PART 2
Pintu bawah tanah itu terbuka,sebuah tangga tiba-tiba
berada disana.
Alena turun dengan perlahan dengan tangga itu,kedua
adiknya mengikuti dari belakang. Ruangan yang sangat gelap sekali,Alena menekan
sebuah tombol sehingga lampu disana menyala.
Betapa terkejutnya ia saat menyadari hadiah
terbesarnya itu adalah sebuah sebuah pesawat yang berbentuk seperti bola baja
berbalut emas.
“Ini adalah sebuah pesawat bola emas yang Ibu berikan
untuk kita. Kita harus menjual ini,dan uangnya untuk membayar hutang kita.”
Ujar Alena yang terkejut setelah melihat logam baja berbalut emas tersebut.
“Bukan kak,ini adalah sebuah mesin waktu. Di dunia ini
hanya ada dua,satu yang kita lihat sekarang. Dan yang satunya lagi miliki
penemu yang bernama Nick
Tomlinson.” Sahut Vesilive yang terlihat sangat terpukau dengan benda di depannya
tersebut. Sejak dulu ia memang ingin membuat sebuah mesinwaktu,namun ia tidak
memiliki modal untuk membuatnya.
“Mesin waktu? Lalu untuk apa Ibu memberi ini untuk
kita?” Tanya Lizzie. Ruangan ini terlihat cukup rapih namun sedikit
berdebu,untung saja rumah ini belum di jual kepada pengusaha yang bernama Luke
Horan itu.
“Aku tahu. Lizzie ambilkan sebuah atlas di meja
ruanganku. Jika kita ingin pergi ke suatu tempat kita membutuhkan sebuah
koordinat!” Seru Vesilive. Lizzie menurut dan mengambilkan sebuah atlas di lab
ini. “Ibu tidak mungkin memberikan password yang tak ada artinya. 15 angka itu
kemungkinan adalah sebuah titik koordinat menuju tempat dimana Ayah tinggal.”
Lizzie mengeluarkan ponselnya dan membuka Google map lalu memasukan angka
tersebut.
Alena sangat terpukau dengan semua ini,ia sama sekali
tidak percaya dengan ini semua. Begitupun dengan Lizzie.
“Ini kak.” Lizzie memberikan atlas kepada Vesilive.
“Astaga!”Pekik Vesilive tak percaya setelah ia mencari
angka itu lewat internet. Ia membuka atlas yang di berikan adiknya. “Ini adalah
El Dorado.” Vesilive tidak bisa menutup mulutnya terpukau dengan ini semua.
Siapa yang tak kenal kota itu? Kota peninggalan suku Chibcha yang telah hilang
ratusan tahun yang lalu.
“Kalau begitu ayo kita pergi kesana!” Seru Lizzie yang
baru akan mendekati mesin waktu tersebut,sebuah tangan melingkah di lengan
tangan Lizzie. Ya,itu tangan kakaknya Alena yang mencegah Lizzie untuk
mendekati mesin tersebut.
“Tidak hari ini,ini adalah malam minggu. Bagaimana
jika saat kita pergi menghasilkan suara gemuruh? Semua orang akan datang! Kita
juga belum ada persiapan.” Tutur Alena,Ya dia memang benar! Mereka belum ada
persiapan sedikitpun, “Dengar. Kita harus tidur panjang malam ini,besok pagi
beli semua makanan dengan semua uang yang kita miliki. Kemasi pakaian kalian
dan bawa perlengkapan yang kalian butuhkan! Dengar,kita tidak tahu bagaimana El
Dorado itu. bagaimana jika itu sebuah hutan? Kita akan berpetualang tengah
malam esok,karena semua orang harus bekerja dan bersekolah sehingga harus
tidur. Kita akan pergi jam satu malam.” Ucap Alena dengan tegas. Mereka semua
meninggalkan tempat tersebut dan menutup pintu bawah tanah itu lagi.
***
Ketiga gadis petualang tersebut tidur dengan nyenyak
tadi malam. Lizzie dan Vaselive pergi berbelanja menghabiskan semua uang yang
ia miliki,awalnya mereka memang tidak di terima di minimarket terdekat sehingga
harus pergi ke minimarket yang cukup jauh dari sini.
