Jumat, 09 Januari 2015

Cara mendownload dan memasukan subtitle Film

Bagaimana cara mendownload dan memasukan subtitle Film?

DOWNLOAD.
1. Pergi ke Klik disini
2. Cari judul film
3. Samakan tipe film dengan subtitle. contoh : MazeRunner 1080 Brrip, The Hobbit Bluray,dll.
4. Download subtitle.

Meng-Copy Subtitle
Laptop.
1. buka subtitle yang masih dalam bentuk Rar
2. Klik kanan
3. Extract Here
HP.
1. download Open Rar di playstore
2. Cari sub dalam bentuk Rar
3. Extract sub.

Memasukan Subtitle ke dalam Film secara permanen
1. Cari Subtitle yang sudah berbentuk .srt , .sub. dll.
2. Samakan nama Sub dengan Film.
contoh : X-Men Bluray.mp4 samakan dengan sub X-Men Bluray.srt
NOTE !!! Nama kedua file harus sama! baik titik,koma,spasi.

FF El Dorado Time Travel - Part 2

PART 2
Pintu bawah tanah itu terbuka,sebuah tangga tiba-tiba berada disana.
Alena turun dengan perlahan dengan tangga itu,kedua adiknya mengikuti dari belakang. Ruangan yang sangat gelap sekali,Alena menekan sebuah tombol sehingga lampu disana menyala.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari hadiah terbesarnya itu adalah sebuah sebuah pesawat yang berbentuk seperti bola baja berbalut emas.
“Ini adalah sebuah pesawat bola emas yang Ibu berikan untuk kita. Kita harus menjual ini,dan uangnya untuk membayar hutang kita.” Ujar Alena yang terkejut setelah melihat logam baja berbalut emas tersebut.
“Bukan kak,ini adalah sebuah mesin waktu. Di dunia ini hanya ada dua,satu yang kita lihat sekarang. Dan yang satunya lagi miliki penemu yang bernama Nick Tomlinson.” Sahut Vesilive yang terlihat sangat terpukau dengan benda di depannya tersebut. Sejak dulu ia memang ingin membuat sebuah mesinwaktu,namun ia tidak memiliki modal untuk membuatnya.
“Mesin waktu? Lalu untuk apa Ibu memberi ini untuk kita?” Tanya Lizzie. Ruangan ini terlihat cukup rapih namun sedikit berdebu,untung saja rumah ini belum di jual kepada pengusaha yang bernama Luke Horan itu.
“Aku tahu. Lizzie ambilkan sebuah atlas di meja ruanganku. Jika kita ingin pergi ke suatu tempat kita membutuhkan sebuah koordinat!” Seru Vesilive. Lizzie menurut dan mengambilkan sebuah atlas di lab ini. “Ibu tidak mungkin memberikan password yang tak ada artinya. 15 angka itu kemungkinan adalah sebuah titik koordinat menuju tempat dimana Ayah tinggal.” Lizzie mengeluarkan ponselnya dan membuka Google map lalu memasukan angka tersebut.
Alena sangat terpukau dengan semua ini,ia sama sekali tidak percaya dengan ini semua. Begitupun dengan Lizzie.
“Ini kak.” Lizzie memberikan atlas kepada Vesilive.
“Astaga!”Pekik Vesilive tak percaya setelah ia mencari angka itu lewat internet. Ia membuka atlas yang di berikan adiknya. “Ini adalah El Dorado.” Vesilive tidak bisa menutup mulutnya terpukau dengan ini semua. Siapa yang tak kenal kota itu? Kota peninggalan suku Chibcha yang telah hilang ratusan tahun yang lalu.
“Kalau begitu ayo kita pergi kesana!” Seru Lizzie yang baru akan mendekati mesin waktu tersebut,sebuah tangan melingkah di lengan tangan Lizzie. Ya,itu tangan kakaknya Alena yang mencegah Lizzie untuk mendekati mesin tersebut.
“Tidak hari ini,ini adalah malam minggu. Bagaimana jika saat kita pergi menghasilkan suara gemuruh? Semua orang akan datang! Kita juga belum ada persiapan.” Tutur Alena,Ya dia memang benar! Mereka belum ada persiapan sedikitpun, “Dengar. Kita harus tidur panjang malam ini,besok pagi beli semua makanan dengan semua uang yang kita miliki. Kemasi pakaian kalian dan bawa perlengkapan yang kalian butuhkan! Dengar,kita tidak tahu bagaimana El Dorado itu. bagaimana jika itu sebuah hutan? Kita akan berpetualang tengah malam esok,karena semua orang harus bekerja dan bersekolah sehingga harus tidur. Kita akan pergi jam satu malam.” Ucap Alena dengan tegas. Mereka semua meninggalkan tempat tersebut dan menutup pintu bawah tanah itu lagi.
***                                                                        
Ketiga gadis petualang tersebut tidur dengan nyenyak tadi malam. Lizzie dan Vaselive pergi berbelanja menghabiskan semua uang yang ia miliki,awalnya mereka memang tidak di terima di minimarket terdekat sehingga harus pergi ke minimarket yang cukup jauh dari sini.
“Kalian ingin tinggal disana seumur hidup?” Tanya Alena. Ia cukup terkejut melihat kedua adiknya membawa dua kantung belanjaan makanan dan minuman yang sangat banyak. Itu mungkin cemilan untuk satu bulan.
“Kak,jika kita tidak kembali dan tinggal dengan ayah disana. Setidaknya kita tidak akan rugi dengan uang kita yang tinggal beberapa dolar saja.” Jawab Lizzie. Ah,rasanya ini cukup benar juga.
“Baiklah,kemasi barang-barang kalian sekarang. Jangan membawa terlalu banyak,kita akan berat jika harus terus menggendongnya dalam tas.” Alenapun mengemasi barang bawaanya.
“Iya,Kak.” Vaselive pun menaruh kantung itu di lantai dan mengambil tas besarnya untuk mengemasi barang yang ingin mereka bawa.
“Tunggu,dengar ini. Kakak akan membawa semua baju kalian. Vaselive membawa semua alat seperti senter,kompas dan penemuanmu lainnya. Dan kau Lizzie,ambil tasmu dan taruh semua makanan itu kedalamnya. Bukankah itu makanan ringan? Jika itu ciki ambil jarum agar udaranya keluar,jadi kita bisa membawa banyak makanan.” Tutur Alena dengan tegas.
Veselive mengambil tasnya.ia menaruh kompas,senter,pisau,laser mematikan,percikan debu bom dan masih banyak lagi. Bisa saja disana banyak hewan buas.
Lizzie menaruh semua makanan ringan dan minuman ke dalam tasnya tersebut. Semuanya tertata cukup rapih sekarang,ia menyisakan sedikit makanan untuk dimakan hari ini tentunya.
Setelah mereka siap berkemas,Alena memasakan sebuah makanan dari sisa bahan yang ada di kulkasnya. Kali ini cukup berbeda,Alena memasak makanan yang sangat banyak untuk hari ini.
“Habiskan semua makanan itu,walaupun kalian sudah merasa kenyang. Tetaplah makan yang banyak,cemilan itu hanya untuk hari berikutnya. Makanlah yang banyak,makanan itu hanya akan bertahan kurang dari satu minggu. Jika kalian ingin memakan ulat pohon dan semut,makanlah sedikit dan nikmati serangga disana.” Alena menghidangkan makan  di atas meja makan dapur mereka,cukup lezat kelihatannya.
Lizzie dan Veselive menelan ludahnya setelah mendengar ucapan kakaknya,ia hanya melakukan seperti apa yang di katakan kakaknya. Makanan untuk dua hari mereka habiskan dalam satu malam.
“Ambillah ini.” Seusai Alena makan, ia membuka kulkasnya mengambil empat botol minuman dan memberikan pada Veselive.“Bawalah dua botol ini di tasmu,kasihan Lizzie jika harus membawa semuanya.”
“Iya,Kak.” Veselive menerimanya dan menaruhnya di kantung tasnya.
“Lizzie, ambil ini dan taruh di tasmu. Kau mungkin akan membutuhkan ini suatu saat nanti.” Alena memberikan seutai tali tambang dan sebuah pisau dapur pada Lizzie,tentunya pisau dapur itu sudah di beri penutup agar tidak menusuk tasnya dan mencegah hal yang di inginkan.
Huh,pastinya sangat kenyang mereka saat ini. Alena memberikan waktu untuk mereka beristirahat sampai jam dua belas malam nanti,.setengah jam sebelumnya,Alena menyuruh kedua adiknya untuk makan yang banyak lagi.
***
Jam sudah menunjukan pukul 01.00 malam.
Semua orang pasti sedang tertidur mungkin,karena ini malam senin. Mereka harus beraktivitas esok hari.
Alena mengunci semua jendela dan pintu rumahnya,bahkan menganjalnya dengan lemari dan meja agar tidak ada yang bisa masuk kesini.
Veselive menaruh atlasnya di meja kerjanya. Jika ia tidak dapat kembali mungkin ini adalah kenangan terakhirnya,sebelumnya ia melingkari kota El Dorado pada atlas mereka.
Mereka masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu dan menghusnakan 15 angka berharganya dengan cara membakar sebelumnya.
Waw,betapa terpukaunya mereka ini saat menekan tombol di luar pesawat ini sehingga langsung terbelah menjadi dua. *Ibaratkan bola yang di belah diameternya* terdapat tiga kursi disana,sepertinya ini di buat oleh Ayah dan Ibu Alena khusus untuk mereka bertiga.
