kongres Amerika serikat, Blue duduk dikursi antara Steve dan Sam. “Mutiara milik Aphrodite dan Artemis!” Serunya.
Televisi mengganti progam lain secara tiba-tiba,itu berita darurat!
“Baru saja terjadi kejadian di White House,Amerika Serikat. Ketiga remaja membuat kekacaua,belum di ketahui pasti siapa mereka. Namun ketiga remaja ini sedang dicari oleh Petugas keamanan Amerika. Dua laki-laki dan satu perempuan,menggunakan pakaian seperti yang anda lihat. Tidak ada arsip Negara satupun yang hilang,namun belum di ketahui apa motif dari mereka memecahkan kaca pelindung Perjanjian Benjamin Flanklin dengan Pot bunga dan Patung Kepala Mantan Presiden Abraham Lincoln. Bagi anda yang mengetahui siapa mereka,harap melapor pada Keamanan di sekitar anda. Saya menyampaikan berita darurat langsung dari tempat kejadian.”
Seluruh penumpang di Bus menjadi berisik etelah mendengar berita ini. Sam,Blue dan Steve membeku menelan ludahnya di tempat. Mereka kini telah sukses menjadi Buronan,orang yang paling dicari di Amerika.
Sam membuka jasnya,begitu juga dengan Steve. Blue menguncir rambutnya menjadi satu ikatan dan menggunakan jaketnya untuk menutupi Dress putih yang dipakainya. “Kita menjadi buronan…” lirih Blue ketakutan.
“Shht! Jangan mengatakan hal itu disini,aku akan membuang jas ini ketika kita nanti sampai di tempat. Sebentar lagi hujan,jadi sulit untuk melacak sidik jari pada jas yang akan kubuang ini.” Ucap Sam berbisik.
“A-aku juga menggunakan lengan jas saat melempar pot itu,t-tidak perlu khawatir.”
*
Steve dan Sam segera membuang jas yang baru mereka beli setelah turun dari Bus umum,mereka bertiga berlari kecil untuk masuk ke Perpustakaan umum terbesar di Amerika serikat. Hujan dengan intensitas sedang terus berjatuhan.
Penjaga perpustakaan memaklumi para pengunjung,karena ini musim hujan jadi diizinkan masuk dengan baju basah. “Kalian berdua pergilah mencari lebih dulu,aku akan ke toilet untuk mengganti pakaian.” Ucap Blue,Sam dan Steve mengerti dan meninggalkannya.
-----
Di lain tempat.
Matahari baru saja bangkit dari lelapnya,namun Prim masih tertidur di kursinya,bajunya saja bahkan mengering sendiri setelah sebelumnya basah terkena hujan. Harry datang keruangan dan melihat Prim yang masih tertidur pulas.
Harry menaruh roti isi daging,kentang goring,serta air minum di atas meja. Ia mendekat kearah Prim,membukakan kaitan tali dari belakang kemudian berjalan kedepan. Harry merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah Prim,ia tersenyum damai kemudian pergi lagi untuk keluar.
Prim membuka matanya perlahan,ia tahu kedatangan Harry. Prim bangun dan mengambil tasnya memutuskan untuk kabur,baru selangkah ia berhenti dan berputar arah. Prim menaruh makanan dan minuman kedalam tasnya,ia mengambil kayu dan cat hitam yang sudah terbuka di dekat sana. ‘Terima kasih,aku tahu kau orang yang baik…Harry!’ tulisnya di meja tersebut sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.
Prim membuka pintu dan mengendap-endap ketika berjalan,ia menuruni tangga dan akhirnya keluar dari rumah tua dua lantai ini. Prim melihat sekeliling jalan dan pergi mencari bus untuk pergi.
Harry jelas tahu apa yang dilakukan Prim,ia sedari tadi memang menunggu Prim keluar dari rumah tua itu. Harry tersenyum kecut “Semoga kita tidak bertemu lagi…” ia menundukan kepalanya.
-----
Blue baru saja mengganti pakaiannya, ia mencuci tangannya sekaligus menatap dirinya dari pantulan cermin,ia melambatkan gerakan tangannya. Sesuatu telah mencuri perhatiannya,dua gadis di sampingnya baru saja pergi.
Blue mematikan air,dan berjalan ke belakang. Entah apa yang membuatnya sangat beruntung. TIGA! Bukan satu ataupun dua,melainkan TIGA mutiara tergeletak begitu saja di lantai sudut ujung yang hampir tak terlihat.
Blue segera mengantonginya dan keluar dari Toilet,ia tidak tahi dimana kedua temannya berada. Blue mendekat ke pagar pembatas lantai dua,”SAM…” Teriaknya.
“SHHHHTTTT!!!” Ia justru mendapat teriakan dari pembaca lainnya menyuruhnya untuk diam.
Blue segera menutup mulutnya,ia lupa tempat apa ia sedang berada. Sam dan Steve berada di lantai satu,dengan segera Blue berlari kecil kemudian menuruni tangga dan bertemu kedua temannya sekaligus keluar dari Perpustakaan ini.
“Aku mendapatkanya ketika di toilet! Demeter,Hera dan Dionysus. Betapa beruntungnya aku!” Ia tersenyum dengan senang.
DOARRRR!
Suara menggelengar terdengar mahakencang di telinga,Ketiga orang itu terkejut setengah mati.

=== TBC ===

FF War Of God - Part 4

PART 4
Blue berlari dengan membawa mutiara tersebut,nafasnya terengah,”Dimana Prim?”tanyanya polos. Steve menundukan kepalanya dan Sam masih betah dengan keheningannya, “DIMANA PRIM??!!” Blue berteriak.
