Tampilkan postingan dengan label part. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label part. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

FF War Of God - Part 5

PART 5
“Bagaimana? Aku dan Sam bisa membuat banjir di daerah ini,dengan begitu seluruh keamanan tidak akan berfungsi!” Ide gila Steve muncul begitu saja,mereka sudah mengetahui letak mutiara tersebut. Beruntungnya,di satu tempat terdapat dua mutiara.
 “KAU GILA? Membuat bencana di gedung bersejarah ini? Aset serta document Negara tersimpan disini! Aku masih muda,aku tidak ingin masuk penjara hanya karena hal ini…” Blue memalingkan wajahnya kesal.
“Steve benar,Blue. Lalu bagaimana lagi? Pengawasan disini sungguh ketat!” Sam membelanya.
Blue memalingkan tubuhnya dan duduk di kursi panjang yang disediakan,ia mengguguti kukunya mencoba berfikir. Sam dan Steve duduk di samping Blue. Handpohne milik Steve berbunyi,ketika melihat siapa yang menelfon dengan cepat Steve berdiri dan mengangkat panggilannya tersebut. “Women alert!” Desis Sam.
“………….”
“A-aku dan yang lainnya baik-baik saja,kau tidak perlu khawatir.”
“………….”
“Aku tahu itu,kami akan berusaha secepatnya.” Ucapnya mengakhiri panggilan telefon,Steve menghelakan nafasnya lega. Ia teringat sesuatu.dengan cepat Steve menunjukan riwayat panggilanya,”Ini Kaila! Kau tidak perlu salah faham,dia-dia hanya memberitahuku bahwa Dewa di Olimpus semakin murka bahkan akan mengutuk Bumi jika kita tidak cepat mencarinya.” Steve menjelaskan dengan tergesa-gesa.
Blue berdiri di depannya,”Kau ini kenapa? Aku tidak akan salah faham,lagi pula bukan urusanku untuk mengetahui siapa yang menelfonmu.” Blue menatap Sam,”Aku setuju! Hanya saja,jangan merusak document penting Negara! Kalian hanya perlu membuat para penjaga dan pengunjung lainnya berlari keluar.
Sam tersenyum puas,sementara Steve masih kesal karena perkataan Blue. Steve hanya ingin menjelaskan bahwa ia dan Kaila tidak ada hubungan spesial. Just it!
Sam duduk setengah badan dengan tangan kanan ke langit dan tangan kiri ke bumi,ia menutup matanya. Sementara Steve meregangkan kedua tangannya lurus keatas. Suara petir terdengar menggelegar,Blush! Air keluar dari pipa kecil yang di gunakan  ketika keadaan darurat seperti kebakaran.
Air terus berjatuhan seperti hujan hampir di setiap titik tempat ini,Para penjaga berlarian dengan walkie talkie di tangannya,”Pipa mengalami kebocoran!” suara yang terdengar setengah berteriak.
Alert peringatan  telah berbunyi menyuruh seluruh pengunjung dan penjaga di tempat itu untuk pergi keluar. beberapa CCTV di sudut terkena air kebocoran pipa,Seluruh orang berlarian keluar,tempat ini menjadi sepi.
Tak ada orang lagi,Steve mengambil pot bunga di dekatnya dan melemparnya kearah kaca pelindung Perjanjian Benjamin Franklin. Tak ada respon hanya pot bunga itu saja yang rusak membuat pecahan-pecahan beling tajam di bawahnya. Sam melemparkan patung kepala Abraham Lincoln dan sukses membuat kaca pelindung pecah.
Dengan cepat Sam mengambil mutiara itu dan melarikan diri bersama temannya,mereka mengambil tas mereka di meja penjaga dan berjalan santai ketika keluar. setika sudah diluar,ketiga orang itu  mempercepat langkahnya dan pergi menjauh dari New York.
*
“Mari kita naik Bus umum!” Steve mengajaknya,kedua orang itu diam seolah mengatakan bahwa mereka tidak ingin,”Kita harus cepat! Dan uang kita tidak akan cukup jika harus menaiki taksi terus menerus…”
“Ah,baiklah! Kita naik bus umum!” Ucap Sam mau tak mau.
Mereka memutuskan untuk menaiki Bus umum untuk sampai ke Perpustakaan Kongres Amerika serikat, Blue duduk dikursi antara Steve dan Sam. “Mutiara milik Aphrodite dan Artemis!” Serunya.
Televisi mengganti progam lain secara tiba-tiba,itu berita darurat!
“Baru saja terjadi kejadian di White House,Amerika Serikat. Ketiga remaja membuat kekacaua,belum di ketahui pasti siapa mereka. Namun ketiga remaja ini sedang dicari oleh Petugas keamanan Amerika. Dua laki-laki dan satu perempuan,menggunakan pakaian seperti yang anda lihat. Tidak ada arsip Negara satupun yang hilang,namun belum di ketahui apa motif dari mereka memecahkan kaca pelindung Perjanjian Benjamin Flanklin dengan Pot bunga dan Patung Kepala Mantan Presiden Abraham Lincoln. Bagi anda yang mengetahui siapa mereka,harap melapor pada Keamanan di sekitar anda. Saya menyampaikan berita darurat langsung dari tempat kejadian.”
Seluruh penumpang di Bus menjadi berisik etelah mendengar berita ini. Sam,Blue dan Steve membeku menelan ludahnya di tempat. Mereka kini telah sukses menjadi Buronan,orang yang paling dicari di Amerika.
Sam membuka jasnya,begitu juga dengan Steve. Blue menguncir rambutnya menjadi satu ikatan dan menggunakan jaketnya untuk menutupi Dress putih yang dipakainya. “Kita menjadi buronan…” lirih Blue ketakutan.
“Shht! Jangan mengatakan hal itu disini,aku akan membuang jas ini ketika kita nanti sampai di tempat. Sebentar lagi hujan,jadi sulit untuk melacak sidik jari pada jas yang akan kubuang ini.” Ucap Sam berbisik.
“A-aku juga menggunakan lengan jas saat melempar pot itu,t-tidak perlu khawatir.”
*
Steve dan Sam segera membuang jas yang baru mereka beli setelah turun dari Bus umum,mereka bertiga berlari kecil untuk masuk ke Perpustakaan umum terbesar di Amerika serikat. Hujan dengan intensitas sedang terus berjatuhan.