Satu kemudi terletak di depan kursi tengah. Alena duduk di kursi kiri,Lizzie duduk di kursi kanan dan itu artinya Vaselive lah yang harus mengemudikan pesawat ini. Toh hanya dia yang lebih mengerti mengenai ini.
Gawat,mereka memiliki suatu kendala yang sangat besar.
“Kak,kita harus tahu pada tahun berapa kita akan ke tempat ini. Sedangkan ibu tidak memberikan pentunjuk tentang tahun yang akan kita kunjungi.” Ujar Veselive. Ada sebuah tombol yang mengharuskannya untuk menekan itu,tapi masalahnya ia tidak tahu tahun berapa yang ingin ia tuju. Perbedaan satu tahun tentu sangat mempengaruhi. Jikalau mereka pergi ke 2005 dan ayah mereka di 2006. Tentunya ia harus bertahan hidup disana selama satu tahun lagi.
“Kak,aku menemukan ini.” Lizzie memberikan sebuah kertas kepada Alena, “Kertas itu aku temukan di bawah.”
Alena membacakannya dengan cukup keras, “Untuk ketiga anakku tersayang.Nak,ibu sangat senang kalian bisa duduk disini sekarang. Ayahmu berada di El Dorado,sebuah Surga hutan dimana semua orang ingin pergi kesana. Pergilah ke tahun 1537,ayahmu berada disana. Masukan 15 angka tersebut ke kolom koordinat. Sampai disana kau akan bertemu dengan ayahmu,ia sudah menunggumu sejak 13 tahun yang lalu. Ada sebuah hadiah yang sangat besar untukmu,kau bahkan bisa menguasai dunia.” Tulis Ibunya untuk mereka bertiga.
“Apa kalian sudah siap?” Tanya Veselive sebelum menekan tombol GO.
“Tunggu kak,jika kita gagal… Aku akan tetap menyayangi kalian.” Sahut Lizzie,ada-ada saja memang,ia sudah berfikir kalau mereka akan gagal. “Tapi,kenapa Kak Alena menggunakan baju seperti itu?” Tanya Lizzie yang memberi tatapan aneh.
“Ini karena aku takut kekurangan pakaian,aku hanya membawa pakaian untuk kalian berdua dan Ayah.” Jawab Alena.
“Baiklah,pasang sabuk pengaman kalian.setelah aku menekan tombol GO,apapun yang terjadi kita harus berpegangan tangan bersama.” Ucap Veselive,ia memasukan semua angka ke koordinat. Ia hanya perlu menekan tombol GO untuk pergi,semoga saja semua berjalan dengan lancar. “Kak,Lizzie. Aku mencintai……KALIAAAAAAN.!” Alena,Veselive dan Lizzie memejamkan kedua matanya setelah Veselive menekan tombol GO.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” Mereka bertiga berteriak sangat kencang dan tak lupa berpegangan erat satu sama lain. Entahlah,apapun yang terjadi. Ia telah menyerahkan hidup-matinya pada sang pemilik alam semesta ini.
Rasanya seperti menaiki mobil balap dengan kecepatan 500km/menit. Sungguh terasa cepat,mereka hanya bisa berteriak dengan kencang dan menutup kedua matanya rapat-rapat.
Semua perasaan sedih,senang,takut,ingin mati dan lainnya bercampur aduk. Ini benar-benar pengalaman yang sangat-sangat tidak bisa di lewatkan seluruh umat manusia,pantas saja banyak yang ingin membuat mesin waktu.
Sang Author sendiripun sampai tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan saat ini. Sungguh ini di luar kuasa sang Author untuk menggambarkannya. Bagaimana keadaannya? Seorang pembaca yang pintar tentunya bisa membayangkan dengan baik. (?)
Perlahan dengan perlahan di menit-menit berikutnya tiba-tiba kecepatan menjadi sedang dan sampai sekarang menjadi berjalan normal. Sungguh tidak bisa di bayangkan bagaimana keadaan setelah tombol mengerikan itu di tekan.
Veselive membuka kedua bola matanya perlahan, “Sudah kuduga,sekarang aku berada di surga.” Cicit Veselive, semua yang terlihat di kaca pesawat ini hanya cahaya putih yang sangat terang.
Alena membuka kedua matanya, “Kalau begitu,kita berada di surga yang sama.” Serunya.
“Kakak,kita masih hidup.” Lizzie langsung memeluk kakaknya yang berada di sampingnya, entah perasaan senang yang bagaimana lagi untuk  menggambarkannya. Yang jelas ini seperti di beri nyawa kedua oleh Sang Pencipta.
Setelah cukup lama,mereka melepaskan pelukannya menyadari pemandangan yang terlihat dalam pesawat mesin waktu ini. Ini adalah perasaan yang baru di temukan sepertinya.
“Kak,ini dimana?” Tanya Lizzie yang melihat sekelilingnya penuh dengan cahaya putih. Semua yang terlihat di dalam sini tidak ada yang lain selain cahaya putih yang bersinar sangat terang.
“Kita sedang dalam perjalanan untuk menuju El Dorado.” Jawab Vasilive. Entahlah ini bisa di sebut pesawat atau sebuah mesin waktu,atau bahkan mungkin keduanya? Seperti di katakan sebelumnya.bentuknya bulat seperti bola berbalut emas,dan ada sayap seperti pesawat pada umumnya.
“Dimana itu El Dorado? Kakak hanya pernah mendengar namanya saja,tapi belum tahu tempat apa itu.” Sahut Alena. Ya,masalah seperti ini bukan Alena jagonya. Dia hanya jago di bidang memecahkan kode rahasia.
“Aku menemukan catatan ayah beberapa tahun yang lalu,Beliau adalah orang pertama yang menemukan tempat itu. para pengeruk harta dan orang yang suka berpetualang mendengar tempat ini.Edward Payne dulunya teman baik Ayah,setelah mengetahui El Dorado ia mennggalkan Ayah dan memanggil temannya untuk kesana. Namun saya,Ayah lebih pintar darinya. Ia membuat mesin waktu dan memindahkan Kota El Dorado ke tahun yang di rahasiakan,hanya kita saja yang mengetahui. Dan… Edward serta temannya tewas saat perjalan kesana,tapi belum ada yang mengetahui dia hilang begitu saja. Menerut isu yang terdengar,El Dorado berada di Amerika latin.” Vasilive menjelaskan sedikit yang ia ketahui pada Kakak dan Adiknya. Ya,hanya itu yang di ceritakan Ayahnya pada selembar surat beberapa tahun yang lalu.
“Woah…Woahh…”
Suara gemuruh terdengar,terjadi goncangan yang cukup hebat terjadi disini. Entahlah mengapa itu bisa terjadi, ketiga Putri Jackson saling berpegangan satu sama lain.
Goncangan ini lebih hebat dari sebelumnya,mereka merasa seperti di putar-putar dan lainnya. Tapi-tapi…jika mereka saling berpegangan siapa yang memegang kemudinya?
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”
***
Dunia terasa gelap gulita,tidak ada cahaya sama sekali disini. Apa mereka telah tewas? Tapi rasanya itu tidak mungkin. Ah,apa ini sebuah mimpi?
Jika iya,ini adalah sebuah mimpi yang sangat amat panjang,seru tapi juga menakutkan.
Alena membuka kedua matanya melihat daerah di sekelilingnya. Angin laut saling berkejaran satu sama lain,Dirasakan menggunakan telapak tangannya menyentuh butiran-butiran pasir pantai,terpampang jelas di depan matanya sebuah laut yang sangat luas. Alena melihat ke arah kirinya,benda itu… maksudku mesin waktu itu terbuka terbelah menjadi dua,tas serta makanan dan pakaian berserakan di atas butiran pasir pantai ini. Sepertinya ia belum terlalu sadar.
Ia melihat lagi ke arah kanannya,kedua Adiknya masih tergeletak di dekatnya dengan jarak ya bisa di bilang cukup jauh.
“Dimana kita?” Tanya Alena meyakinkan dirinya. Ia tidak bisa mengingat penuh apa yang terjadi sebelumnya,ia hanya bisa mengingat dia dan Adiknya berteriak dan sekarang menjadi seperti ini. Alena juga belum sepenuhnya bangun dari peristiwa ia terjatuh dari mesin yang membuat menjadi seperti ini sekarang.
Vasilive terbangun setelah mendengar suara masuk ke telinganya,ia merasakan sedikit pusing pada kepalanya. “Huh,Aku yakin kita sudah sampai.” Jawab Vasilive, Ia menggoyangkan bahu adiknya dengan salah satu tangannya, “Lizzie,bangunlah.”
“Ah,aku sudah mati!” Serunya yang langsun terbangun, aku sangat yakin bahwa Lizzie juga belum sepenuhnya terbangun.
“Ini El Dorado,cepat bereskan peralatan kalian dan taruh di tas.” Suruh Vasilive. Ia terbangun dan mengambil beberapa alat kimia,penemuan berharga,tambang,senter dan lainnya yang berserakan tak karuan seperti ini.
Alena berdiri,sepertinya ia sudah sadar sepenuhnya sekarang. Ia mengambil beberapa pakaian yang berserakan dan menaruhnya di tas,begitu pula dengan Lizzie.