“Seseorang yang tak kita kenal menculik Prim!” Sam menjawab dengan sedikit mengencangkan suaranya.
“APA?” Blue terkejut mendengar ini, “B-bagaimana bisa ini terjadi?”
“Saat kami mencoba menolongnya,Pria itu menggunakan sihir. Mereka menghilang begitu saja.” Steve menjawab.
“Pria itu akan datang lagi,kau tidak perlu takut. Ini sudah malam,aku tidak mau hal ini terjadi lagi. Kita harus menginap sementara!” Sam memerintah,mau tak mau mereka harus pergi ke Motel.
*
Cuaca pagi ini di warnai dengan awan mendung namun tidak di sertai dengan hujan dan petir seperti sebelumnya. Sam,Blue dan Steve memutuskan pergi dari motel di jam 7.00 pagi. Ketiga orang itu memutuskan membeli sarapan di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
“Eum— D-dimana tujuan kita selanjutnya?” Tanya Sam dengan mengunyah sandwitch yang baru ia beli.
Steve menaruh roti isi dagingnya di kursi kosong di sebelahnya,ia mengeluarkan peta dari tasnya. Ia membaca sebentar isi peta itu dan langsung menggulungnya lagi,ia terdiam,”Dimana?” Sam bertanya lagi,namun Steve masih nyaman dengan keheningannya.
“W-white house…”Ucapnya lirih,Sam dan Blue terkejut mendengar hal ini.
Gedung dengan penjangaan super ketat,dilindungi oleh Negara,CCTV tertempel di setiap sudut dengan banyak pelindung anti peluru. Sebuah gedung yang berisi banyak aset dan sejarah Amerika.
“Aku memiliki ATM! Kita tidak bisa berpakaian seperti ini jika kesana!” Ucap Blue sambil membersihkan sisa makanan dengan tisu yang ada di sekitar mulutnya.
Steve menatap kesekeliling jalan,”Disana! Toko baju! Kita bisa membeli disana…”
*
Jas hitam berbalut kemeja putih sudah di kenakan rapih oleh Sam,Steve menggunakan kemeja berwarna biru dengan dasi putih dan Blue menggunakan Dress putih dengan rok sepanjang lutut. Untunglah saat ini sedang tidak hujan.
Mereka masuk kedalam gedung itu dengan anggun dan sopan,tas dan bawaan lainnya tentu saja di titipkan oleh penjaga keamanan.  Ketiganya berkeliling ke sepanjang tempat ini.
-----
Di lain tempat.
Prim duduk melepas di kursi dengan kedua tangan di ikat ke belakang,sementara Pria di sampingnya terus menatapnya dengan lirih. “TOLONG LEPASKAN AKU!!” Teriaknya.
Harry tersenyum kecut,”Apa kau pernah mendengar ada penjahat yang melepaskan korbannya begitu saja?”
Prim menatapnya tajam,”Kalau begitu kau tunggu saja! Steve dan Sam akan datang untuk menyelamatkanku!” Jawabnya yakin.
“Ah kedua pria itu!” Ucapnya seolah teringat, “Mana yang lebih kau sukai?”
“Apa?” Tanya Prim bingung.
“Steve? Kau menyukainyakan?”
Prim terkejut mendengar ucapannya,”Steve? Yang benar saja! Dia hanya temanku,hubunganku dengannya tak lebih dari sekedar teman.” Jawabnya dengan yakin.
“Bagaimana dengan Sam? Putra tunggal dari Zeus? Bukankah kau mendekatinya selama ini?”
Prim dibuat kikuk oleh pertanyaanya,”HA! S-sam? D-dia menyukai Blue,temanku!” Jawabnya mengelak,”Aku tidak mengenalmu! Berani-beraninya kau bertanya masalah pribadiku! Sudahlah,jika kau tidak akan melepaskanku lebih baik tunggu sampai besok…Steve dan Sam serta Blue sudah pasti akan menyelamatkanku.”
Harry berdiri dari kursinya dan berjalan kearah Prim,ia mengangkat dagu Prim dengan tangannya,menyuruhnya untuk menatapnya lebih dalam. “K-kau tidak mengenalku? Aku…aku teman Sekolah dasarmu.” Harry melepaskan tangannya,kemudian duduk lagi di kursinya. “Itu bagus jika kau tidak mengenalku,yang pasti aku adalah Putra salah satu Titan yang akan menolong Ibumu,Athena.”
Prim mencerna baik-baik ucapannya,ia mengingat kenangannya semasa Sekolah dasar. Matanya membulat menyadari sesuatu yang pasti,”H-harry? Harry Edward Styles! Harrinour Putra Prometheus?”
Harry lagi-lagi tersenyum miris,”Akhirnya kau mengenalku. Selama ini aku orang yang mengawasimu,Prim. Itu karena aku menyimpan perasaan padamu,maka dari itu aku menculikmu.” Harry menjelaskan,namun nampaknya kebingungan muncul di wajah Prim. “Ibumu,Athena pernah menolong ayahku. Dan sempat ada fikiran kalau ibumu ingin menguasai Olimpus. Ayahku selama bertahun-tahun di hukum oleh Zeus,jadi aku membantunya untuk melakukan ini. Dengan mencuri mutiara kekuatan membuat Zeus murka dan saling menuduh. Ketika tiga Dewa terkuat itu mati,Ibumu dan Ayahku bisa menguasai tahta Olimpus.” Jawabnya menerangkan lebih inci.
“Tunggu-tunggu…aku-aku,aku masih belum mengerti soal ini.” Prim kebingungan. “M-mengapa kau menculikku?”