Penjaga perpustakaan memaklumi para pengunjung,karena ini musim hujan jadi diizinkan masuk dengan baju basah. “Kalian berdua pergilah mencari lebih dulu,aku akan ke toilet untuk mengganti pakaian.” Ucap Blue,Sam dan Steve mengerti dan meninggalkannya.
-----
Di lain tempat.
Matahari baru saja bangkit dari lelapnya,namun Prim masih tertidur di kursinya,bajunya saja bahkan mengering sendiri setelah sebelumnya basah terkena hujan. Harry datang keruangan dan melihat Prim yang masih tertidur pulas.
Harry menaruh roti isi daging,kentang goring,serta air minum di atas meja. Ia mendekat kearah Prim,membukakan kaitan tali dari belakang kemudian berjalan kedepan. Harry merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah Prim,ia tersenyum damai kemudian pergi lagi untuk keluar.
Prim membuka matanya perlahan,ia tahu kedatangan Harry. Prim bangun dan mengambil tasnya memutuskan untuk kabur,baru selangkah ia berhenti dan berputar arah. Prim menaruh makanan dan minuman kedalam tasnya,ia mengambil kayu dan cat hitam yang sudah terbuka di dekat sana. ‘Terima kasih,aku tahu kau orang yang baik…Harry!’ tulisnya di meja tersebut sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.
Prim membuka pintu dan mengendap-endap ketika berjalan,ia menuruni tangga dan akhirnya keluar dari rumah tua dua lantai ini. Prim melihat sekeliling jalan dan pergi mencari bus untuk pergi.
Harry jelas tahu apa yang dilakukan Prim,ia sedari tadi memang menunggu Prim keluar dari rumah tua itu. Harry tersenyum kecut “Semoga kita tidak bertemu lagi…” ia menundukan kepalanya.
-----
Blue baru saja mengganti pakaiannya, ia mencuci tangannya sekaligus menatap dirinya dari pantulan cermin,ia melambatkan gerakan tangannya. Sesuatu telah mencuri perhatiannya,dua gadis di sampingnya baru saja pergi.
Blue mematikan air,dan berjalan ke belakang. Entah apa yang membuatnya sangat beruntung. TIGA! Bukan satu ataupun dua,melainkan TIGA mutiara tergeletak begitu saja di lantai sudut ujung yang hampir tak terlihat.
Blue segera mengantonginya dan keluar dari Toilet,ia tidak tahi dimana kedua temannya berada. Blue mendekat ke pagar pembatas lantai dua,”SAM…” Teriaknya.
“SHHHHTTTT!!!” Ia justru mendapat teriakan dari pembaca lainnya menyuruhnya untuk diam.
Blue segera menutup mulutnya,ia lupa tempat apa ia sedang berada. Sam dan Steve berada di lantai satu,dengan segera Blue berlari kecil kemudian menuruni tangga dan bertemu kedua temannya sekaligus keluar dari Perpustakaan ini.
“Aku mendapatkanya ketika di toilet! Demeter,Hera dan Dionysus. Betapa beruntungnya aku!” Ia tersenyum dengan senang.
DOARRRR!
Suara menggelengar terdengar mahakencang di telinga,Ketiga orang itu terkejut setengah mati.

=== TBC ===

FF War Of God - Part 3

PART 3
Keempat orang itu akhirnya sampai di depan gerbang Museum yang menjulang tinggi itu,perjalanan setelah satu jam di tengah badai berjalan kaki. “Ayolah,kita disini bukan untuk memandangi Museum ini dari luar!” Steve menepuk pundak Sam. Mereka memutuskan untuk kedalam.
Mereka menaruh tas mereka di tempat pemeriksaan,sebenarnya tidak boleh datang dengan keadaan kuyuh seperti ini. Namun para penjaga mengerti mengapa sebagian pengunjung menjadi basah seperti ini,alhasil setiap pengunjung di berikan handuk sembari menikmati keindahan isi Museum ini.
Prim,Sam serta Steve masih berdiri di dekat pintu masuk. Sedangkan Blue terus berjalan dengan handuk yang sedang mengeringi rambutnya. Sesuatu menarik perhatian Blue,Ia membulatkan matanya. “ITUU…”
Merasa bahwa alert telah berbunyi,Sam,Prim dan Steve segera menghampiri Blue. Ia menatap kearah yang sama dengan Blue,”Mutiara! Tapi banyak orang disini!” Prim menggerutu sebal.
“Kalau begitu,kau harus membuat semua orang pergi dari sini…” Sam bergumam kecil.
“Aku punya ide! Aku akan menjaga sisi selatan,Prim sisi barat dan Sam disisi Timur. Blue,kau harus cepat mengambilnya,jangan membuat kekacauan,okay?!” Steve baru saja akan pergi,dengan cepat Blue mengencangkan suaranya sehingga mereka dia dan menghadap kepadanya.
“Kenapa aku?”
“Kau yang menemukannya.” Jawab Steve dengan mudah.
Blue berdecak kesal,Steve dan yang lainnya berjaga-jaga. Posisi sudah aman saat ini,Blue mendekat secara perlahan mendekati maha karya lukisan dunia yang terpampang di depannya di lapisi oleh kaca anti bencana dan anti peluru.
Blue melirik keadaan di sekitarnya,ia membuka pintu yang ada di dekatnya dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Itu bukanlah ruangan dimana sembarangan orang bisa masuk. Lukisan itu di lindungi oleh passcode untuk membukannya.
Blue menutup matanya,ia berfikir. Huruf-huruf berantakan terbang di udara,sampai akhirnya huruf itu tersusun menjadi suatu kata. “Leonardo1878” Blue memasukan kode itu dan warna hijau bertuliskan ‘Open’ terpampang di atas passcode.
Blue membalik lukisan tersebut dan mengambil mutiara yang ada disana,cukup sulit. Hampir seluruh lukisan di Galery ini adalah 3 Dimensi,jadi jangan sampai mata anda menipu fikiran anda jika datang ke tempat ini.
Blue berhasil mengambil mutiara itu dan mengembalikan semuanya seperti awalia menutup pintu dan memberi aba-aba ketiga temannya agar mereka berkumpul. Keempatnya berkumpul sambil berjalan beriringan seolah sedang mengobrol dengan santai,”Aku mendapatkannya!”Desis Blue. Mereka mengerti.
Keempat orang itu memakai kupluk pada jaket mereka dan menunggu taksi datang,mereka masuk dengan posisi sama seperti sebelumnya. Blue mengeluarkan tangannya dari kantung jaket dan menunjukannya pada ketiga temannya. “Busur dan anak panah,ini mili Apollo!” Blue berseru.