Alena hampir menaruh pakaian terakhir ke dalam tasnya,ia menghentikan aktifitasnya setelah melihat seekor gajah berenang di lautan bebas seperti itu. “Lizzie,B-bintanang apa itu? K-kenapa seekor gajah bisa berenang seperti itu?” Tanya Alena. Bayangkan saja,Seekor gajah yang berartnya 5x lipat dari tubuhnya bisa berenang di lautan… mungkin juga Samudra seperti ini. Walaupun tidak tahu pasti,tapi bila di kira-kira mungkin kedalamannya sekitar ya… 500-1000 meter dari dasar laut.
“Aku…” Lizzie melihat Samudra di depannya tersebut,betapa terkejutnya dirinya saat melihat seekor jerapah bisa berenang seperti itu. ia yakin bahwa ia tidak salah lihat! Itu benar-benar seekor Jerapah air, “Kak…sejak kapan seekor jerapah bisa berenang seperti itu?”Lizzie cukup tercengang,ia sedang bermimpi atau apa? Mana ada jerapah serta gajah bisa berenang di lautan bebas seperti itu.
“Kak,Lizzie. Lihatlah. Kenapa seekor ikan bisa berjalan di pasir pantai?” Tanya Vaselive. Apa ini? Seekor ikan bisa berjalan,mimpi bodoh apa yang sedang ia rasakan sekarang? Ini benar-benar aneh,bahkan sangat aneh.
“B-bukankah itu seekor burung pelatik? K-kenapa ia bisa berenang? Ia juga tidak memiliki sayap.” Sekarang apa lagi? Alena melihat seekor burung pelatik tanpa sayap bisa berenang? Dan apa itu…mengapa seekor burung rajawali bisa berjalan layaknya seekor binatang darat?
“Oh,aku tahu. Bukankah ini El Dorado? Mungkin apa yang berada disini bertolak belakang dengan apa yang kita lihat sebelumnya.binatang yang hidup di darat bisa hidup di laut,yang hidup di laut menjadi hidup di darat. Dan yang hidup di udara bisa hidup di dua alam.” Tutur Vaselive,entahlah yang di katakannya itu benar atau salah. Itu hanya apa yang ia ketahui,ini sungguh sulit untuk akal percayai.
“Vaselive,kita terjatuh begitu saja. Tapi apakah mesin waktu ini masih bisa di pakai? Bagaimana kita bisa pulang?” Tanya Alena pada Vaselive,ia melihat beberapa bagian pada mesin itu rusak terbengkalai.
Vaselive mendekat pada mesin itu, “Kak,kita dalam masalah. mesin ini sepertinya rusak,mungkin sekitar 2 sampai 3 bulan aku baru bisa membetulkannya.” Jawab Vaselive. Ya ampun musibah apa lagi yang menimpanya kali ini,bagaimana mereka bisa pulang?
“Kak,tidak ada cara lain. Kita harus mencari ayah sekarang,sebelum hari menjadi gelap. Jam tanganku juga sudah tidak berfungsi lagi.”Sahut Lizzie adik bungsunya. Cukup benar rupanya,mereka harus cepat bertemu dengan Ayahnya. Jika malam hari,akan sulit mencari satu orang di pulau sebesar ini.
“Ide bagus! Sebelum para Hiu itu berjalan ke arah kita,lebih baik kita bersiap.” Alena memasang tasnya yang sekarang sudah berada di bahunya,ia mengeluarkan seutai tali tambang dan sebuah senter ia taruh pada kantung bajunya. “Cepat lingkarkan tambang ini pada pinggang kalian,jadi kita tidak takut kehilangan. Vaselive,kau di belakang dan Kakak di depan,siapkan bom peledak dan sentermu.” Suruh Alena.
Mereka menurut, Alena berada di depan membawa senter persiapan dan sebuah tiang besi yang ia ambil dari kerangka mesin waktu tersebut. Lizzie berada di tengah dan memegang sebuah pisau di depannya untuk berjaga-jaga. Dan yang terakhir Vaselive, ia membawa senter dan bom peledak di tangannya. Mereka bertiga mulai berjalan menyusuri tempat mengerikan tersebut, untuk berjaga-jaga Vaselive berjalan mundur untuk memantau di belakangnya. Ia tak mungkin jatuh,jikalau jatuh dan tersesat ada tambang di pinggangnya sehingga jika ia terjatuh Adik dan Kakaknya juga ikut terjatuh.
Perjalanan panjang menyusuri hutan belantara ini di mulai,Hutan yang cukup lebat dengan pepohonan besar disana. Sepertinya baru sedikit orang yang menginjak pulau ini,karena seperti tidak terlihat tanda-tanda kehidupan disini.
***
Di sebuah ruangan apartement mewah. Ada sofa,televisi,pendingin ruangan dan sebagainya berada disini,di ruangan samping juga terdapat lab. IPA.Apartement berlantai tiga ini mungkin adalah milik seorang pengusaha disini.
“Bos,bagaimana jika kita meminta putri Jackson keluar dari rumah itu sekarang? Jika menunggu dua minggu lagi,mungkin ia sudah melarikan diri dan tidak membayar hutang uang sebesar 1000 USD nya.”Ujar Luke Horan  pada gadis cantik yang ia sebut bos itu.
“Hmmm,itu ide yang bagus,Luke!” Seru Anna. Rupanya ia bos disini,tapi… dia bos apa? Kenapa di panggil Bos? “Jack,siapkan mobil. Kita akan pergi ke rumah Jackson sekarang!” Suruh Anna pada seorang anak buahnya bernama Jack Styles.
“Tapi,kenapa Bos sangat menginginkan rumah tua itu? bukankah masih banyak rumah mewah yang lainnya?” Tanya Jack pada Anna. Ia mengangkat salah satu alisnya sedikit,Jack baru bergabung menjadi pengikut Anna sejak tiga tahun yang lalu sehingga ia tidak tahu banyak.
“Teman satu kuliahanku dulu bernama Percy Jackson,ayah dari ketiga anak itu. Aku dan Edward berteman baik dengannya dulu. Percy dan istrinya mengajak kami untuk ke El Dorado,itu adalah sebuah pengunungan emas dan batu Zamrud. Nick dan Percy membuat sebuah mesin waktu,sampai disana kita tahu apa itu El Dorado. Hanya ada tiga mesin waktu disana. Aku,Nick dan Edward melarikan diri dan meninggalkan Percy dan Annabeth disana. Beberapa tahun kemudian kami mencari El Dorado namun tidak menemukan tempat itu lagi.Entahlah apa yang terjadi selanjutnya, Annabeth kembali ke dunia ini dan menurut isu yang tersebar Percy menghilang…mungkin ia masih berada di El Dorado,kemudian Edmund bergabung pada kami. Kami menemukan tempat ketiga anak Jackson dan Anna bersembunyi selama ini,kami membunuh Annabeth karena ia tidak mau memberitahu dimana koordinat dan tahun El Dorado. Saat ingin membunuh ketiga anak Jackson,polisi datang dan beberapa tahun berikutnya kau bergabung disini.” Jawab Anna sekaligus menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
“Tapi bagaimana dengan El Dorado? Bagaimana tempat itu dan cara kita untuk kesana,Nick?” Tanya Jack pada Nick.
“Eldorado adalah sebuah pegunungan emas yang kutahu,aku belum pernah sampai kesana sebelumnya. Baru melihat sedikit puncaknya dari kejauhan kami melarikan diri dan membawa salah satu mesin waktu,Percy meninggalkan koordinat dan mesin waktu pada putri Jackson yang entah dimana itu berada. Kita bisa menggunakan mesin waktu milik Jackson untuk kesana,tapi putri Jackson juga tidak tahu dimana itu. ia masih kecil saat itu,kita harus membongkar rumah Jackson setelah putrinya keluar dari sana. Itu mengapa Anna selalu menginginkan rumah ini,karena mesin waktu dan koordinat El Dorado berada disana.” Jawab Nick. Tentu saja,mereka berenam membutuhkan mesin waktu satu lagi untuk ke El Dorado. Karena,setiap mesin waktu hanya ada tiga kursi di dalamnya.
“Baiklah,tidak ada waktu lagi untuk berbincang.” Anna berdiri dari kursinya, “Sekarang kita pergi ke rumah Jackson!”
***
“Pintunya sulit untuk dibuka,Bos.” Ujar Jack saat mencoba membuka pintu rumah Jackson sangat keras,seperti ada yang mengganjal di dalamnya. Luke kan mempunyai kunci duplikat sehingga bisa membuka rumah itu,Namun pintu tetap sulit untuk di buka.
“Mereka sudah pergi dari sini,cepat Nick bantu untuk mendobrak pintu tersebut!” Suruh Anna pada Nick,Nick menurut ia mencoba satu..dua kali bersama Jack untuk membuka pintu itu,namun hasilnya sama saja. Edmund turun tangan bersama Edward untuk membuka pintu itu dan….
BRRRUUKKKK….
Pintu terlepas,lemari kayu jatuh saat mereka bersama mendobrak pintu rumah Jackson. Suasana sangat sunyi tak ada orang seperti dugaan Anna sebelumnya bahwa mereka telah melarikan diri.
“Cepat pergi ke Lab!” Suruh Anna lagi sehingga mereka semua pergi ke lab rumah ini. Karena setela pintu terbuka, Luke dan Jack telah mencari di kamar namun tidak ada siapa-siapa.
“Anna,coba lihat ini! Lihat apa yang aku telah temukan.” Sahut Nick saat melihat suatu benda yang cukup mencurigakan,tapi benda apa itu? kenapa terlihat seperti sangat berharga dan mencurigakan?
“Oh My God!” Pekik Anna terkejut melihat benda itu,Oh jadi itu adalah sebuah….