Harry berdiri dengan sedikit kemarahan,”Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku menyimpan perasaan padamu sejak lama! Kau tidak perlu takut,kau akan aman bersamaku. Dengan begitu mudah bagiku untuk mencelakakan Ketiga temanmu…” Harry duduk kembali meredam emosinya.
“KAU MELAKUKAN INI KARENA KAU MENYUKAIKU?” Prim marah di buatnya, “Tindakanmu sungguh kekanak-kanakan! Kau tahu betapa bodohnya dirimu? Karena tindakanmu ini membuat nyawa dari 7 Miliyar orang di dunia ini terancam,bencana hadir dimana-mana! Congratulations,Harry! You make me so fuck to hate you!” Prim memberikan penekanan di akhir kalimatnya,ia segera memalingkan mukanya.
Harry terdiam dibuatnya,ia berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkannya.
-----
“Bagaimana? Aku dan Sam bisa membuat banjir di daerah ini,dengan begitu seluruh keamanan tidak akan berfungsi!” Ide gila Steve muncul begitu saja,mereka sudah mengetahui letak mutiara tersebut. Beruntungnya,di satu tempat terdapat dua mutiara.

=== TBC===

FF War Of God - Part 3

PART 3
Keempat orang itu akhirnya sampai di depan gerbang Museum yang menjulang tinggi itu,perjalanan setelah satu jam di tengah badai berjalan kaki. “Ayolah,kita disini bukan untuk memandangi Museum ini dari luar!” Steve menepuk pundak Sam. Mereka memutuskan untuk kedalam.
Mereka menaruh tas mereka di tempat pemeriksaan,sebenarnya tidak boleh datang dengan keadaan kuyuh seperti ini. Namun para penjaga mengerti mengapa sebagian pengunjung menjadi basah seperti ini,alhasil setiap pengunjung di berikan handuk sembari menikmati keindahan isi Museum ini.
Prim,Sam serta Steve masih berdiri di dekat pintu masuk. Sedangkan Blue terus berjalan dengan handuk yang sedang mengeringi rambutnya. Sesuatu menarik perhatian Blue,Ia membulatkan matanya. “ITUU…”
Merasa bahwa alert telah berbunyi,Sam,Prim dan Steve segera menghampiri Blue. Ia menatap kearah yang sama dengan Blue,”Mutiara! Tapi banyak orang disini!” Prim menggerutu sebal.
“Kalau begitu,kau harus membuat semua orang pergi dari sini…” Sam bergumam kecil.
“Aku punya ide! Aku akan menjaga sisi selatan,Prim sisi barat dan Sam disisi Timur. Blue,kau harus cepat mengambilnya,jangan membuat kekacauan,okay?!” Steve baru saja akan pergi,dengan cepat Blue mengencangkan suaranya sehingga mereka dia dan menghadap kepadanya.
“Kenapa aku?”
“Kau yang menemukannya.” Jawab Steve dengan mudah.
Blue berdecak kesal,Steve dan yang lainnya berjaga-jaga. Posisi sudah aman saat ini,Blue mendekat secara perlahan mendekati maha karya lukisan dunia yang terpampang di depannya di lapisi oleh kaca anti bencana dan anti peluru.
Blue melirik keadaan di sekitarnya,ia membuka pintu yang ada di dekatnya dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Itu bukanlah ruangan dimana sembarangan orang bisa masuk. Lukisan itu di lindungi oleh passcode untuk membukannya.
Blue menutup matanya,ia berfikir. Huruf-huruf berantakan terbang di udara,sampai akhirnya huruf itu tersusun menjadi suatu kata. “Leonardo1878” Blue memasukan kode itu dan warna hijau bertuliskan ‘Open’ terpampang di atas passcode.
Blue membalik lukisan tersebut dan mengambil mutiara yang ada disana,cukup sulit. Hampir seluruh lukisan di Galery ini adalah 3 Dimensi,jadi jangan sampai mata anda menipu fikiran anda jika datang ke tempat ini.
Blue berhasil mengambil mutiara itu dan mengembalikan semuanya seperti awalia menutup pintu dan memberi aba-aba ketiga temannya agar mereka berkumpul. Keempatnya berkumpul sambil berjalan beriringan seolah sedang mengobrol dengan santai,”Aku mendapatkannya!”Desis Blue. Mereka mengerti.
Keempat orang itu memakai kupluk pada jaket mereka dan menunggu taksi datang,mereka masuk dengan posisi sama seperti sebelumnya. Blue mengeluarkan tangannya dari kantung jaket dan menunjukannya pada ketiga temannya. “Busur dan anak panah,ini mili Apollo!” Blue berseru.
“Kemana tujuan anda tuan?” Supir itu berseru.
“Motel terdekat kearah New York!” Sam menjawabnya. Supir itu mengerti dan menganggukan kepalanya. Handphone milik Steve berbunyi,dengan cepat Steve mengeringkan tangannya dan mengangkat panggilan telefon dari Kaila Rumanoff,salah seorang teman perempuannya di perkemahan Demigods.
“Steve,bagaimana keadaan disana?” Perempuan itu berteriak agak cempreng.
Steve berdehem dan menjawabnya dengan dingin,”Kami berhasil mendapatkan mutiara Apollo!”
“Ah,baguslah kalau begitu! Suasana di perkemahan memburuk,sepertinya protector tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Jika protector rusak,kemungkinan perkemahan ini akan sama saja seperti dunia luar. Ketiga dewa itu sangat marah sepertinya,kalian harus cepat menemukan sisanya!”