“Kemana tujuan anda tuan?” Supir itu berseru.
“Motel terdekat kearah New York!” Sam menjawabnya. Supir itu mengerti dan menganggukan kepalanya. Handphone milik Steve berbunyi,dengan cepat Steve mengeringkan tangannya dan mengangkat panggilan telefon dari Kaila Rumanoff,salah seorang teman perempuannya di perkemahan Demigods.
“Steve,bagaimana keadaan disana?” Perempuan itu berteriak agak cempreng.
Steve berdehem dan menjawabnya dengan dingin,”Kami berhasil mendapatkan mutiara Apollo!”
“Ah,baguslah kalau begitu! Suasana di perkemahan memburuk,sepertinya protector tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Jika protector rusak,kemungkinan perkemahan ini akan sama saja seperti dunia luar. Ketiga dewa itu sangat marah sepertinya,kalian harus cepat menemukan sisanya!”
“Aku mengerti,aku akan menutup telefonnya.” Tutt tutt—
“Apa katanya?” Sam bertanya. “Keadaan perkemahan semakin memburuk.” Jawab Steve dengan jujur. Taksi berhenti dengan mendadak,semua orang hampir saja menabrak di depannya. Suara klakson berlantun di sekitar sini,seperti biasa…kemacetan.
“Apa yang terjadi? Kemacetan?” Prim bertanya.
“Of Course,This is New York City!” Supir itu berseru. Kemacetan selalu terjadi di kota besar ini,namun ini sudah sekitar jam 7.30 malam waktu setempat,seharusnya kemacetan tidak separah saat ini.
“Sam,gelangmu menyala!” Prim berseru.
Sam segera menaikan lengan bajunya dan benar! Keluar cahaya dari gelang tersebut. Gelang yang di beri oleh Zeus untuk putranya,Zeus tahu benar kalau ia mempunyai banyak musuh yang berkeliaran disini,Zeus hanya takut musuhnya itu melukai anaknya,jadi Zeus membuat gelang yang akan menyala jika bahaya akan datang. Dan terang gelapnya sinyal itu tergantung dengan bahaya yang akan datang tersebut.
“Sam memberikan sejumlah uang kepada supir tersebut,kami berhenti disini! Bisa kau tunjukan dimana motel tersebut berada?”
“Kau hanya perlu berjalan 100 meter dari arah kiri mu.”
“Kita turun sekarang!” Ucap Sam yang langsung memasang kupluknya,ia keluar dari taksi tersebut. Ketiga orang itu mau tak mau mengikuti. Sam berjalan ke pinggiran jalan,ketiga orang itu membuntuti,Prim di bagian paling belakang yang memegang mutiara tersebut.
Sam tidak tahu apa yang akan terjadi,tapi hatinya terus gelisah. Harry Edward Styles mengawasi orang-orang itu dari belakang,ia mempercepat langkahnya dengan membetulkan samara pada wajahnya.
Harry sudah berada di belakang Prim. merasa kegelisahan,Prim segera membalikan tubuhnya,namun orang itu segera menarik Prim dari barisan “Bl—“ mulutnya di bekap saat ia berusaha berteriak,namun ketiga orang itu segera membalikan tubuhnya.
Prim merogoh kantung jaketnya dan segera melempar mutiara tersebut,Steve dan Sam segera berlari menolong Prim. Tak ada satupun warga New York yang menyadari hal ini. Harry melepas tangannya dari mulut Prim dan menatap kedua orang yang tak jauh darinya,ia mengisyaratkan dari tangannya. Awan hitam muncul dan sedetik juga menghilang,Prim dan orang misterius itu menghilang.
Blue berlari dengan membawa mutiara tersebut,nafasnya terengah,”Dimana Prim?”tanyanya polos. Steve menundukan kepalanya dan Sam masih betah dengan keheningannya, “DIMANA PRIM??!!” Blue berteriak.
“Seseorang yang tak kita kenal menculik Prim!” Sam menjawab dengan sedikit mengencangkan suaranya.
“APA?” Blue terkejut mendengar ini, “B-bagaimana bisa ini terjadi?”
“Saat kami mencoba menolongnya,Pria itu menggunakan sihir. Mereka menghilang begitu saja.” Steve menjawab.
“Pria itu akan datang lagi,kau tidak perlu takut. Ini sudah malam,aku tidak mau hal ini terjadi lagi. Kita harus menginap sementara!”

=== TBC ===

FF El Dorado Time Travel - Part 1

EL DORADO TIME TRAVEL




Tittle : El Dorado Time Travel
Genre :  Family,Action,Adventure,Fantasy,Legend.
Length : 8 Part- End
Rating : 13+
Cast :
·         Logan Lerman as Percy Jackson a.k.a. Ayah dari Alena,Vasileve dan Lizzie
·         Dwiarti R. as Alena Jackson a.k.a Anak pertama
·         Fahira M. as Vasileve Jakson a.k.a Anak kedua
·         Adila Q. as Lizzie Jackson a.k.a Anak bungsu
·         Shafira F. as Annabelle Smith a.k.a Musuh keluarga Jackson
·         Nial Horan as Luke Horan a.k.a Pengikut Annabelle
·         Harry Styles as Jack Styles a.k.a Pengikut Annabelle
·         Zayn Malik as Edmund  a.k.a Pengikut Annabelle
·         Louis Tomlinson as Nick Tomlinson a.k.a Pengikut Annabelle
·         Liam Payne as Edward Payne a.k.a Pengikut Annabelle
Support cast : Annabeth Jackson as Istri Percy Jackson.
Writer : HTS a.k.a Dwiarti Rahma Utami (@HanZzingPang)
Note !!!
Untuk adik yang masih di bawah umur butuh bimbingan orang tua tentang cerita ini,karena ini hanya sekedar imajinasi dari sang penulis saja. Jangan terlalu terpaku dengan kisah yang di ceritakan disini. Kisah ini beberapa persen di ambil dari LEGENDA  asli,Mohon maaf apabila ada kesalahan tulisan baik nama,tempat dsb.
Kalian bisa memberi kritik dan saran melalui komentar di bawah ataupun melalui twitter ke Author.
Jika rating pembaca cukup tinggi kemungkinan akan di tulis lanjutan dari cerita sebelum ini yaitu : The lost Treasure,The Mistery code dan Time Machine.