“Kalian ingin tinggal disana seumur hidup?” Tanya
Alena. Ia cukup terkejut melihat kedua adiknya membawa dua kantung belanjaan
makanan dan minuman yang sangat banyak. Itu mungkin cemilan untuk satu bulan.
“Kak,jika kita tidak kembali dan tinggal dengan ayah
disana. Setidaknya kita tidak akan rugi dengan uang kita yang tinggal beberapa
dolar saja.” Jawab Lizzie. Ah,rasanya ini cukup benar juga.
“Baiklah,kemasi barang-barang kalian sekarang. Jangan
membawa terlalu banyak,kita akan berat jika harus terus menggendongnya dalam
tas.” Alenapun mengemasi barang bawaanya.
“Iya,Kak.” Vaselive pun menaruh kantung itu di lantai
dan mengambil tas besarnya untuk mengemasi barang yang ingin mereka bawa.
“Tunggu,dengar ini. Kakak akan membawa semua baju
kalian. Vaselive membawa semua alat seperti senter,kompas dan penemuanmu
lainnya. Dan kau Lizzie,ambil tasmu dan taruh semua makanan itu kedalamnya.
Bukankah itu makanan ringan? Jika itu ciki ambil jarum agar udaranya
keluar,jadi kita bisa membawa banyak makanan.” Tutur Alena dengan tegas.
Veselive mengambil tasnya.ia menaruh
kompas,senter,pisau,laser mematikan,percikan debu bom dan masih banyak lagi.
Bisa saja disana banyak hewan buas.
Lizzie menaruh semua makanan ringan dan minuman ke
dalam tasnya tersebut. Semuanya tertata cukup rapih sekarang,ia menyisakan
sedikit makanan untuk dimakan hari ini tentunya.
Setelah mereka siap berkemas,Alena memasakan sebuah
makanan dari sisa bahan yang ada di kulkasnya. Kali ini cukup berbeda,Alena
memasak makanan yang sangat banyak untuk hari ini.
“Habiskan semua makanan itu,walaupun kalian sudah
merasa kenyang. Tetaplah makan yang banyak,cemilan itu hanya untuk hari
berikutnya. Makanlah yang banyak,makanan itu hanya akan bertahan kurang dari
satu minggu. Jika kalian ingin memakan ulat pohon dan semut,makanlah sedikit
dan nikmati serangga disana.” Alena menghidangkan makan di atas meja makan dapur mereka,cukup lezat
kelihatannya.
Lizzie dan Veselive menelan ludahnya setelah mendengar
ucapan kakaknya,ia hanya melakukan seperti apa yang di katakan kakaknya.
Makanan untuk dua hari mereka habiskan dalam satu malam.
“Ambillah ini.” Seusai Alena makan, ia membuka
kulkasnya mengambil empat botol minuman dan memberikan pada Veselive.“Bawalah
dua botol ini di tasmu,kasihan Lizzie jika harus membawa semuanya.”
“Iya,Kak.” Veselive menerimanya dan menaruhnya di
kantung tasnya.
“Lizzie, ambil ini dan taruh di tasmu. Kau mungkin
akan membutuhkan ini suatu saat nanti.” Alena memberikan seutai tali tambang
dan sebuah pisau dapur pada Lizzie,tentunya pisau dapur itu sudah di beri
penutup agar tidak menusuk tasnya dan mencegah hal yang di inginkan.
Huh,pastinya sangat kenyang mereka saat ini. Alena
memberikan waktu untuk mereka beristirahat sampai jam dua belas malam
nanti,.setengah jam sebelumnya,Alena menyuruh kedua adiknya untuk makan yang
banyak lagi.
***
Jam sudah menunjukan pukul 01.00 malam.
Semua orang pasti sedang tertidur mungkin,karena ini
malam senin. Mereka harus beraktivitas esok hari.
Alena mengunci semua jendela dan pintu rumahnya,bahkan
menganjalnya dengan lemari dan meja agar tidak ada yang bisa masuk kesini.
Veselive menaruh atlasnya di meja kerjanya. Jika ia
tidak dapat kembali mungkin ini adalah kenangan terakhirnya,sebelumnya ia
melingkari kota El Dorado pada atlas mereka.
Mereka masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu dan
menghusnakan 15 angka berharganya dengan cara membakar sebelumnya.