“Aku mengerti,aku akan menutup telefonnya.” Tutt tutt—
“Apa katanya?” Sam bertanya. “Keadaan perkemahan semakin memburuk.” Jawab Steve dengan jujur. Taksi berhenti dengan mendadak,semua orang hampir saja menabrak di depannya. Suara klakson berlantun di sekitar sini,seperti biasa…kemacetan.
“Apa yang terjadi? Kemacetan?” Prim bertanya.
“Of Course,This is New York City!” Supir itu berseru. Kemacetan selalu terjadi di kota besar ini,namun ini sudah sekitar jam 7.30 malam waktu setempat,seharusnya kemacetan tidak separah saat ini.
“Sam,gelangmu menyala!” Prim berseru.
Sam segera menaikan lengan bajunya dan benar! Keluar cahaya dari gelang tersebut. Gelang yang di beri oleh Zeus untuk putranya,Zeus tahu benar kalau ia mempunyai banyak musuh yang berkeliaran disini,Zeus hanya takut musuhnya itu melukai anaknya,jadi Zeus membuat gelang yang akan menyala jika bahaya akan datang. Dan terang gelapnya sinyal itu tergantung dengan bahaya yang akan datang tersebut.
“Sam memberikan sejumlah uang kepada supir tersebut,kami berhenti disini! Bisa kau tunjukan dimana motel tersebut berada?”
“Kau hanya perlu berjalan 100 meter dari arah kiri mu.”
“Kita turun sekarang!” Ucap Sam yang langsung memasang kupluknya,ia keluar dari taksi tersebut. Ketiga orang itu mau tak mau mengikuti. Sam berjalan ke pinggiran jalan,ketiga orang itu membuntuti,Prim di bagian paling belakang yang memegang mutiara tersebut.
Sam tidak tahu apa yang akan terjadi,tapi hatinya terus gelisah. Harry Edward Styles mengawasi orang-orang itu dari belakang,ia mempercepat langkahnya dengan membetulkan samara pada wajahnya.
Harry sudah berada di belakang Prim. merasa kegelisahan,Prim segera membalikan tubuhnya,namun orang itu segera menarik Prim dari barisan “Bl—“ mulutnya di bekap saat ia berusaha berteriak,namun ketiga orang itu segera membalikan tubuhnya.
Prim merogoh kantung jaketnya dan segera melempar mutiara tersebut,Steve dan Sam segera berlari menolong Prim. Tak ada satupun warga New York yang menyadari hal ini. Harry melepas tangannya dari mulut Prim dan menatap kedua orang yang tak jauh darinya,ia mengisyaratkan dari tangannya. Awan hitam muncul dan sedetik juga menghilang,Prim dan orang misterius itu menghilang.
Blue berlari dengan membawa mutiara tersebut,nafasnya terengah,”Dimana Prim?”tanyanya polos. Steve menundukan kepalanya dan Sam masih betah dengan keheningannya, “DIMANA PRIM??!!” Blue berteriak.
“Seseorang yang tak kita kenal menculik Prim!” Sam menjawab dengan sedikit mengencangkan suaranya.
“APA?” Blue terkejut mendengar ini, “B-bagaimana bisa ini terjadi?”
“Saat kami mencoba menolongnya,Pria itu menggunakan sihir. Mereka menghilang begitu saja.” Steve menjawab.
“Pria itu akan datang lagi,kau tidak perlu takut. Ini sudah malam,aku tidak mau hal ini terjadi lagi. Kita harus menginap sementara!”

=== TBC ===

Kamis, 08 Januari 2015

FF War of God - Part 2


PART 2
Tokk…Tokk…
Walter putra Hermes,Dewa pembawa pesan masuk ke dalam ruangan dengan gulungan kertas di tangannya. Walter segera memberikan gulungan kertas itu pada Mr.Freeman. “Sir,Ayahku mengirimi ini untukmu…”
Mr.Freeman segera membukanya,dan benar dugaannya tentang apa isi gulungan kertas itu. Mr.Freeman segera menunjukan kertas itu kepada empat orang di depannya. Itu adalah peta. Sam maju ke depan dan memindai sebentar,”Tunggu-tunggu…bagaimana bisa Hermes mengirim itu pada Walter? Sir mengatakan bahwa di langit dewa tanpa kekuatan!” Pertanyaan yang cukup bagus.
“Itu karena ayahku adalah Dewa pembawa pesan,dia adalah Hermes! Kau lupa? Dia bisa mengantarkan pesan melalui apa saja! Merpati,amplop terbang dan sebagainya.” Walter membela ayahnya.
“Mr.Freeman,bagaimana bisa Hermes mendapatkan ini? Bagaimana ia tahu lokasi 12 mutiara itu?” Tanya Prim penasaran. Sedangkan Steve masih memperhatikan lokasi yang terdapat dalam peta itu dan menghitungnya, satu,dua,tiga…
“Sir! Ada 12 mutiara yang hilang,namun disini ada 15 tempat yang di lingkari!” Steve sangat yakin dengan yang ia ucapkan.
“Hermes juga tidak tahu dimana lokasi pasti beradanya,jadi ia memperkirakan tempat itu.” Jawab Mr.Freeman tanpa keraguan.
“Hoamm,” Sam menguap membuat orang di sekitarnya menatapnya,”Aku mengantuk. Ini sudah malam,aku akan mencari mutiara itu mulai besok. Jadi,biarkan aku tidur dengan nyaman untuk malam ini.” Sam memberi alasan.