Jadi mohon pastisipasinya untuk membantu share kepada teman anda jika cerita ini menarik,dan Mohon maaf apabila ada karakter yang tidak sesuai dengan sifat aslinya. Karena ini hanya sebuah cerita fiktif belaka,Terima kasih.
PART 1
El Dorado,sebuah legenda tua yang belum terpecahkan dunia sampai saat ini. Entah hanya ini karena sebuah omong kosong belakang atau memang sebuah Kota Emas yang hilang ? huh,sebuah kota emas yang hilang? Tentu saja banyak pemburu harta dunia yang rela menjadikan nyawanya sebagai pertaruhan untuk sebuah perjalanan menuju tempat ini.
Belum ada yang tahu pasti tentang keberadaan El Dorado yang sebenarnya. Diawali penjelajahan Columbus di Amerika pada 1492, kisah dunia baru yang kaya logam mulia itu tersebar ke Eropa, mengundang lebih banyak penakluk Spanyol berdatangan.
Tapi sekarang ini sudah menjadi tahun 2014,kisah El Dorado sudah lama hadir sejak kurang lebih 600 tahun yang lalu. Tapi belum ada di dunia ini yang dapat membuktikan nyata kehadiran Kota emas yang hilang tersebut.
Ribuan penjelajah dunia dan Pemburu harta telah tewas dengan sia-sia tanpa membuktikan kebenaran kisah tersebut. Dengan nafsu mencari sebuah Kota Suku Chibcha yang berbalut emas siapa yang tak ingin memiliki kota tersebut? Lelehan danau berairan emas yang di sebut dengan Danau Guatavita,dan Gunung emas dan batu Zambrud yang bertumpuk disana tentunya menjadi tujuan utama pemburu harta termasuk Annabelle Smith. tapi, siapa dia?
Annabelle Smith,ia adalah seorang musuh terbesar keluarga Percy Jackson. Untuk menuju ke kota El Dorado tentunya di butuhkan koordinat menuju tempat tersebut,dari miliyaran orang di dunia ini hanya keluarga Percy Jackson yang memiliki koordinat menuju tempat tersebut.
Ketika Alena Jackson berumur 5 tahun,Ibunya yaitu Annabeth Jackson mati terbunuh di hadapannya dan kedua adiknya. Tapi… siapa pembunuhnya? Tak lain adalah Annabelle dan pengikutnya. Mendiam memberikan secarik kertas yang berisikan surat serta koordinat menuju surga dunia tersebut. Entahlah,sampai sekarang ketiga anak itu belum dapat mengartikan secarik kertas berisikan kode dan bahasa yang entah berasal darimana itu.
Annabeth Jackson adalah seorang penulis sebuah buku terkenal.sekitar satu tahun ketiga bukunya yang berjudul The lost Treasure,The Mistery code dan Time Machine laris terjual keseluruh dunia dengan berbagai bahasa.
Ketiga buku tersebut adalah sebuah alasan kuat mengapa Annabelle membunuh Annabeth dengan cara yang mengenaskan. Setelah ia tewas,Annabelle yang sering di sapa Anna ini juga tak lupa menyebarkan gosip kebohongan kepada Annabeth.
Semua orang di dunia tidak percaya dengan buku karya Annabelle lagi. Semua orang yang merasa di bohongi membakar jutaan kopi buku tersebut sampai mengucilkan keluarga Jackson. Keluarga Annabeth juga ikut membakar buku itu karena ia tak pernah menceritakan kebenaran cerita tersebut,hanya ketiga anaknya yang percaya dengan cerita itu.
Semua karangan Annabeth adalah sebuah cerita asli dan bukan sebuah omong kosong seperti yang di buat Anna,itu yang memperkuat ketiga anaknya percaya dengan karangan Ibunya tersebut. Harta karun yang hilang,Kode rahasia menuju kota emas dan mesin waktu tanpa di sadari adalah sebuah cerita yang saling berkaitan satu sama lain.
Beberapa bulan sebelum Annabeth terbunuh ia hampir menerbitkan sebuah buku yang berjudul ‘El Dorado’,namun sayangnya ia telah tewas di tangan Anna lebih dahulu. tapi bagaimana bisa seorang bisa kesana? Mungkin ketiga buku karya Annabeth adalah kuci jawaban menuju tempat tersebut.
Sampai umur Alena yang menginjak 18 tahun, ia dan kedua adiknya Vasilive dan Lizzie selalu di kucilkan oleh semua orang sampai sekarang. Mereka bertiga tidak dapat sekolah dan bermain seperti remaja pada umumnya,mereka hanya berdiam diri di rumah dan terkadang membeli makanan ringan di minimarket. Bahkan terkadang pemilik minimaket tak ingin menjual makanan kepada mereka, sehingga Alena sebagai anak tertua harus pergi ke minimarket lain yang belum tentu mengizinkannya membeli makanan disana.
Mereka seperti tidak memiliki sanak keluarga di dunia ini,dua minggu lagi  rumahnya harus di jual kepada orang lain karena terlibat hutang. Mengapa mereka berhutang? Itu karena ketiga anak Jackson tidak bekerja dan memiliki uang. Hanya seorang Pengusaha kaya yang memberikan mereka uang sebesar 50 USD setiap bulannya.
Tentu saja ini tidak dengan cuma-cuma, pengusaha itu memberikan waktu dua minggu lagi untuk mereka keluar dari rumah tersebut. Rumah mereka adalah harta satu-satunya untuk ketiga anak Jackson. Tapi mereka telah meminjam uang berjuta-juta USD padanya sehingga harus membayarnya dengan harta mereka satu-satunya.
Jika Alena tidak mau rumahnya di jual,ia harus mengganti uang sebesar 300 juta USD kepadanya sebelum dua minggu lagi. Ibunya pernah berpesan “Secarik kertas dan rumah ini adalah harta berharga untuk kalian,jangan pernah memberikan ini kepada orang lain.” Tapi jika mereka menjual rumah ini bagaimana? Tidak ada cara lain selain membayar hutangnya tersebut kepada pengusaha itu.
Author POV.
Ckkkrrrriikkkk…
“Kakak sedang apa?” Tanya gadis berumur 16 tahun bernama Lizzie,ia adalah adik bungsu Alena. Lizziepun duduk di pinggiran kasur dekat Alena, “Kakak masih ingin mencoba mengartikan kertas bodoh tersebut.” Lanjut Lizzie. Memang hanya sekedar kertas berisikan bahasa alien mungkin,tapi itu adalah sebuah harta bagi Alena yang di berikan Ibunya untuk membiayai kedua adiknya.