===== TBC =====

FF War Of God - Part 5

PART 5
“Bagaimana? Aku dan Sam bisa membuat banjir di daerah ini,dengan begitu seluruh keamanan tidak akan berfungsi!” Ide gila Steve muncul begitu saja,mereka sudah mengetahui letak mutiara tersebut. Beruntungnya,di satu tempat terdapat dua mutiara.
 “KAU GILA? Membuat bencana di gedung bersejarah ini? Aset serta document Negara tersimpan disini! Aku masih muda,aku tidak ingin masuk penjara hanya karena hal ini…” Blue memalingkan wajahnya kesal.
“Steve benar,Blue. Lalu bagaimana lagi? Pengawasan disini sungguh ketat!” Sam membelanya.
Blue memalingkan tubuhnya dan duduk di kursi panjang yang disediakan,ia mengguguti kukunya mencoba berfikir. Sam dan Steve duduk di samping Blue. Handpohne milik Steve berbunyi,ketika melihat siapa yang menelfon dengan cepat Steve berdiri dan mengangkat panggilannya tersebut. “Women alert!” Desis Sam.
“………….”
“A-aku dan yang lainnya baik-baik saja,kau tidak perlu khawatir.”
“………….”
“Aku tahu itu,kami akan berusaha secepatnya.” Ucapnya mengakhiri panggilan telefon,Steve menghelakan nafasnya lega. Ia teringat sesuatu.dengan cepat Steve menunjukan riwayat panggilanya,”Ini Kaila! Kau tidak perlu salah faham,dia-dia hanya memberitahuku bahwa Dewa di Olimpus semakin murka bahkan akan mengutuk Bumi jika kita tidak cepat mencarinya.” Steve menjelaskan dengan tergesa-gesa.
Blue berdiri di depannya,”Kau ini kenapa? Aku tidak akan salah faham,lagi pula bukan urusanku untuk mengetahui siapa yang menelfonmu.” Blue menatap Sam,”Aku setuju! Hanya saja,jangan merusak document penting Negara! Kalian hanya perlu membuat para penjaga dan pengunjung lainnya berlari keluar.
Sam tersenyum puas,sementara Steve masih kesal karena perkataan Blue. Steve hanya ingin menjelaskan bahwa ia dan Kaila tidak ada hubungan spesial. Just it!
Sam duduk setengah badan dengan tangan kanan ke langit dan tangan kiri ke bumi,ia menutup matanya. Sementara Steve meregangkan kedua tangannya lurus keatas. Suara petir terdengar menggelegar,Blush! Air keluar dari pipa kecil yang di gunakan  ketika keadaan darurat seperti kebakaran.
Air terus berjatuhan seperti hujan hampir di setiap titik tempat ini,Para penjaga berlarian dengan walkie talkie di tangannya,”Pipa mengalami kebocoran!” suara yang terdengar setengah berteriak.
Alert peringatan  telah berbunyi menyuruh seluruh pengunjung dan penjaga di tempat itu untuk pergi keluar. beberapa CCTV di sudut terkena air kebocoran pipa,Seluruh orang berlarian keluar,tempat ini menjadi sepi.
Tak ada orang lagi,Steve mengambil pot bunga di dekatnya dan melemparnya kearah kaca pelindung Perjanjian Benjamin Franklin. Tak ada respon hanya pot bunga itu saja yang rusak membuat pecahan-pecahan beling tajam di bawahnya. Sam melemparkan patung kepala Abraham Lincoln dan sukses membuat kaca pelindung pecah.
Dengan cepat Sam mengambil mutiara itu dan melarikan diri bersama temannya,mereka mengambil tas mereka di meja penjaga dan berjalan santai ketika keluar. setika sudah diluar,ketiga orang itu  mempercepat langkahnya dan pergi menjauh dari New York.
*
“Mari kita naik Bus umum!” Steve mengajaknya,kedua orang itu diam seolah mengatakan bahwa mereka tidak ingin,”Kita harus cepat! Dan uang kita tidak akan cukup jika harus menaiki taksi terus menerus…”
“Ah,baiklah! Kita naik bus umum!” Ucap Sam mau tak mau.
Mereka memutuskan untuk menaiki Bus umum untuk sampai ke Perpustakaan Kongres Amerika serikat, Blue duduk dikursi antara Steve dan Sam. “Mutiara milik Aphrodite dan Artemis!” Serunya.
Televisi mengganti progam lain secara tiba-tiba,itu berita darurat!
“Baru saja terjadi kejadian di White House,Amerika Serikat. Ketiga remaja membuat kekacaua,belum di ketahui pasti siapa mereka. Namun ketiga remaja ini sedang dicari oleh Petugas keamanan Amerika. Dua laki-laki dan satu perempuan,menggunakan pakaian seperti yang anda lihat. Tidak ada arsip Negara satupun yang hilang,namun belum di ketahui apa motif dari mereka memecahkan kaca pelindung Perjanjian Benjamin Flanklin dengan Pot bunga dan Patung Kepala Mantan Presiden Abraham Lincoln. Bagi anda yang mengetahui siapa mereka,harap melapor pada Keamanan di sekitar anda. Saya menyampaikan berita darurat langsung dari tempat kejadian.”
Seluruh penumpang di Bus menjadi berisik etelah mendengar berita ini. Sam,Blue dan Steve membeku menelan ludahnya di tempat. Mereka kini telah sukses menjadi Buronan,orang yang paling dicari di Amerika.
Sam membuka jasnya,begitu juga dengan Steve. Blue menguncir rambutnya menjadi satu ikatan dan menggunakan jaketnya untuk menutupi Dress putih yang dipakainya. “Kita menjadi buronan…” lirih Blue ketakutan.
“Shht! Jangan mengatakan hal itu disini,aku akan membuang jas ini ketika kita nanti sampai di tempat. Sebentar lagi hujan,jadi sulit untuk melacak sidik jari pada jas yang akan kubuang ini.” Ucap Sam berbisik.
“A-aku juga menggunakan lengan jas saat melempar pot itu,t-tidak perlu khawatir.”
*
Steve dan Sam segera membuang jas yang baru mereka beli setelah turun dari Bus umum,mereka bertiga berlari kecil untuk masuk ke Perpustakaan umum terbesar di Amerika serikat. Hujan dengan intensitas sedang terus berjatuhan.
Penjaga perpustakaan memaklumi para pengunjung,karena ini musim hujan jadi diizinkan masuk dengan baju basah. “Kalian berdua pergilah mencari lebih dulu,aku akan ke toilet untuk mengganti pakaian.” Ucap Blue,Sam dan Steve mengerti dan meninggalkannya.
-----
Di lain tempat.
Matahari baru saja bangkit dari lelapnya,namun Prim masih tertidur di kursinya,bajunya saja bahkan mengering sendiri setelah sebelumnya basah terkena hujan. Harry datang keruangan dan melihat Prim yang masih tertidur pulas.
Harry menaruh roti isi daging,kentang goring,serta air minum di atas meja. Ia mendekat kearah Prim,membukakan kaitan tali dari belakang kemudian berjalan kedepan. Harry merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah Prim,ia tersenyum damai kemudian pergi lagi untuk keluar.
Prim membuka matanya perlahan,ia tahu kedatangan Harry. Prim bangun dan mengambil tasnya memutuskan untuk kabur,baru selangkah ia berhenti dan berputar arah. Prim menaruh makanan dan minuman kedalam tasnya,ia mengambil kayu dan cat hitam yang sudah terbuka di dekat sana. ‘Terima kasih,aku tahu kau orang yang baik…Harry!’ tulisnya di meja tersebut sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.
Prim membuka pintu dan mengendap-endap ketika berjalan,ia menuruni tangga dan akhirnya keluar dari rumah tua dua lantai ini. Prim melihat sekeliling jalan dan pergi mencari bus untuk pergi.
Harry jelas tahu apa yang dilakukan Prim,ia sedari tadi memang menunggu Prim keluar dari rumah tua itu. Harry tersenyum kecut “Semoga kita tidak bertemu lagi…” ia menundukan kepalanya.
-----
Blue baru saja mengganti pakaiannya, ia mencuci tangannya sekaligus menatap dirinya dari pantulan cermin,ia melambatkan gerakan tangannya. Sesuatu telah mencuri perhatiannya,dua gadis di sampingnya baru saja pergi.
Blue mematikan air,dan berjalan ke belakang. Entah apa yang membuatnya sangat beruntung. TIGA! Bukan satu ataupun dua,melainkan TIGA mutiara tergeletak begitu saja di lantai sudut ujung yang hampir tak terlihat.
Blue segera mengantonginya dan keluar dari Toilet,ia tidak tahi dimana kedua temannya berada. Blue mendekat ke pagar pembatas lantai dua,”SAM…” Teriaknya.
“SHHHHTTTT!!!” Ia justru mendapat teriakan dari pembaca lainnya menyuruhnya untuk diam.
Blue segera menutup mulutnya,ia lupa tempat apa ia sedang berada. Sam dan Steve berada di lantai satu,dengan segera Blue berlari kecil kemudian menuruni tangga dan bertemu kedua temannya sekaligus keluar dari Perpustakaan ini.
“Aku mendapatkanya ketika di toilet! Demeter,Hera dan Dionysus. Betapa beruntungnya aku!” Ia tersenyum dengan senang.
DOARRRR!
Suara menggelengar terdengar mahakencang di telinga,Ketiga orang itu terkejut setengah mati.