“Kau benar! Ini sudah malam,kalian pergilah ke kamar asrama kalian!” Ucap Mr.Freeman yang mengasihani keempat orang ini,”Sam,aku berharap banyak padamu. Jangan mengecewakan kami,dan gulungan peta ini…aku akan memberikan tanggung jawab untukmu.” Mr.Freeman memberikan gulungan peta itu,Sam menerimanya. Kelima orang itu keluar dari ruangan.
Sam meregangkan ototnya,”Walter,Let’s go!” Ucap Sam menatap Walter. Mereka berdua tidur bersama dalam satu kamar. Ya,di perkemahan ini terdapat asrama half-blood. Dan di setiap ruangan kamar terdiri dari dua orang.
“See Ya,Sam!” Prim menepuk pundak Sam sebelum kembali ke kamarnya bersama Blue.
***
Para Demigods berkumpul pagi hari ini di depan pintu masuk utama,para guru juga berada di sana,seolah mereka semua ingin memberi salam perpisahan terakhir. Blue,Prim,Steve dan Sam sudah siap dengan perlengkapan mereka.
Sam menggunakan jaket anti air yang hangat dengan tasnya yang juga anti air,nampaknya mereka berempat menggunakan pakaian yang seragam. Tapi tunggu! Ada yang berbeda dengan Prim,ia sudah membuka payungnya dan menaruhnya di bahunya.
Di luar di penuhi dengan petir yang menggelegar dan hujan badai. “Kalian,setelah kalian keluar dari tempat ini. Kalian akan merasakan apa yang di rasakan manusia normal beberapa hari terakhir,jadi jangan terkejut dengan keadaan bumi yang sekarang!” Mr. Freeman mengingatkan dengan mengetuk-ngetuk tongkatnya ke udara. Keempat orang itu menganggukan kepala.
“Kembalilah dengan selamat,Guys!” Walter berteriak sambil melambaikan tangannya.
“Jagalah perkemahan ini dengan baik,Walter!” Ucap Sam sambil tersenyum.
“Ah tunggu!” Walter mengangkat jari telunjuknya ke udara,”Hermes,Ayahku… dia mengatakan bahwa akan ada demigod yang mengawasi kalian,dia adalah pencuri mutiara itu. Jadi kalian harus berhati-hati.”
“What?” Mulut Sam terbuka karena terkejut,”B-bagaimana bisa kau mengatakan hal ini sekarang? Dia,dia—” dengan cepat Steve yang berada di sampingnya segera membengkap mulut Sam dengan telapak tangannya.
“Kami akan pergi sekarang!” Steve menundukan kepalanya bersama dua gadis di belakangnya. Ia menyeret agar Sam segera pergi dari tempat ini sebelum berubah fikiran. Keempat orang itu membalikan tubuhnya berjalan lurus,mereka sudah berada di gerbang utama,keempat orang itu menatap kawan-kawannya lagi sambil melambaikan tangannya dan berbalik keluar dari tempat ini.
BLUSHHH!
Tubuh mereka basah terkena air hujan,Prim terus mempertahankan payungnya dari kencangnya angin,Swinggg~ karena tanganya yang tidak kuat saat memegang,payung itu akhirnya terbang membuat Prim basah terkena hujan.
Sam menghampirinya dan segera memakaikan kupluk jaket Prim dengan paksa,”Cepatlah,kita harus pergi ke jalan raya untuk mencari taksi!” Sam terus berjalan tidak peduli dengan kencangnya angina,derasnya hujan dan gelegar petir yang berada di tempat ini. Ketiga orang di sampingnya berusaha menyamai langkahnya. “Tunggu,apa kalian sudah tahu mengenai hal ini?” Sam bertanya membuat semua orang di dekatnya menatap tajam.
“Tentang apa?” Steve bertanya.
“Itu… demigod pembuat masalah itu mengintai kita,bagaimana jika dia tidak sendiri? Bagaimana jika dia membawa pasukan? Bagaimana jika kekuatannya melebihi kekuatanku? Siapa dia?” segelintir pertanyaan muncul di benak Sam.
“Itu adalah perjanjian dewa. Hermes menyuruh anak buahnya untuk mengintai aktivitas yang mencurigakan,lalu jika sudah menemukan orang itu,orang suruhannya akan memberitahu lokasi itu dengan syarat pengintaian.” Blue menjelaskan.
“Kenapa tidak saat itu juga Hermes membunuhnya? Atau setidaknya membawa orang itu pada Zeus!”
“Sayangnya orang suruhan itu sudah mati setelah informasi di tangan Hermes,Pelaku pasti selalu membunuhnya. Selalu terjadi hal seperti itu…”Blue melanjutkan.
“TAKSI!” Prim menjulurkan tangannya membuat siku-siku,mobil kurning yang tidak terlalu besar itu segera berhenti. Semua orang masuk dengan perlahan.
Sam duduk di samping supir,dan tiga temannya duduk di kursi belakang. Sam membalik tasnya menaruhnya di atas kakinya,ia membuka tasnya dan mengambil gulungan peta yang sebelumnya di berikan pada Mr.Freeman. “Tujuan pertama kita adalah National Gallery of Art,Washington DC.” Ucap Sam. Sedang supir itu mengangguk mengerti.
Prim merebut paksa gulungan peta tersebut,”New york! Itu kota terdekat setelah Las Vegas.”
Taksi yang mereka tumpangi berhenti mendadak,terjadi kemacetan di Kota Washington DC,padahal jarak mereka dengan Museum itu hanya tinggal 500 meter lagi, “Sepertinya kalian harus menunggu lama.” Ujar Supir taksi itu.
“Oh,This is Washington DC!” Steve geram dengan kemacetan.