Alena menyadari bahwa Lizzie adiknya berbicara padanya,ia melepaskan kaca pembesar dari tangannya dan beranjak berdiri dari kursi yang ia duduki sebelumnya, “Kenapa kau selalu menghina kertas pemberian Ibu ini?” Alena berkacak pinggang sambil melepas kaca mata yang ia pakai.
“Kak,berhentilah mengurusi kertas bodoh tersebut! Bagaimana kita membayar hutang untuk rumah ini?” Lizzie mulai meninggikan suaranya, “Kak,aku bosan hidup seperti ini! Kita semua di kucilkan semua orang,Kak Vasilive selalu berdiam diri di ruangan bodoh tersebut tanpa berbicara. Dan Kakak selalu mengurusi kertas bodoh yang entah apa isinya itu! apakah hanya aku yang hidup dengan waras di keluarga ini?”
Prakkkkkk…
Awh,pasti sakit rasanya. Kata-kata Lizzie barusan mungkin membuat Alena terhina sampai ia harus menampar pipi adiknya tersebut.
“Kertas bodoh? Lizzie,berapa kali lagi Kakak harus mengatakan ini padamu?” Keluh Alena, “Sebelum Ibu menutup matanya,ia mengatakan kalau ini adalah sebuah harta berharga. Kau juga melihat saat Ibu memberikan ini untukku,tapi kau masih berumur 3 tahun sehingga tidak mengerti ini. Kau bahkan yang mengerti tentang Sejarah dan Arkeolog tidak tahu darimana bahasa yang tertulis disini!” Seru Alena yang menceramahi adiknya tersebut.
“Kak,dari seluruh bahasa yang ada di dunia ini…tidak ada satupun bahasa seperti yang tertulis dalam kertas bodoh tersebut. Jadi berhentilah untuk menerjemahkan kertas yang tidak ada artinya itu dan fikirkan bagaimana kita harus membayar hutang rumah ini!” Lizzie terus memegangi pipinya yang merah di buat kakaknya.
Entah darimana fikiran Lizzie ini,ia mengambil segelas air di atas meja kerja kakaknya dan menumpahkan air ke wajahnya.
“Ck!” Alena hanya bisa berdesis kesal sambil memalingkan wajahnya saat adiknya menumpahkan air ke arahnya.
Oh My God! Apa yang telah di lakukan Lizzie? Alena melihat kertas berharganya tersebut basah terkena air yang di tumpahkan Lizzie barusan,dan yang lebih parahnya lagi… beberapa huruf disana menghilang karena luntur.
Kertas yang awalnya penuh berisi tulisan seperti :
bnmgf654768676756t5566hggtdty, untuk ketiga anakku tersayang.td5r7565hghftytsaat kau memiliki masalah besar,ytt6gghyfdtyrfu787i89 aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.trtr567ttggyt67 ambillah ketiga buku,frfrfrfrexc34t57 yang pernah berikan untukmu.4rt65Def45rr4dfhg sampai kau sampai di sebuah r4f4yrf743yrd73hdwey pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu. Edrf refd487fy3489r34dh dia masih hidup dan terus menunggumu.34yr4938ydh xcbddfrt. Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? Rtgy6h6ytrc44 banyak orang di sekitarmu yang yt73tdsiu3ud3bhudh’;shgs ingin mencuri harta berharga ini rg5y6h65tgfgt4ryv ibu akan terus menyayangimu rbvdveudgrefgt dddd ferft5gy 5 digit terakhir.
Tiba-tiba menghilang beberapa hurufnya. Oh,Alena sekarang mengerti tentang Misteri kode yang tertulis di surat ini.
“Lizzie,dengarkan kakak. Kau telah membantuku untuk memecahkan kode rahasia ini.” Semoga apa yang di fikirkan Alena ini benar,Ia memegang kedua pundak adiknya dengan tatapan sangat senang yang belum bisa di artikan oleh Lizzie, “Ambilkan sebuah nampan persegi panjang dan isi air di dalamnya dan cepat bawa kesini!” Suruh Alena. Entahlah apa yang ada di fikirannya ini,seharusnya ia sedih karena sebagian huruf disana menghilang. Bukannya malah memberi tatapan senang seperti ini.
“Kak,ada apa? Kenapa menjadi seperti ini?” Tanya Lizzie yang terkejut mengapa kakaknya ini menyuruhnya membawakan nampan persegi dan air seperti ini,harusnya ia marah bukan seperti ini.
“Cepat ikuti perintah kakak! Kakak mengerti tentang surat ini.” Alena terus memukul lengan adiknya agar pergi menuruti perintahnya.
Lizziepun hanya bisa menurut mengikuti perintah kakaknya yang sulit di artikan ini,.
Alena menyalakan lampu belajarnya dan menggunakan kembali kaca matanya. Entah apakah ini karena Dewi Fortuna yang berpihak padanya atau apa, akhirnya setelah 13 tahun lamanya Alena bisa mengartikan kode rahasia dari Ibunya ini.
Lizzie datang membawakan nampan persegi panjang dan air di dalamnya sesuai perintah kakaknya dan menaruh di meja Alena dengan perlahan.
Alena menaruh kertas itu perlahan dan HA! Beberapa huruf disana menghilang sesuai dengan dugaan Alena sebelumnya. Tapi-tapi,kenapa ia sangat senang? Apa karena surat penting disana bisa terbaca di dalam air?
Alena dengan perasaan sangat bergembira mengambil kertas itu dan membacanya, ia tahu sekarang apa yang tertulis disana! Ia dengan perasaan yang sulit di artikan ini tiba-tiba langsung memeluk adiknya dengan bangga.
“Kakak tahu apa surat ini,Lizzie cepat ambilkan semua buku karya ibu dan temui kakak di balkon atas,Kakak akan pergi ke gudang.” Ucap Alena dengan mata berbinar yang langsung pergi membawa kertas itu ke balkon atas rumah mereka.
Lizzie dengan bingungnya hanya bisa menuruti perintah kakaknya untuk mengambil keenam buku karya Ibunya di perpustakaan kecil rumah mereka.
Maksudnya,Ibunya kan menuliskan 3 judul buku sampai saat ini. Beberapa tahun kemudian saat keluarga mereka di kucilkan, Vasilive dan Lizzie memberanikan dirinya pergi ke toko buku beberapa tahun yang lalu. Mereka membeli ketiga buku karya Ibunya,tiga untuk Vasilive dan tiga untuk Lizzie.