=== TBC ===

FF War Of God - Part 4

PART 4
Blue berlari dengan membawa mutiara tersebut,nafasnya terengah,”Dimana Prim?”tanyanya polos. Steve menundukan kepalanya dan Sam masih betah dengan keheningannya, “DIMANA PRIM??!!” Blue berteriak.
“Seseorang yang tak kita kenal menculik Prim!” Sam menjawab dengan sedikit mengencangkan suaranya.
“APA?” Blue terkejut mendengar ini, “B-bagaimana bisa ini terjadi?”
“Saat kami mencoba menolongnya,Pria itu menggunakan sihir. Mereka menghilang begitu saja.” Steve menjawab.
“Pria itu akan datang lagi,kau tidak perlu takut. Ini sudah malam,aku tidak mau hal ini terjadi lagi. Kita harus menginap sementara!” Sam memerintah,mau tak mau mereka harus pergi ke Motel.
*
Cuaca pagi ini di warnai dengan awan mendung namun tidak di sertai dengan hujan dan petir seperti sebelumnya. Sam,Blue dan Steve memutuskan pergi dari motel di jam 7.00 pagi. Ketiga orang itu memutuskan membeli sarapan di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
“Eum— D-dimana tujuan kita selanjutnya?” Tanya Sam dengan mengunyah sandwitch yang baru ia beli.
Steve menaruh roti isi dagingnya di kursi kosong di sebelahnya,ia mengeluarkan peta dari tasnya. Ia membaca sebentar isi peta itu dan langsung menggulungnya lagi,ia terdiam,”Dimana?” Sam bertanya lagi,namun Steve masih nyaman dengan keheningannya.
“W-white house…”Ucapnya lirih,Sam dan Blue terkejut mendengar hal ini.
Gedung dengan penjangaan super ketat,dilindungi oleh Negara,CCTV tertempel di setiap sudut dengan banyak pelindung anti peluru. Sebuah gedung yang berisi banyak aset dan sejarah Amerika.
“Aku memiliki ATM! Kita tidak bisa berpakaian seperti ini jika kesana!” Ucap Blue sambil membersihkan sisa makanan dengan tisu yang ada di sekitar mulutnya.
Steve menatap kesekeliling jalan,”Disana! Toko baju! Kita bisa membeli disana…”
*
Jas hitam berbalut kemeja putih sudah di kenakan rapih oleh Sam,Steve menggunakan kemeja berwarna biru dengan dasi putih dan Blue menggunakan Dress putih dengan rok sepanjang lutut. Untunglah saat ini sedang tidak hujan.
Mereka masuk kedalam gedung itu dengan anggun dan sopan,tas dan bawaan lainnya tentu saja di titipkan oleh penjaga keamanan.  Ketiganya berkeliling ke sepanjang tempat ini.
-----
Di lain tempat.
Prim duduk melepas di kursi dengan kedua tangan di ikat ke belakang,sementara Pria di sampingnya terus menatapnya dengan lirih. “TOLONG LEPASKAN AKU!!” Teriaknya.
Harry tersenyum kecut,”Apa kau pernah mendengar ada penjahat yang melepaskan korbannya begitu saja?”
Prim menatapnya tajam,”Kalau begitu kau tunggu saja! Steve dan Sam akan datang untuk menyelamatkanku!” Jawabnya yakin.
“Ah kedua pria itu!” Ucapnya seolah teringat, “Mana yang lebih kau sukai?”
“Apa?” Tanya Prim bingung.
“Steve? Kau menyukainyakan?”
Prim terkejut mendengar ucapannya,”Steve? Yang benar saja! Dia hanya temanku,hubunganku dengannya tak lebih dari sekedar teman.” Jawabnya dengan yakin.
“Bagaimana dengan Sam? Putra tunggal dari Zeus? Bukankah kau mendekatinya selama ini?”
Prim dibuat kikuk oleh pertanyaanya,”HA! S-sam? D-dia menyukai Blue,temanku!” Jawabnya mengelak,”Aku tidak mengenalmu! Berani-beraninya kau bertanya masalah pribadiku! Sudahlah,jika kau tidak akan melepaskanku lebih baik tunggu sampai besok…Steve dan Sam serta Blue sudah pasti akan menyelamatkanku.”
Harry berdiri dari kursinya dan berjalan kearah Prim,ia mengangkat dagu Prim dengan tangannya,menyuruhnya untuk menatapnya lebih dalam. “K-kau tidak mengenalku? Aku…aku teman Sekolah dasarmu.” Harry melepaskan tangannya,kemudian duduk lagi di kursinya. “Itu bagus jika kau tidak mengenalku,yang pasti aku adalah Putra salah satu Titan yang akan menolong Ibumu,Athena.”
Prim mencerna baik-baik ucapannya,ia mengingat kenangannya semasa Sekolah dasar. Matanya membulat menyadari sesuatu yang pasti,”H-harry? Harry Edward Styles! Harrinour Putra Prometheus?”
Harry lagi-lagi tersenyum miris,”Akhirnya kau mengenalku. Selama ini aku orang yang mengawasimu,Prim. Itu karena aku menyimpan perasaan padamu,maka dari itu aku menculikmu.” Harry menjelaskan,namun nampaknya kebingungan muncul di wajah Prim. “Ibumu,Athena pernah menolong ayahku. Dan sempat ada fikiran kalau ibumu ingin menguasai Olimpus. Ayahku selama bertahun-tahun di hukum oleh Zeus,jadi aku membantunya untuk melakukan ini. Dengan mencuri mutiara kekuatan membuat Zeus murka dan saling menuduh. Ketika tiga Dewa terkuat itu mati,Ibumu dan Ayahku bisa menguasai tahta Olimpus.” Jawabnya menerangkan lebih inci.
“Tunggu-tunggu…aku-aku,aku masih belum mengerti soal ini.” Prim kebingungan. “M-mengapa kau menculikku?”
Harry berdiri dengan sedikit kemarahan,”Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku menyimpan perasaan padamu sejak lama! Kau tidak perlu takut,kau akan aman bersamaku. Dengan begitu mudah bagiku untuk mencelakakan Ketiga temanmu…” Harry duduk kembali meredam emosinya.
“KAU MELAKUKAN INI KARENA KAU MENYUKAIKU?” Prim marah di buatnya, “Tindakanmu sungguh kekanak-kanakan! Kau tahu betapa bodohnya dirimu? Karena tindakanmu ini membuat nyawa dari 7 Miliyar orang di dunia ini terancam,bencana hadir dimana-mana! Congratulations,Harry! You make me so fuck to hate you!” Prim memberikan penekanan di akhir kalimatnya,ia segera memalingkan mukanya.
Harry terdiam dibuatnya,ia berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkannya.
-----
“Bagaimana? Aku dan Sam bisa membuat banjir di daerah ini,dengan begitu seluruh keamanan tidak akan berfungsi!” Ide gila Steve muncul begitu saja,mereka sudah mengetahui letak mutiara tersebut. Beruntungnya,di satu tempat terdapat dua mutiara.