“Mr. kenapa kemacetan ini terjadi?” Blue bertanya. Ia melihat dari dalam mobil hanya hujan,awan hitam di sertai gelegar petir dan bunyi klakson mobil.
“Sudah beberapa hari ini sering terjadi badai.” Jawabnya dengan santai.
“Kami berhenti disini saja,bisa kau tunjukan arah Museum Gallery of Art?” Tanya Blue dengan ramah.
“Kau hanya perlu berjalan lurus 300 meter lalu belok ke kanan 200 meter,disana kau bisa sampai di tujuanmu. Biayanya 16,6 dolar.” Blue mengeluarkan dompetnya dan memberikan sejumlah uang. Ia sudah membuka pintu taksi dan berada di luar,namun ketiga temannya masih duduk rapih di dalam.
“Kita harus memanfatkan waktu dengan baik! Ayolah,lagi pula sejak awal kita sudah basah,dan akan terus basah…” Blue membujuknya. Mau tak mau semua temannya turun dan segera berlari menuju jalur pejalan kaki.
Sam memasang kupluk pada jaketnya,”Oh! Kenapa para Dewa harus menumpahkan kesalahan mereka pada manusia yang tak bersalah??!!” ia berdecak kesal sepanjang jalan.
Sepasang mata memperhatikan Sam bersama ketiga temannya,Pria berumur 19 tahun dengan pakaian hitamnya itu mengangkat jari telunjuknya dan mengarah pada Pohon raksasa di pinggir jalan,BRUKK! Pohon akhirnya tumbang,Pria itu tersenyum dengan puas. Harry Edward Styles,Putra dari Prometheus,Salah satu Titan yang pernah di hokum oleh Zeus.
Harry memasang kembali topinya dan pergi dari tempat itu.
Keempat orang itu jengkel dengan keadaan sekarang,pohon tumbang di depannya dan hampir membahayakan nyawanya. Dua mobil sudah menjadi korban atas peristiwa ini. Sam dan yang lainnya harus memutar jalan.
Keempat orang itu akhirnya sampai di depan gerbang Museum yang menjulang tinggi itu,perjalanan setelah satu jam di tengah badai berjalan kaki. “Ayolah,kita disini bukan untuk memandangi Museum ini dari luar!” Steve menepuk pundak Sam. Mereka memutuskan untuk kedalam.
Mereka menaruh tas mereka di tempat pemeriksaan,sebenarnya tidak boleh datang dengan keadaan kuyuh seperti ini. Namun para penjaga mengerti mengapa sebagian pengunjung menjadi basah seperti ini,alhasil setiap pengunjung di berikan handuk sembari menikmati keindahan isi Museum ini.
Prim,Sam serta Steve masih berdiri di dekat pintu masuk. Sedangkan Blue terus berjalan dengan handuk yang sedang mengeringi rambutnya. Sesuatu menarik perhatian Blue,Ia membulatkan matanya. “ITUU…”
=== TBC ===

FF War Of God - Part 1




Judul : War Of God
Genre : Fantasy,War,Little Romance,Friendship
Rating : PG - 13
Length : 18 PART-END.
Cast : 
Han Tae Sun as Sam Peterson
Hana Mizuki as Blue Ocean
Shafira Farah as Prim Wylson
Freedie Highmore as Steve
Harry Styles as Himself
Support Cast :
Zeus
Poseidon
Athena
Hades
Prometheus
Bruce Willis
Morgan Freeman
Tom Cruise
PART 1
Masa lalu.
Chaos (The Void/Kehampaan) adalah inti dari segalanya,awal dari semuanya.  Chaos memiliki lima unsur terpenting dalam kehidupan ini yakni,Tartarus (The Hell/Neraka),Gaia (Earth/Bumi),Eros (Desire/Hasrat), Erebus (Darkness/Kegelapan) dan Nyx (Night/Malam).
Gaia dan Tartarus kemudian menghasilkan Ouranos (Sky/Langit) namun,apa yang terjadi jika kita gabungkan Gaia dengan Ouranos? Terlahirlah empat mahluk terkuat yaitu Hecatonchines,Titan,Cyclopes dan Echidne.
Titan,penguasa sebelum para dewa ada di dunia ini. Dari 12 Titan,ada zaman dimana Kronos adalah Titan terkuat dari yang lainnya.namun takdir belum hanya berhenti sampai disini. Dari kedua belas Dewa dan Dewi ada tiga diantaranya yang terkuat Zeus,Hades dan Poseidon. Tiga Dewa yang mampu untuk meruntuhkan kejayaan Kronos dan menjadikan kepempipinan berada di tangan para Dewa. Namun di atas segalanya,Zeuslah yang terkuat,yang menjadikan Dewa dari segala Dewa. Penguasa langit dan bumi.
Masa kini.
12 Dewa dan Dewi hidup damai di atas bumi,sebuah tempat yang di sebut langit. Mereka hidup damai di bawah pimpinan Zeus. Seringkali para Dewa dan Dewi turun ke Bumi dan jatuh cinta dengan salah satu Manusia. Mereka menikah dan mempunyai anak setengah Dewa dan setengah Manusia yang bisa di sebut dengan Demigod.
Suatu hari Titan Prometheus pernah menipu Zeus sang kuasa. Saat di hari persembahan,Prometheus datang dengan membawakan daging kerbau dan tulangnya,namun Zeus lebih memilih tulang kerbau. Akhirnya Manusia berhak menerima dagingnya dan memberikan tulang untuk persembahan Zeus.