Karena Ibunya hanya memberikan tiga buku cetakan pertama untuk Alena sebagai kakak tertua,Lizzie dan Vasilive akhirnya membeli bukunya di toko buku. Sebenarnya bisa saja mereka membeli tiga buku untuk di baca bergantian,tapi ia malah membeli sebanyak enam buku.
*Maksudnya kan ada tiga judul buku,nah di situ mereka beli satu-satu untuk setiap judul. Biar nggak berantem(?).jadi setiap anak punya tiga buku dengan judul yang berbeda karya ibunya.*
***
Alena menggeser kursi kusamnya dan duduk disitu. Ah,ruangan ini sungguh berdebu seperti tidak pernah di bersihkan sebelumnya. Meja belajar Alena dulu masih tersimpan di gudang ini yang sudah sangat berdebu. Gudang ini berisi banyak benda yang sangat kusam.
Alena menyalakan lampu belajar yang sudah di tutupi dengan sarang laba-laba tersebut,untunglah masih bisa menyala.
Ia mengambil ketiga buku yang pernah di berikan oleh ibunya,dari sekian jutaan kopi buku yang terjual di dunia ini. Buku itu adalah setiap cetakan pertama yang di berikan untuknya.
Sial,buku ini juga cukup berdebu juga, Alena membersihkan debu pada ketiga buku tersebut dengan tangannya.
Ia membaca surat itu lagi dan…
bnmgf654768676756t5566hggtdty, untuk ketiga anakku tersayang . td5r7565hghftyt saat kau memiliki masalah besar , ytt6gghyfdtyrfu787i89 aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.trtr567ttggyt67 ambillah ketiga buku,frfrfrfrexc34t57 yang pernah aku berikan untukmu.4rt65Def45rr4dfhg sampai kau sampai di sebuah  r4f4yrf743yrd73hdwey pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu.  Edrf refd487fy3489r34dh dia masih hidup dan terus menunggumu.34yr4938ydh xcbddfrt. Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? Rtgy6h6ytrc44 banyak orang di sekitarmu yang yt73tdsiu3ud3bhudh’;shgs ingin mencuri harta berharga ini  rg5y6h65tgfgt4ryv ibu akan terus menyayangimu rbvdveudgrefgt dddd ferft5gy 5 digit terakhir.
*Anggap yang bergaris itu menghilang.
Alena tahu sekarang jadi itu adalah hadiah terbesarnya. Alena menyelidiki satu pesatu ketiga buku yang ada di hadapannya dengan cermat,dimulai dari buku The Lost Treasure.
Ckkkrrriiikkk…
Lizzie datang membawakan keenam buku tersebut dan menaruhnya di atas meja. “Kak,ada apa? Tolong jelaskan padaku.” Runtuk Lizzie,jelas saja. Ia belum mengerti dengan kelakuan kakaknya.
Alena belum menjawab pertanyaan adiknya.Kesembilan buku sekarang sudah ada di hadapan Alena. Ia menyelidiki perlahan apa perbedaan setiap buku yang di berikan oleh ibunya dan yang di beli di toko buku.
Alena mengambil kertas yang mulai usam dan pulpen disana. Setiap buku dan yang lainnya memiliki perbedaan pada barcodenya. Jadi itu jawabannya, Barcode pada buku yang Ibunya berikan ibunya sangat berbeda dan berwarna emas. Kedua buku milik Lizzie dan Vasilive memiliki barcode angka yang sama dan berwarna hitam. Mungkin setiap buku yang terjual juga sama seperti miliki Lizzie dan Vasilive.
“5 digit terakhir.” Gumam Alena dalam hati. Tertulis 89456 72547 19367 pada buku milik Alena dan 89456 27366 28357 pada buku Lizzie dan Vasilive. Buku pertama karya ibunya adalah The lost Treasure,buku keduanya The Mistery code dan buku ketiganya Time Machine.
Buku kedua dan ketiga karya ibunya juga sama. Yang di berikan pada ibunya berbeda dengan yang di jual di pasaran.
“Kak,untuk membuka pintu rahasia ini membutuhkan 15 angka. Tapi ada milyaran juta angka untuk membuka ini,mana mungkin kita harus mencoba 00000 00000 00000 sampai 99999 99999 99999.” Alena teringat dengan ucapan adik keduanya yaitu Vasilive.
Alena mengambil 5 angka terakhir dari buku pertama sampai terakhir dan menemukan 15 angka rahasia tersebut. Betapa bahagianya Alena saat ini.
Alena memeluk erat Lizzie,dan Lizzie hanya bisa terdiam. “Lizzie,kau ingat dengan 15 angka untuk membuka pintu bawah tanah rumah kita? Aku menemukannya,mungkin disana ada harta emas seperti yang di ceritakan ibu.” Alena tidak tahu harus mengungkapkan apalagi untuk menggambarkan kebahagiannya,yang jelas ia sangat bahagia sekarang.
“Kak tolong tenang dan jelaskan semuanya dengan perlahan padaku.” Tutur Lizzie yang melepaskan pelukannya dengan perlahan lebih dulu.
“Kau menumpahkan air ke wajahku dan mengenai kertas ini,sebagian huruf tiba-tiba menghilang. Dan aku mencobanya pada air di nampan itu,huruf tidak penting menghilang dan bertuliskan untuk ketiga anakku tersayang.saat kau memiliki masalah besar, aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.ambillah ketiga buku,yang pernah aku berikan untukmu.sampai kau sampai di sebuah pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu. dia masih hidup dan terus menunggumu.Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? banyak orang di sekitarmu yang ingin mencuri harta berharga ini,ibu akan terus menyayangimu  5 digit terakhir.’ “ Alena meberikan kertas itu pada Lizzie. “Ayo kita ke bawah dan temui Vasilive,mungkin dugaanku ini benar.” Ucap Alena yang menarik tangan adiknya untuk mengikutinya.
Lizzie sungguh tidak percaya, kakaknya telah mencoba dengan cara apapun jadi seperti ini cara memecahkan kode rahasia itu. mulutnya masih terkatup tak percaya saat kakaknya menariknya untuk menemui Vasilive di lantai bawah.
***
Vasilive Jackson adalah gadis berumur 17 tahun, ia adalah kakak dari Lizzie dan adik dari Alena. Ia juga anak tengah dalam keluarga Jackson.