=== TBC===

FF War Of God - Part 3

PART 3
Keempat orang itu akhirnya sampai di depan gerbang Museum yang menjulang tinggi itu,perjalanan setelah satu jam di tengah badai berjalan kaki. “Ayolah,kita disini bukan untuk memandangi Museum ini dari luar!” Steve menepuk pundak Sam. Mereka memutuskan untuk kedalam.
Mereka menaruh tas mereka di tempat pemeriksaan,sebenarnya tidak boleh datang dengan keadaan kuyuh seperti ini. Namun para penjaga mengerti mengapa sebagian pengunjung menjadi basah seperti ini,alhasil setiap pengunjung di berikan handuk sembari menikmati keindahan isi Museum ini.
Prim,Sam serta Steve masih berdiri di dekat pintu masuk. Sedangkan Blue terus berjalan dengan handuk yang sedang mengeringi rambutnya. Sesuatu menarik perhatian Blue,Ia membulatkan matanya. “ITUU…”
Merasa bahwa alert telah berbunyi,Sam,Prim dan Steve segera menghampiri Blue. Ia menatap kearah yang sama dengan Blue,”Mutiara! Tapi banyak orang disini!” Prim menggerutu sebal.
“Kalau begitu,kau harus membuat semua orang pergi dari sini…” Sam bergumam kecil.
“Aku punya ide! Aku akan menjaga sisi selatan,Prim sisi barat dan Sam disisi Timur. Blue,kau harus cepat mengambilnya,jangan membuat kekacauan,okay?!” Steve baru saja akan pergi,dengan cepat Blue mengencangkan suaranya sehingga mereka dia dan menghadap kepadanya.
“Kenapa aku?”
“Kau yang menemukannya.” Jawab Steve dengan mudah.
Blue berdecak kesal,Steve dan yang lainnya berjaga-jaga. Posisi sudah aman saat ini,Blue mendekat secara perlahan mendekati maha karya lukisan dunia yang terpampang di depannya di lapisi oleh kaca anti bencana dan anti peluru.
Blue melirik keadaan di sekitarnya,ia membuka pintu yang ada di dekatnya dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Itu bukanlah ruangan dimana sembarangan orang bisa masuk. Lukisan itu di lindungi oleh passcode untuk membukannya.
Blue menutup matanya,ia berfikir. Huruf-huruf berantakan terbang di udara,sampai akhirnya huruf itu tersusun menjadi suatu kata. “Leonardo1878” Blue memasukan kode itu dan warna hijau bertuliskan ‘Open’ terpampang di atas passcode.
Blue membalik lukisan tersebut dan mengambil mutiara yang ada disana,cukup sulit. Hampir seluruh lukisan di Galery ini adalah 3 Dimensi,jadi jangan sampai mata anda menipu fikiran anda jika datang ke tempat ini.
Blue berhasil mengambil mutiara itu dan mengembalikan semuanya seperti awalia menutup pintu dan memberi aba-aba ketiga temannya agar mereka berkumpul. Keempatnya berkumpul sambil berjalan beriringan seolah sedang mengobrol dengan santai,”Aku mendapatkannya!”Desis Blue. Mereka mengerti.
Keempat orang itu memakai kupluk pada jaket mereka dan menunggu taksi datang,mereka masuk dengan posisi sama seperti sebelumnya. Blue mengeluarkan tangannya dari kantung jaket dan menunjukannya pada ketiga temannya. “Busur dan anak panah,ini mili Apollo!” Blue berseru.
“Kemana tujuan anda tuan?” Supir itu berseru.
“Motel terdekat kearah New York!” Sam menjawabnya. Supir itu mengerti dan menganggukan kepalanya. Handphone milik Steve berbunyi,dengan cepat Steve mengeringkan tangannya dan mengangkat panggilan telefon dari Kaila Rumanoff,salah seorang teman perempuannya di perkemahan Demigods.
“Steve,bagaimana keadaan disana?” Perempuan itu berteriak agak cempreng.
Steve berdehem dan menjawabnya dengan dingin,”Kami berhasil mendapatkan mutiara Apollo!”
“Ah,baguslah kalau begitu! Suasana di perkemahan memburuk,sepertinya protector tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Jika protector rusak,kemungkinan perkemahan ini akan sama saja seperti dunia luar. Ketiga dewa itu sangat marah sepertinya,kalian harus cepat menemukan sisanya!”
“Aku mengerti,aku akan menutup telefonnya.” Tutt tutt—
“Apa katanya?” Sam bertanya. “Keadaan perkemahan semakin memburuk.” Jawab Steve dengan jujur. Taksi berhenti dengan mendadak,semua orang hampir saja menabrak di depannya. Suara klakson berlantun di sekitar sini,seperti biasa…kemacetan.
“Apa yang terjadi? Kemacetan?” Prim bertanya.
“Of Course,This is New York City!” Supir itu berseru. Kemacetan selalu terjadi di kota besar ini,namun ini sudah sekitar jam 7.30 malam waktu setempat,seharusnya kemacetan tidak separah saat ini.
“Sam,gelangmu menyala!” Prim berseru.
Sam segera menaikan lengan bajunya dan benar! Keluar cahaya dari gelang tersebut. Gelang yang di beri oleh Zeus untuk putranya,Zeus tahu benar kalau ia mempunyai banyak musuh yang berkeliaran disini,Zeus hanya takut musuhnya itu melukai anaknya,jadi Zeus membuat gelang yang akan menyala jika bahaya akan datang. Dan terang gelapnya sinyal itu tergantung dengan bahaya yang akan datang tersebut.
“Sam memberikan sejumlah uang kepada supir tersebut,kami berhenti disini! Bisa kau tunjukan dimana motel tersebut berada?”
“Kau hanya perlu berjalan 100 meter dari arah kiri mu.”
“Kita turun sekarang!” Ucap Sam yang langsung memasang kupluknya,ia keluar dari taksi tersebut. Ketiga orang itu mau tak mau mengikuti. Sam berjalan ke pinggiran jalan,ketiga orang itu membuntuti,Prim di bagian paling belakang yang memegang mutiara tersebut.
Sam tidak tahu apa yang akan terjadi,tapi hatinya terus gelisah. Harry Edward Styles mengawasi orang-orang itu dari belakang,ia mempercepat langkahnya dengan membetulkan samara pada wajahnya.
Harry sudah berada di belakang Prim. merasa kegelisahan,Prim segera membalikan tubuhnya,namun orang itu segera menarik Prim dari barisan “Bl—“ mulutnya di bekap saat ia berusaha berteriak,namun ketiga orang itu segera membalikan tubuhnya.
Prim merogoh kantung jaketnya dan segera melempar mutiara tersebut,Steve dan Sam segera berlari menolong Prim. Tak ada satupun warga New York yang menyadari hal ini. Harry melepas tangannya dari mulut Prim dan menatap kedua orang yang tak jauh darinya,ia mengisyaratkan dari tangannya. Awan hitam muncul dan sedetik juga menghilang,Prim dan orang misterius itu menghilang.
Blue berlari dengan membawa mutiara tersebut,nafasnya terengah,”Dimana Prim?”tanyanya polos. Steve menundukan kepalanya dan Sam masih betah dengan keheningannya, “DIMANA PRIM??!!” Blue berteriak.
“Seseorang yang tak kita kenal menculik Prim!” Sam menjawab dengan sedikit mengencangkan suaranya.
“APA?” Blue terkejut mendengar ini, “B-bagaimana bisa ini terjadi?”
“Saat kami mencoba menolongnya,Pria itu menggunakan sihir. Mereka menghilang begitu saja.” Steve menjawab.
“Pria itu akan datang lagi,kau tidak perlu takut. Ini sudah malam,aku tidak mau hal ini terjadi lagi. Kita harus menginap sementara!”