Entah mengapa Zeus geram melihat ini,akhirnya ia menyembunyikan api,sumber kekuatan. Dengan begitu manusia tidak bisa menikmati daging. Prometheus meminta izin pada Athena agar di izinkan pergi ke Gunung Olimpus,suatu saat ia mengambil obor api dan membakar jerami raksaksa kemudian memberikan kepada manusia. Zeus murka dan menghukum Prometheus dengan mengikatnya di batu besar dengan burung yang memakan hatinya.
Sejak saat itu,Zeus melarang para Dewa maupun Dewi untuk mendekati manusia,termasuk dirinya. Mereka hanya bisa  berkomunikasi melalui telepati yang terkadang bisa di rasakan oleh anak mereka.
Setiap Dewa dan Dewi memiliki satu mutiara yang mewakili kekuatan mereka. Namun,sayang seribu sayang,12 mutiara hilang dan tidak ada yang tahu siapa yang mengambilnya. Tuduhan jatuh kepada Poseidon dan Hades,Zeus yakin bahwa kedua dewa itu mengambil mutiara agar keduanya bisa menguasi seluruh kekuatan dan akhirnya menguasi Istana Olimpus,langit serta bumi.
Perselisihan terjadi. Terjadilah pertengkaran terbesar sepanjang sejarah,pertengkaran saudara antara tiga Dewa terkuat. Penguasa lautan,Neraka dan Petir. Setiap Dewa dan Dewi memiliki lebih dari satu kekuatan,namun jika salah satunya menghilang mereka hanya mahluk biasa seperti Manusia. Tidak ada yang istimewah. Sebelumnya,Zeus murka dan mengutuk Bumi ini,tempat tinggal manusia dengan bencana yang tidak pernah berhenti. Kebakaran,Kebanjiran dan Badai petir.
--oOo--
Prim Wylson baru saja selesai mengasah kemampuan pedangnya,ia duduk dan memegang dadanya. “Sapphire atheneus putriku,12 mutiara berada di Bumi. Namun kami tidak bisa pergi kesana,pergilah bersama temanmu untuk menemukannya. Zeus,Poseidon dan Hades sedang bertengkar dan mengutuk Bumi.” Prim tidak bisa mendengar suara apapun,hanya saja ia merasa bahwa seorang Ibu baru saja berbicara padanya. Prim bisa merasakan itu,Athena berkomunikasi dengannya lewat telepati. Ingin sekali Prim untuk membalasnya,namun ia tidak bisa.
Prim berlari ke ruangan Mr. Freeman,Kepala dari perkemahan Demigod. Dia adalah Manusia yang setengah tubuhnya adalah kambing,Satyr. Prim masuk ke dalam ruangannya dengan langsung menutup pintu dan nafas yang terengah-engah,”Mr.Freeman!”Prim memanggilnya.
Pria itu membalikan tubuhnya yang sebelumnya ia menaruh buku yang i abaca di atas meja,”Ada apa Prim? M-maksudku Sapphire Atheneus?*Nama dewanya*”
Prim mendekat,”Panggil saja aku Prim,”Ia berjalan kea rah meja Mr.Freeman,”Wanita itu…Athena,Ibu mengatakan padaku bahwa Zeus mengutuk bumi dengan bencana. Zeus,Poseidon dan Hades akan bertarung!”
Morgan Freeman membelakan matanya tak percaya,ia memukul meja dengan kedua tangannya. “B-bagaimana ini bisa terjadi?”
“Mutiara kekuatan hilang dan itu semua di sembunyikan di Bumi. Para dewa kini hidup di olimpus tanpa kekuatan mereka,hanya kekuatan fisik yang mereka miliki layaknya manusia.” Prim menarik nafasnya dalam-dalam lalu melanjutkan lagi,”Wanita itu,maksudku Ibu menyuruhku untuk pergi mencari 12 mutiara.”
Mr. Freeman duduk dan mengusap wajahnya kasar,”Aku akan membicarakan ini bersama Willis dan Cruise. Kau bisa pergi.” Ucapnya dengan tangan menuju kearah pintu. Prim mengerti dan segera pergi dari tempat ini.
Ia menatap langit,gelap tanpa matahari. Awan hitam menyelimuti tempat ini,atau mungkin bumi ini dengan kilatan dan suara petir yang menggelegar terdengar. Namun,tidak terjadi hujan. “Perang akan di mulai.” Gumamnya dalam hati.
*
Malam hari,suara kencang terdengar di perkemahan ini melalui pengeras suara yang berada di setiap sudut. Ini menandakan bahwa penduduk perkemahan ini harus pergi menuju aula utama.
Para Demigod duduk memenuhi tempat ini. Mr.Freeman naik keatas panggung dengan Mr.Willis dan Mr.Cruise yang berada di belakangnya. “Seperti yang kalian bisa lihat, Zeus mengutuk bumi ini.” Ia berhenti sebentar,semua orang berbicara dengan riuh. “12 Mutiara bersembunyi di bumi kita. Para Dewa di langit tidak memiliki kekuatan selain fisik. Namun Zeus,Poseidon dan Hades,tiga dewa terkuat ini akan membuat pertarungan terbesar dalam sejarah.”
Mr.Freeman mengusap wajahnya kasar,ia tidak bisa melanjutkan lagi kalimatnya dan pergi ke bawah panggung,Mr. Cruise yang menyadari hal ini segera menggantikan posisi Freeman,”Untuk itu kami akan mengutus beberapa nama untuk pergi mencari mutiara yang hilang itu. Sam Peterson putra Zeus,Blue Ocean putri Poseidon,Prim Wylson putri Athena dan Steve Johnson putra Hades.” Keempat nama yang di panggil itu menutup mulutnya tak percaya.