Vasilive terus mencoba beberapa angka untuk membuka sebuah pintu bawah tanah di ruangan lab. Milik ayahnya ini. Ayahnya juga seorang penjelajah dunia,entah kenapa ia menghilang tanpa sebab sampai sekarang.
Alena langsung memeluk adiknya tersebut dengan sangat erat lalu melepaskannya sesaat.
“Ada apa,Kak?” Tanya Vasilive. Jelas saja,tiba-tiba kakaknya memeluknya dengan tiba-tiba. Vasilive menjadi gadis pendiam dan pemurung sejak kematian Ibunya dan ayahnya yang menghilang. Ia juga jarang bicara pada adik dan kakaknya.
Ia hanya terus membuat penemuan seperti CCTV sebesar debu,laser mematikan dan sebagainya di lab. Milik ayahnya ini. Padahal jika ia menunjukan penemuanya itu pada dunia,pasti ia akan menerima banyak uang. Sudah lebih dari 100 penemuan yang di buatnya.
“Kakak menemukan 15 angka untuk membuka pintu bawah tanah ini. Kau ingat dengan kertas berisi kode misterius dari ibu?” Tanya Alena yang membuat Vasilive menganggukan kepalanya, “Coba ini,ternyata ketika terkena air. Sebagian huruf menghilang dan menghasilkan sebuah surat dari Ibu,dan kakak mencoba pada buku yang di berikan pada Ibu. Lalu menghasilkan angka ini.” Alena memberikan kertas itu kepada Vasilive adiknya.
“Baik,Kak.” Tanpa fikir panjang Vasilive langsung mengambil kertas itu dan mencobanya. Hanya ini satu-satu cara untuk membuka pintu ini. Karena Ibunya pernah berpesan walaupun di bom dengan bom apapun,di hancurkan dengan cara apapun tidak akan pernah pintu ini terbuka selain tanpa 15 angka ini.
Dan entah berapa IQ yang di miliki keluarga Jackson. Entah menggunakan tinta dan kertas apa Annabeth menulis surat ini, ini cara yang cukup keren untuk menulis surat rahasia.
HA!
Pintu bawah tanah itu terbuka,sebuah tangga tiba-tiba berada disana.
Alena turun dengan perlahan dengan tangga itu,kedua adiknya mengikuti dari belakang. Ruangan yang sangat gelap sekali,Alena menekan tombol sehingga lampu disana menyala.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari hadiah terbesarnya itu adalah sebuah….

===== TBC ===== 

Kamis, 08 Januari 2015

FF War of God - Part 2


PART 2
Tokk…Tokk…
Walter putra Hermes,Dewa pembawa pesan masuk ke dalam ruangan dengan gulungan kertas di tangannya. Walter segera memberikan gulungan kertas itu pada Mr.Freeman. “Sir,Ayahku mengirimi ini untukmu…”
Mr.Freeman segera membukanya,dan benar dugaannya tentang apa isi gulungan kertas itu. Mr.Freeman segera menunjukan kertas itu kepada empat orang di depannya. Itu adalah peta. Sam maju ke depan dan memindai sebentar,”Tunggu-tunggu…bagaimana bisa Hermes mengirim itu pada Walter? Sir mengatakan bahwa di langit dewa tanpa kekuatan!” Pertanyaan yang cukup bagus.
“Itu karena ayahku adalah Dewa pembawa pesan,dia adalah Hermes! Kau lupa? Dia bisa mengantarkan pesan melalui apa saja! Merpati,amplop terbang dan sebagainya.” Walter membela ayahnya.
“Mr.Freeman,bagaimana bisa Hermes mendapatkan ini? Bagaimana ia tahu lokasi 12 mutiara itu?” Tanya Prim penasaran. Sedangkan Steve masih memperhatikan lokasi yang terdapat dalam peta itu dan menghitungnya, satu,dua,tiga…
“Sir! Ada 12 mutiara yang hilang,namun disini ada 15 tempat yang di lingkari!” Steve sangat yakin dengan yang ia ucapkan.
“Hermes juga tidak tahu dimana lokasi pasti beradanya,jadi ia memperkirakan tempat itu.” Jawab Mr.Freeman tanpa keraguan.
“Hoamm,” Sam menguap membuat orang di sekitarnya menatapnya,”Aku mengantuk. Ini sudah malam,aku akan mencari mutiara itu mulai besok. Jadi,biarkan aku tidur dengan nyaman untuk malam ini.” Sam memberi alasan.
“Kau benar! Ini sudah malam,kalian pergilah ke kamar asrama kalian!” Ucap Mr.Freeman yang mengasihani keempat orang ini,”Sam,aku berharap banyak padamu. Jangan mengecewakan kami,dan gulungan peta ini…aku akan memberikan tanggung jawab untukmu.” Mr.Freeman memberikan gulungan peta itu,Sam menerimanya. Kelima orang itu keluar dari ruangan.
Sam meregangkan ototnya,”Walter,Let’s go!” Ucap Sam menatap Walter. Mereka berdua tidur bersama dalam satu kamar. Ya,di perkemahan ini terdapat asrama half-blood. Dan di setiap ruangan kamar terdiri dari dua orang.
“See Ya,Sam!” Prim menepuk pundak Sam sebelum kembali ke kamarnya bersama Blue.
***
Para Demigods berkumpul pagi hari ini di depan pintu masuk utama,para guru juga berada di sana,seolah mereka semua ingin memberi salam perpisahan terakhir. Blue,Prim,Steve dan Sam sudah siap dengan perlengkapan mereka.
Sam menggunakan jaket anti air yang hangat dengan tasnya yang juga anti air,nampaknya mereka berempat menggunakan pakaian yang seragam. Tapi tunggu! Ada yang berbeda dengan Prim,ia sudah membuka payungnya dan menaruhnya di bahunya.
Di luar di penuhi dengan petir yang menggelegar dan hujan badai. “Kalian,setelah kalian keluar dari tempat ini. Kalian akan merasakan apa yang di rasakan manusia normal beberapa hari terakhir,jadi jangan terkejut dengan keadaan bumi yang sekarang!” Mr. Freeman mengingatkan dengan mengetuk-ngetuk tongkatnya ke udara. Keempat orang itu menganggukan kepala.
“Kembalilah dengan selamat,Guys!” Walter berteriak sambil melambaikan tangannya.
“Jagalah perkemahan ini dengan baik,Walter!” Ucap Sam sambil tersenyum.