=== TBC ===

FF El Dorado Time Travel - Part 1

EL DORADO TIME TRAVEL




Tittle : El Dorado Time Travel
Genre :  Family,Action,Adventure,Fantasy,Legend.
Length : 8 Part- End
Rating : 13+
Cast :
·         Logan Lerman as Percy Jackson a.k.a. Ayah dari Alena,Vasileve dan Lizzie
·         Dwiarti R. as Alena Jackson a.k.a Anak pertama
·         Fahira M. as Vasileve Jakson a.k.a Anak kedua
·         Adila Q. as Lizzie Jackson a.k.a Anak bungsu
·         Shafira F. as Annabelle Smith a.k.a Musuh keluarga Jackson
·         Nial Horan as Luke Horan a.k.a Pengikut Annabelle
·         Harry Styles as Jack Styles a.k.a Pengikut Annabelle
·         Zayn Malik as Edmund  a.k.a Pengikut Annabelle
·         Louis Tomlinson as Nick Tomlinson a.k.a Pengikut Annabelle
·         Liam Payne as Edward Payne a.k.a Pengikut Annabelle
Support cast : Annabeth Jackson as Istri Percy Jackson.
Writer : HTS a.k.a Dwiarti Rahma Utami (@HanZzingPang)
Note !!!
Untuk adik yang masih di bawah umur butuh bimbingan orang tua tentang cerita ini,karena ini hanya sekedar imajinasi dari sang penulis saja. Jangan terlalu terpaku dengan kisah yang di ceritakan disini. Kisah ini beberapa persen di ambil dari LEGENDA  asli,Mohon maaf apabila ada kesalahan tulisan baik nama,tempat dsb.
Kalian bisa memberi kritik dan saran melalui komentar di bawah ataupun melalui twitter ke Author.
Jika rating pembaca cukup tinggi kemungkinan akan di tulis lanjutan dari cerita sebelum ini yaitu : The lost Treasure,The Mistery code dan Time Machine.
Jadi mohon pastisipasinya untuk membantu share kepada teman anda jika cerita ini menarik,dan Mohon maaf apabila ada karakter yang tidak sesuai dengan sifat aslinya. Karena ini hanya sebuah cerita fiktif belaka,Terima kasih.
PART 1
El Dorado,sebuah legenda tua yang belum terpecahkan dunia sampai saat ini. Entah hanya ini karena sebuah omong kosong belakang atau memang sebuah Kota Emas yang hilang ? huh,sebuah kota emas yang hilang? Tentu saja banyak pemburu harta dunia yang rela menjadikan nyawanya sebagai pertaruhan untuk sebuah perjalanan menuju tempat ini.
Belum ada yang tahu pasti tentang keberadaan El Dorado yang sebenarnya. Diawali penjelajahan Columbus di Amerika pada 1492, kisah dunia baru yang kaya logam mulia itu tersebar ke Eropa, mengundang lebih banyak penakluk Spanyol berdatangan.
Tapi sekarang ini sudah menjadi tahun 2014,kisah El Dorado sudah lama hadir sejak kurang lebih 600 tahun yang lalu. Tapi belum ada di dunia ini yang dapat membuktikan nyata kehadiran Kota emas yang hilang tersebut.
Ribuan penjelajah dunia dan Pemburu harta telah tewas dengan sia-sia tanpa membuktikan kebenaran kisah tersebut. Dengan nafsu mencari sebuah Kota Suku Chibcha yang berbalut emas siapa yang tak ingin memiliki kota tersebut? Lelehan danau berairan emas yang di sebut dengan Danau Guatavita,dan Gunung emas dan batu Zambrud yang bertumpuk disana tentunya menjadi tujuan utama pemburu harta termasuk Annabelle Smith. tapi, siapa dia?
Annabelle Smith,ia adalah seorang musuh terbesar keluarga Percy Jackson. Untuk menuju ke kota El Dorado tentunya di butuhkan koordinat menuju tempat tersebut,dari miliyaran orang di dunia ini hanya keluarga Percy Jackson yang memiliki koordinat menuju tempat tersebut.
Ketika Alena Jackson berumur 5 tahun,Ibunya yaitu Annabeth Jackson mati terbunuh di hadapannya dan kedua adiknya. Tapi… siapa pembunuhnya? Tak lain adalah Annabelle dan pengikutnya. Mendiam memberikan secarik kertas yang berisikan surat serta koordinat menuju surga dunia tersebut. Entahlah,sampai sekarang ketiga anak itu belum dapat mengartikan secarik kertas berisikan kode dan bahasa yang entah berasal darimana itu.
Annabeth Jackson adalah seorang penulis sebuah buku terkenal.sekitar satu tahun ketiga bukunya yang berjudul The lost Treasure,The Mistery code dan Time Machine laris terjual keseluruh dunia dengan berbagai bahasa.
Ketiga buku tersebut adalah sebuah alasan kuat mengapa Annabelle membunuh Annabeth dengan cara yang mengenaskan. Setelah ia tewas,Annabelle yang sering di sapa Anna ini juga tak lupa menyebarkan gosip kebohongan kepada Annabeth.
Semua orang di dunia tidak percaya dengan buku karya Annabelle lagi. Semua orang yang merasa di bohongi membakar jutaan kopi buku tersebut sampai mengucilkan keluarga Jackson. Keluarga Annabeth juga ikut membakar buku itu karena ia tak pernah menceritakan kebenaran cerita tersebut,hanya ketiga anaknya yang percaya dengan cerita itu.
Semua karangan Annabeth adalah sebuah cerita asli dan bukan sebuah omong kosong seperti yang di buat Anna,itu yang memperkuat ketiga anaknya percaya dengan karangan Ibunya tersebut. Harta karun yang hilang,Kode rahasia menuju kota emas dan mesin waktu tanpa di sadari adalah sebuah cerita yang saling berkaitan satu sama lain.
Beberapa bulan sebelum Annabeth terbunuh ia hampir menerbitkan sebuah buku yang berjudul ‘El Dorado’,namun sayangnya ia telah tewas di tangan Anna lebih dahulu. tapi bagaimana bisa seorang bisa kesana? Mungkin ketiga buku karya Annabeth adalah kuci jawaban menuju tempat tersebut.
Sampai umur Alena yang menginjak 18 tahun, ia dan kedua adiknya Vasilive dan Lizzie selalu di kucilkan oleh semua orang sampai sekarang. Mereka bertiga tidak dapat sekolah dan bermain seperti remaja pada umumnya,mereka hanya berdiam diri di rumah dan terkadang membeli makanan ringan di minimarket. Bahkan terkadang pemilik minimaket tak ingin menjual makanan kepada mereka, sehingga Alena sebagai anak tertua harus pergi ke minimarket lain yang belum tentu mengizinkannya membeli makanan disana.
Mereka seperti tidak memiliki sanak keluarga di dunia ini,dua minggu lagi  rumahnya harus di jual kepada orang lain karena terlibat hutang. Mengapa mereka berhutang? Itu karena ketiga anak Jackson tidak bekerja dan memiliki uang. Hanya seorang Pengusaha kaya yang memberikan mereka uang sebesar 50 USD setiap bulannya.
Tentu saja ini tidak dengan cuma-cuma, pengusaha itu memberikan waktu dua minggu lagi untuk mereka keluar dari rumah tersebut. Rumah mereka adalah harta satu-satunya untuk ketiga anak Jackson. Tapi mereka telah meminjam uang berjuta-juta USD padanya sehingga harus membayarnya dengan harta mereka satu-satunya.
Jika Alena tidak mau rumahnya di jual,ia harus mengganti uang sebesar 300 juta USD kepadanya sebelum dua minggu lagi. Ibunya pernah berpesan “Secarik kertas dan rumah ini adalah harta berharga untuk kalian,jangan pernah memberikan ini kepada orang lain.” Tapi jika mereka menjual rumah ini bagaimana? Tidak ada cara lain selain membayar hutangnya tersebut kepada pengusaha itu.
Author POV.
Ckkkrrrriikkkk…
“Kakak sedang apa?” Tanya gadis berumur 16 tahun bernama Lizzie,ia adalah adik bungsu Alena. Lizziepun duduk di pinggiran kasur dekat Alena, “Kakak masih ingin mencoba mengartikan kertas bodoh tersebut.” Lanjut Lizzie. Memang hanya sekedar kertas berisikan bahasa alien mungkin,tapi itu adalah sebuah harta bagi Alena yang di berikan Ibunya untuk membiayai kedua adiknya.
Alena menyadari bahwa Lizzie adiknya berbicara padanya,ia melepaskan kaca pembesar dari tangannya dan beranjak berdiri dari kursi yang ia duduki sebelumnya, “Kenapa kau selalu menghina kertas pemberian Ibu ini?” Alena berkacak pinggang sambil melepas kaca mata yang ia pakai.
“Kak,berhentilah mengurusi kertas bodoh tersebut! Bagaimana kita membayar hutang untuk rumah ini?” Lizzie mulai meninggikan suaranya, “Kak,aku bosan hidup seperti ini! Kita semua di kucilkan semua orang,Kak Vasilive selalu berdiam diri di ruangan bodoh tersebut tanpa berbicara. Dan Kakak selalu mengurusi kertas bodoh yang entah apa isinya itu! apakah hanya aku yang hidup dengan waras di keluarga ini?”
Prakkkkkk…
Awh,pasti sakit rasanya. Kata-kata Lizzie barusan mungkin membuat Alena terhina sampai ia harus menampar pipi adiknya tersebut.
“Kertas bodoh? Lizzie,berapa kali lagi Kakak harus mengatakan ini padamu?” Keluh Alena, “Sebelum Ibu menutup matanya,ia mengatakan kalau ini adalah sebuah harta berharga. Kau juga melihat saat Ibu memberikan ini untukku,tapi kau masih berumur 3 tahun sehingga tidak mengerti ini. Kau bahkan yang mengerti tentang Sejarah dan Arkeolog tidak tahu darimana bahasa yang tertulis disini!” Seru Alena yang menceramahi adiknya tersebut.
“Kak,dari seluruh bahasa yang ada di dunia ini…tidak ada satupun bahasa seperti yang tertulis dalam kertas bodoh tersebut. Jadi berhentilah untuk menerjemahkan kertas yang tidak ada artinya itu dan fikirkan bagaimana kita harus membayar hutang rumah ini!” Lizzie terus memegangi pipinya yang merah di buat kakaknya.
Entah darimana fikiran Lizzie ini,ia mengambil segelas air di atas meja kerja kakaknya dan menumpahkan air ke wajahnya.
“Ck!” Alena hanya bisa berdesis kesal sambil memalingkan wajahnya saat adiknya menumpahkan air ke arahnya.
Oh My God! Apa yang telah di lakukan Lizzie? Alena melihat kertas berharganya tersebut basah terkena air yang di tumpahkan Lizzie barusan,dan yang lebih parahnya lagi… beberapa huruf disana menghilang karena luntur.
Kertas yang awalnya penuh berisi tulisan seperti :
bnmgf654768676756t5566hggtdty, untuk ketiga anakku tersayang.td5r7565hghftytsaat kau memiliki masalah besar,ytt6gghyfdtyrfu787i89 aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.trtr567ttggyt67 ambillah ketiga buku,frfrfrfrexc34t57 yang pernah berikan untukmu.4rt65Def45rr4dfhg sampai kau sampai di sebuah r4f4yrf743yrd73hdwey pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu. Edrf refd487fy3489r34dh dia masih hidup dan terus menunggumu.34yr4938ydh xcbddfrt. Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? Rtgy6h6ytrc44 banyak orang di sekitarmu yang yt73tdsiu3ud3bhudh’;shgs ingin mencuri harta berharga ini rg5y6h65tgfgt4ryv ibu akan terus menyayangimu rbvdveudgrefgt dddd ferft5gy 5 digit terakhir.