Mr.Willis maju untuk berbicara,”Kami telah merundingkan ini dan membuat peta yang di harapkan bahwa itu adalah tempat dimana mutiara di sembunyikan. Kami memprediksi 15 tempat. Dan untuk bencana yang akan terjadi,kalian tidak perlu khawatir. Tempat ini memiliki pelindung,tapi jika kalian keluar dari daerah ini kalian harus lebih berhati-hati.” Ia menundukan kepalanya.
“Sampai disini,dan kalian…” Mr.Cruise menunjuk keempat orang itu,”Temui kami di ruangan utama!” perkumpulan di bubarkan.
“Aish,sungguh menyebalkan!” Pria berumur 17 tahun bernama Sam Peterson itu berdecak kesal. Ia menaruh kedua tangannya di kantung celana dan berniat untuk pergi ke ruangan Mr.Freeman.
“Sammy,tunggu aku!” Seorang gadis yang seumuran menaruh tangannya di pundak Sam dan berjalan beriringan bersama.
“HEY! Berhenti memanggilku SAMMY,namaku adalah SAM!” dengan dinginnya Sam menepis sebuah tangan yang sedari tadi berada di pundaknya. Sammynour Zeuson adalah nama latin dewanya,Putra tunggal dari Dewa terkuat di jagat raya. Sedangkan gadis yang berada di sampingnya adalah Oceanus Poseideus,putri Poseidon dengan menggunakan nama Blue Ocean ketika gadis itu berada di bumi.
“Why? Namamu bukankah memang Sammy? Sammynor Poseideus…” Blue meledeknya. Sedangkan Sam hanya tetap dingin menjawab,”Hentikan,kita sekarang berada di bumi,Oceanus!”
Dari arah barat,dan timur Prim dan Steve menemui Blue dan Sam untuk pergi bersama. Steve Johnson,Stevanous Hadeuson. Sudah jelas dari namanya bukan dia putra dari siapa?
Keempat orang itu berjalan bersama,hubungan keempatnya bisa dikatakan dekat,hanya saja sering terjadi perselisihan seperti hal yang biasa di lakukan dalam sebuah persahabatan. Keempatnya sudah sampai di depan pintu ruangan Mr.Freeman,Sam mengetuk pintu di depannya dan mendapat izin dari si empunya untuk masuk.
”Ladies first…” Sam menolehkan tangannya bak pelayan. Blue dan Prim masuk lebih dulu. Giliran Sam untuk masuk,hanya saja Steve juga menginginkan masuk lebih dulu. Keduanya terjepit di pintu,Sam mengalah dan membiarkan Steve masuk lebih dulu.
Keempat orang itu berbaris ke samping menatap ketiga pria paruh baya di depannya,hening.
“Ekhem…Sir,untuk apa kalian membawa kami kesini?” Sam menyindirnya. Jelas saja,Ia bosa dengan keheningan.
“Kalian bertiga harus pergi mencari mutiara itu!” Mr.Freeman menjawabnya dengan enteng,berbeda dengan keempat remaja di depannya itu yang cukup terkejut mendengarnya.
“Mengapa harus kami,Sir?” Steve membuka mulutnya.
”Kalian yang terlibat dengan urusan ini…” Lagi,Mr.Freeman menjawabnya dengan enteng.
“Ah,aku bosan dengan semua ini. Sir,pertarungan itu adalah masalah ayah kami! Lalu kenapa kami yang menjadi korban? Terlebih aku,aku tidak terlibat dalam masalah itu. Aku tidak menyembunyikan mutiara,dan aku juga bukan orang yang membuat bencana di bumi ini.” Sam merasa terbebani dengan semua ini. Masalah Ayahnya,tapi ia yang harus kena dampaknya.
“Kau ada benarnya,Sam. Tapi jika bukan kalian siapa yang akan melakukannya?” Pertanyaan Mr.Freeman membuat mereka hening sementara.
“Tunggu,Sir! Kau,Mr. Cruise dan Mr.Willis bisa pergi bukan? Bahkan kekuatan kalian lebih hebat dari kami.”  Pernyataan bodoh keluar dari mulut Sam.
“Jika kami yang pergi,lalu siapa yang akan menjaga perkemahan ini?” Mr.Willis bertanya kembali.
“Sudahlah,tidak perlu di perpanjang. Kalian semua akan pergi mencari ke12 mutiara yang hilang!” Mr. Cruise angkat bicara.
“Tapi,Mr... bagaimana cara kami mengetahui tempat dimana ke12 mutiara itu berada? Bumi ini sangat luas di penuhi 7 miliyar orang di dalamnya dengan bencana yang tak pernah berhenti.” Blue menatapnya serius.
“Tunggu sebentar lagi,Seseorang akan datang…” Mr.Freeman menunda omongannya.
Tokk…Tokk…
Walter putra Hermes,Dewa pembawa pesan masuk ke dalam ruangan dengan gulungan kertas di tangannya. Walter segera memberikan gulungan kertas itu pada Mr.Freeman. “Sir,Ayahku mengirimi ini untukmu…”
Mr.Freeman segera membukanya,dan benar dugaannya tentang apa isi gulungan kertas itu. Mr.Freeman segera menunjukan kertas itu kepada empat orang di depannya. Itu adalah peta. Sam maju ke depan dan memindai sebentar,”Tunggu-tunggu…bagaimana bisa Hermes mengirim itu pada Walter? Sir mengatakan bahwa di langit dewa tanpa kekuatan!” Pertanyaan yang cukup bagus.
“Itu karena…”
=== TBC ===