“Ah tunggu!” Walter mengangkat jari telunjuknya ke udara,”Hermes,Ayahku… dia mengatakan bahwa akan ada demigod yang mengawasi kalian,dia adalah pencuri mutiara itu. Jadi kalian harus berhati-hati.”
“What?” Mulut Sam terbuka karena terkejut,”B-bagaimana bisa kau mengatakan hal ini sekarang? Dia,dia—” dengan cepat Steve yang berada di sampingnya segera membengkap mulut Sam dengan telapak tangannya.
“Kami akan pergi sekarang!” Steve menundukan kepalanya bersama dua gadis di belakangnya. Ia menyeret agar Sam segera pergi dari tempat ini sebelum berubah fikiran. Keempat orang itu membalikan tubuhnya berjalan lurus,mereka sudah berada di gerbang utama,keempat orang itu menatap kawan-kawannya lagi sambil melambaikan tangannya dan berbalik keluar dari tempat ini.
BLUSHHH!
Tubuh mereka basah terkena air hujan,Prim terus mempertahankan payungnya dari kencangnya angin,Swinggg~ karena tanganya yang tidak kuat saat memegang,payung itu akhirnya terbang membuat Prim basah terkena hujan.
Sam menghampirinya dan segera memakaikan kupluk jaket Prim dengan paksa,”Cepatlah,kita harus pergi ke jalan raya untuk mencari taksi!” Sam terus berjalan tidak peduli dengan kencangnya angina,derasnya hujan dan gelegar petir yang berada di tempat ini. Ketiga orang di sampingnya berusaha menyamai langkahnya. “Tunggu,apa kalian sudah tahu mengenai hal ini?” Sam bertanya membuat semua orang di dekatnya menatap tajam.
“Tentang apa?” Steve bertanya.
“Itu… demigod pembuat masalah itu mengintai kita,bagaimana jika dia tidak sendiri? Bagaimana jika dia membawa pasukan? Bagaimana jika kekuatannya melebihi kekuatanku? Siapa dia?” segelintir pertanyaan muncul di benak Sam.
“Itu adalah perjanjian dewa. Hermes menyuruh anak buahnya untuk mengintai aktivitas yang mencurigakan,lalu jika sudah menemukan orang itu,orang suruhannya akan memberitahu lokasi itu dengan syarat pengintaian.” Blue menjelaskan.
“Kenapa tidak saat itu juga Hermes membunuhnya? Atau setidaknya membawa orang itu pada Zeus!”
“Sayangnya orang suruhan itu sudah mati setelah informasi di tangan Hermes,Pelaku pasti selalu membunuhnya. Selalu terjadi hal seperti itu…”Blue melanjutkan.
“TAKSI!” Prim menjulurkan tangannya membuat siku-siku,mobil kurning yang tidak terlalu besar itu segera berhenti. Semua orang masuk dengan perlahan.
Sam duduk di samping supir,dan tiga temannya duduk di kursi belakang. Sam membalik tasnya menaruhnya di atas kakinya,ia membuka tasnya dan mengambil gulungan peta yang sebelumnya di berikan pada Mr.Freeman. “Tujuan pertama kita adalah National Gallery of Art,Washington DC.” Ucap Sam. Sedang supir itu mengangguk mengerti.
Prim merebut paksa gulungan peta tersebut,”New york! Itu kota terdekat setelah Las Vegas.”
Taksi yang mereka tumpangi berhenti mendadak,terjadi kemacetan di Kota Washington DC,padahal jarak mereka dengan Museum itu hanya tinggal 500 meter lagi, “Sepertinya kalian harus menunggu lama.” Ujar Supir taksi itu.
“Oh,This is Washington DC!” Steve geram dengan kemacetan.
“Mr. kenapa kemacetan ini terjadi?” Blue bertanya. Ia melihat dari dalam mobil hanya hujan,awan hitam di sertai gelegar petir dan bunyi klakson mobil.
“Sudah beberapa hari ini sering terjadi badai.” Jawabnya dengan santai.
“Kami berhenti disini saja,bisa kau tunjukan arah Museum Gallery of Art?” Tanya Blue dengan ramah.
“Kau hanya perlu berjalan lurus 300 meter lalu belok ke kanan 200 meter,disana kau bisa sampai di tujuanmu. Biayanya 16,6 dolar.” Blue mengeluarkan dompetnya dan memberikan sejumlah uang. Ia sudah membuka pintu taksi dan berada di luar,namun ketiga temannya masih duduk rapih di dalam.
“Kita harus memanfatkan waktu dengan baik! Ayolah,lagi pula sejak awal kita sudah basah,dan akan terus basah…” Blue membujuknya. Mau tak mau semua temannya turun dan segera berlari menuju jalur pejalan kaki.
Sam memasang kupluk pada jaketnya,”Oh! Kenapa para Dewa harus menumpahkan kesalahan mereka pada manusia yang tak bersalah??!!” ia berdecak kesal sepanjang jalan.
Sepasang mata memperhatikan Sam bersama ketiga temannya,Pria berumur 19 tahun dengan pakaian hitamnya itu mengangkat jari telunjuknya dan mengarah pada Pohon raksasa di pinggir jalan,BRUKK! Pohon akhirnya tumbang,Pria itu tersenyum dengan puas. Harry Edward Styles,Putra dari Prometheus,Salah satu Titan yang pernah di hokum oleh Zeus.
Harry memasang kembali topinya dan pergi dari tempat itu.
Keempat orang itu jengkel dengan keadaan sekarang,pohon tumbang di depannya dan hampir membahayakan nyawanya. Dua mobil sudah menjadi korban atas peristiwa ini. Sam dan yang lainnya harus memutar jalan.
Keempat orang itu akhirnya sampai di depan gerbang Museum yang menjulang tinggi itu,perjalanan setelah satu jam di tengah badai berjalan kaki. “Ayolah,kita disini bukan untuk memandangi Museum ini dari luar!” Steve menepuk pundak Sam. Mereka memutuskan untuk kedalam.
Mereka menaruh tas mereka di tempat pemeriksaan,sebenarnya tidak boleh datang dengan keadaan kuyuh seperti ini. Namun para penjaga mengerti mengapa sebagian pengunjung menjadi basah seperti ini,alhasil setiap pengunjung di berikan handuk sembari menikmati keindahan isi Museum ini.
Prim,Sam serta Steve masih berdiri di dekat pintu masuk. Sedangkan Blue terus berjalan dengan handuk yang sedang mengeringi rambutnya. Sesuatu menarik perhatian Blue,Ia membulatkan matanya. “ITUU…”
=== TBC ===