Tiba-tiba menghilang beberapa hurufnya. Oh,Alena sekarang mengerti tentang Misteri kode yang tertulis di surat ini.
“Lizzie,dengarkan kakak. Kau telah membantuku untuk memecahkan kode rahasia ini.” Semoga apa yang di fikirkan Alena ini benar,Ia memegang kedua pundak adiknya dengan tatapan sangat senang yang belum bisa di artikan oleh Lizzie, “Ambilkan sebuah nampan persegi panjang dan isi air di dalamnya dan cepat bawa kesini!” Suruh Alena. Entahlah apa yang ada di fikirannya ini,seharusnya ia sedih karena sebagian huruf disana menghilang. Bukannya malah memberi tatapan senang seperti ini.
“Kak,ada apa? Kenapa menjadi seperti ini?” Tanya Lizzie yang terkejut mengapa kakaknya ini menyuruhnya membawakan nampan persegi dan air seperti ini,harusnya ia marah bukan seperti ini.
“Cepat ikuti perintah kakak! Kakak mengerti tentang surat ini.” Alena terus memukul lengan adiknya agar pergi menuruti perintahnya.
Lizziepun hanya bisa menurut mengikuti perintah kakaknya yang sulit di artikan ini,.
Alena menyalakan lampu belajarnya dan menggunakan kembali kaca matanya. Entah apakah ini karena Dewi Fortuna yang berpihak padanya atau apa, akhirnya setelah 13 tahun lamanya Alena bisa mengartikan kode rahasia dari Ibunya ini.
Lizzie datang membawakan nampan persegi panjang dan air di dalamnya sesuai perintah kakaknya dan menaruh di meja Alena dengan perlahan.
Alena menaruh kertas itu perlahan dan HA! Beberapa huruf disana menghilang sesuai dengan dugaan Alena sebelumnya. Tapi-tapi,kenapa ia sangat senang? Apa karena surat penting disana bisa terbaca di dalam air?
Alena dengan perasaan sangat bergembira mengambil kertas itu dan membacanya, ia tahu sekarang apa yang tertulis disana! Ia dengan perasaan yang sulit di artikan ini tiba-tiba langsung memeluk adiknya dengan bangga.
“Kakak tahu apa surat ini,Lizzie cepat ambilkan semua buku karya ibu dan temui kakak di balkon atas,Kakak akan pergi ke gudang.” Ucap Alena dengan mata berbinar yang langsung pergi membawa kertas itu ke balkon atas rumah mereka.
Lizzie dengan bingungnya hanya bisa menuruti perintah kakaknya untuk mengambil keenam buku karya Ibunya di perpustakaan kecil rumah mereka.
Maksudnya,Ibunya kan menuliskan 3 judul buku sampai saat ini. Beberapa tahun kemudian saat keluarga mereka di kucilkan, Vasilive dan Lizzie memberanikan dirinya pergi ke toko buku beberapa tahun yang lalu. Mereka membeli ketiga buku karya Ibunya,tiga untuk Vasilive dan tiga untuk Lizzie.
Karena Ibunya hanya memberikan tiga buku cetakan pertama untuk Alena sebagai kakak tertua,Lizzie dan Vasilive akhirnya membeli bukunya di toko buku. Sebenarnya bisa saja mereka membeli tiga buku untuk di baca bergantian,tapi ia malah membeli sebanyak enam buku.
*Maksudnya kan ada tiga judul buku,nah di situ mereka beli satu-satu untuk setiap judul. Biar nggak berantem(?).jadi setiap anak punya tiga buku dengan judul yang berbeda karya ibunya.*
***
Alena menggeser kursi kusamnya dan duduk disitu. Ah,ruangan ini sungguh berdebu seperti tidak pernah di bersihkan sebelumnya. Meja belajar Alena dulu masih tersimpan di gudang ini yang sudah sangat berdebu. Gudang ini berisi banyak benda yang sangat kusam.
Alena menyalakan lampu belajar yang sudah di tutupi dengan sarang laba-laba tersebut,untunglah masih bisa menyala.
Ia mengambil ketiga buku yang pernah di berikan oleh ibunya,dari sekian jutaan kopi buku yang terjual di dunia ini. Buku itu adalah setiap cetakan pertama yang di berikan untuknya.
Sial,buku ini juga cukup berdebu juga, Alena membersihkan debu pada ketiga buku tersebut dengan tangannya.
Ia membaca surat itu lagi dan…
bnmgf654768676756t5566hggtdty, untuk ketiga anakku tersayang . td5r7565hghftyt saat kau memiliki masalah besar , ytt6gghyfdtyrfu787i89 aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.trtr567ttggyt67 ambillah ketiga buku,frfrfrfrexc34t57 yang pernah aku berikan untukmu.4rt65Def45rr4dfhg sampai kau sampai di sebuah  r4f4yrf743yrd73hdwey pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu.  Edrf refd487fy3489r34dh dia masih hidup dan terus menunggumu.34yr4938ydh xcbddfrt. Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? Rtgy6h6ytrc44 banyak orang di sekitarmu yang yt73tdsiu3ud3bhudh’;shgs ingin mencuri harta berharga ini  rg5y6h65tgfgt4ryv ibu akan terus menyayangimu rbvdveudgrefgt dddd ferft5gy 5 digit terakhir.
*Anggap yang bergaris itu menghilang.
Alena tahu sekarang jadi itu adalah hadiah terbesarnya. Alena menyelidiki satu pesatu ketiga buku yang ada di hadapannya dengan cermat,dimulai dari buku The Lost Treasure.
Ckkkrrriiikkk…
Lizzie datang membawakan keenam buku tersebut dan menaruhnya di atas meja. “Kak,ada apa? Tolong jelaskan padaku.” Runtuk Lizzie,jelas saja. Ia belum mengerti dengan kelakuan kakaknya.
Alena belum menjawab pertanyaan adiknya.Kesembilan buku sekarang sudah ada di hadapan Alena. Ia menyelidiki perlahan apa perbedaan setiap buku yang di berikan oleh ibunya dan yang di beli di toko buku.
Alena mengambil kertas yang mulai usam dan pulpen disana. Setiap buku dan yang lainnya memiliki perbedaan pada barcodenya. Jadi itu jawabannya, Barcode pada buku yang Ibunya berikan ibunya sangat berbeda dan berwarna emas. Kedua buku milik Lizzie dan Vasilive memiliki barcode angka yang sama dan berwarna hitam. Mungkin setiap buku yang terjual juga sama seperti miliki Lizzie dan Vasilive.
“5 digit terakhir.” Gumam Alena dalam hati. Tertulis 89456 72547 19367 pada buku milik Alena dan 89456 27366 28357 pada buku Lizzie dan Vasilive. Buku pertama karya ibunya adalah The lost Treasure,buku keduanya The Mistery code dan buku ketiganya Time Machine.
Buku kedua dan ketiga karya ibunya juga sama. Yang di berikan pada ibunya berbeda dengan yang di jual di pasaran.
“Kak,untuk membuka pintu rahasia ini membutuhkan 15 angka. Tapi ada milyaran juta angka untuk membuka ini,mana mungkin kita harus mencoba 00000 00000 00000 sampai 99999 99999 99999.” Alena teringat dengan ucapan adik keduanya yaitu Vasilive.
Alena mengambil 5 angka terakhir dari buku pertama sampai terakhir dan menemukan 15 angka rahasia tersebut. Betapa bahagianya Alena saat ini.
Alena memeluk erat Lizzie,dan Lizzie hanya bisa terdiam. “Lizzie,kau ingat dengan 15 angka untuk membuka pintu bawah tanah rumah kita? Aku menemukannya,mungkin disana ada harta emas seperti yang di ceritakan ibu.” Alena tidak tahu harus mengungkapkan apalagi untuk menggambarkan kebahagiannya,yang jelas ia sangat bahagia sekarang.
“Kak tolong tenang dan jelaskan semuanya dengan perlahan padaku.” Tutur Lizzie yang melepaskan pelukannya dengan perlahan lebih dulu.
“Kau menumpahkan air ke wajahku dan mengenai kertas ini,sebagian huruf tiba-tiba menghilang. Dan aku mencobanya pada air di nampan itu,huruf tidak penting menghilang dan bertuliskan untuk ketiga anakku tersayang.saat kau memiliki masalah besar, aku akan memberimu sebuah hadiah yang besar.ambillah ketiga buku,yang pernah aku berikan untukmu.sampai kau sampai di sebuah pulau,kau akan bertemu dengan ayahmu. dia masih hidup dan terus menunggumu.Kau akan tahu kenapa ibu mati seperti ini? banyak orang di sekitarmu yang ingin mencuri harta berharga ini,ibu akan terus menyayangimu  5 digit terakhir.’ “ Alena meberikan kertas itu pada Lizzie. “Ayo kita ke bawah dan temui Vasilive,mungkin dugaanku ini benar.” Ucap Alena yang menarik tangan adiknya untuk mengikutinya.
Lizzie sungguh tidak percaya, kakaknya telah mencoba dengan cara apapun jadi seperti ini cara memecahkan kode rahasia itu. mulutnya masih terkatup tak percaya saat kakaknya menariknya untuk menemui Vasilive di lantai bawah.
***
Vasilive Jackson adalah gadis berumur 17 tahun, ia adalah kakak dari Lizzie dan adik dari Alena. Ia juga anak tengah dalam keluarga Jackson.
Vasilive terus mencoba beberapa angka untuk membuka sebuah pintu bawah tanah di ruangan lab. Milik ayahnya ini. Ayahnya juga seorang penjelajah dunia,entah kenapa ia menghilang tanpa sebab sampai sekarang.
Alena langsung memeluk adiknya tersebut dengan sangat erat lalu melepaskannya sesaat.
“Ada apa,Kak?” Tanya Vasilive. Jelas saja,tiba-tiba kakaknya memeluknya dengan tiba-tiba. Vasilive menjadi gadis pendiam dan pemurung sejak kematian Ibunya dan ayahnya yang menghilang. Ia juga jarang bicara pada adik dan kakaknya.
Ia hanya terus membuat penemuan seperti CCTV sebesar debu,laser mematikan dan sebagainya di lab. Milik ayahnya ini. Padahal jika ia menunjukan penemuanya itu pada dunia,pasti ia akan menerima banyak uang. Sudah lebih dari 100 penemuan yang di buatnya.
“Kakak menemukan 15 angka untuk membuka pintu bawah tanah ini. Kau ingat dengan kertas berisi kode misterius dari ibu?” Tanya Alena yang membuat Vasilive menganggukan kepalanya, “Coba ini,ternyata ketika terkena air. Sebagian huruf menghilang dan menghasilkan sebuah surat dari Ibu,dan kakak mencoba pada buku yang di berikan pada Ibu. Lalu menghasilkan angka ini.” Alena memberikan kertas itu kepada Vasilive adiknya.
“Baik,Kak.” Tanpa fikir panjang Vasilive langsung mengambil kertas itu dan mencobanya. Hanya ini satu-satu cara untuk membuka pintu ini. Karena Ibunya pernah berpesan walaupun di bom dengan bom apapun,di hancurkan dengan cara apapun tidak akan pernah pintu ini terbuka selain tanpa 15 angka ini.
Dan entah berapa IQ yang di miliki keluarga Jackson. Entah menggunakan tinta dan kertas apa Annabeth menulis surat ini, ini cara yang cukup keren untuk menulis surat rahasia.
HA!
Pintu bawah tanah itu terbuka,sebuah tangga tiba-tiba berada disana.
Alena turun dengan perlahan dengan tangga itu,kedua adiknya mengikuti dari belakang. Ruangan yang sangat gelap sekali,Alena menekan tombol sehingga lampu disana menyala.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari hadiah terbesarnya itu adalah sebuah….

===== TBC =====