Waw,betapa terpukaunya mereka ini saat menekan tombol
di luar pesawat ini sehingga langsung terbelah menjadi dua. *Ibaratkan bola
yang di belah diameternya* terdapat tiga kursi disana,sepertinya ini di buat
oleh Ayah dan Ibu Alena khusus untuk mereka bertiga.
Satu kemudi terletak di depan kursi tengah. Alena
duduk di kursi kiri,Lizzie duduk di kursi kanan dan itu artinya Vaselive lah
yang harus mengemudikan pesawat ini. Toh hanya dia yang lebih mengerti mengenai
ini.
Gawat,mereka memiliki suatu kendala yang sangat besar.
“Kak,kita harus tahu pada tahun berapa kita akan ke
tempat ini. Sedangkan ibu tidak memberikan pentunjuk tentang tahun yang akan
kita kunjungi.” Ujar Veselive. Ada sebuah tombol yang mengharuskannya untuk
menekan itu,tapi masalahnya ia tidak tahu tahun berapa yang ingin ia tuju.
Perbedaan satu tahun tentu sangat mempengaruhi. Jikalau mereka pergi ke 2005
dan ayah mereka di 2006. Tentunya ia harus bertahan hidup disana selama satu
tahun lagi.
“Kak,aku menemukan ini.” Lizzie memberikan sebuah
kertas kepada Alena, “Kertas itu aku temukan di bawah.”
Alena membacakannya dengan cukup keras, “Untuk
ketiga anakku tersayang.Nak,ibu sangat senang kalian bisa duduk disini
sekarang. Ayahmu berada di El Dorado,sebuah Surga hutan dimana semua orang
ingin pergi kesana. Pergilah ke tahun 1537,ayahmu berada disana. Masukan 15
angka tersebut ke kolom koordinat. Sampai disana kau akan bertemu dengan
ayahmu,ia sudah menunggumu sejak 13 tahun yang lalu. Ada sebuah hadiah yang
sangat besar untukmu,kau bahkan bisa menguasai dunia.” Tulis Ibunya untuk
mereka bertiga.
“Apa kalian sudah siap?” Tanya Veselive sebelum
menekan tombol GO.
“Tunggu kak,jika kita gagal… Aku akan tetap menyayangi
kalian.” Sahut Lizzie,ada-ada saja memang,ia sudah berfikir kalau mereka akan
gagal. “Tapi,kenapa Kak Alena menggunakan baju seperti itu?” Tanya Lizzie yang
memberi tatapan aneh.
“Ini karena aku takut kekurangan pakaian,aku hanya
membawa pakaian untuk kalian berdua dan Ayah.” Jawab Alena.
“Baiklah,pasang sabuk pengaman kalian.setelah aku
menekan tombol GO,apapun yang terjadi kita harus berpegangan tangan bersama.”
Ucap Veselive,ia memasukan semua angka ke koordinat. Ia hanya perlu menekan
tombol GO untuk pergi,semoga saja semua berjalan dengan lancar. “Kak,Lizzie.
Aku mencintai……KALIAAAAAAN.!” Alena,Veselive dan Lizzie memejamkan kedua
matanya setelah Veselive menekan tombol GO.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” Mereka bertiga
berteriak sangat kencang dan tak lupa berpegangan erat satu sama lain.
Entahlah,apapun yang terjadi. Ia telah menyerahkan hidup-matinya pada sang
pemilik alam semesta ini.
Rasanya seperti menaiki mobil balap dengan kecepatan
500km/menit. Sungguh terasa cepat,mereka hanya bisa berteriak dengan kencang
dan menutup kedua matanya rapat-rapat.
Semua perasaan sedih,senang,takut,ingin mati dan
lainnya bercampur aduk. Ini benar-benar pengalaman yang sangat-sangat tidak
bisa di lewatkan seluruh umat manusia,pantas saja banyak yang ingin membuat
mesin waktu.
Sang Author sendiripun sampai tidak bisa membayangkan
bagaimana keadaan saat ini. Sungguh ini di luar kuasa sang Author untuk
menggambarkannya. Bagaimana keadaannya? Seorang pembaca yang pintar tentunya bisa
membayangkan dengan baik. (?)
Perlahan dengan perlahan di menit-menit berikutnya
tiba-tiba kecepatan menjadi sedang dan sampai sekarang menjadi berjalan normal.
Sungguh tidak bisa di bayangkan bagaimana keadaan setelah tombol mengerikan itu
di tekan.
Veselive membuka kedua bola matanya perlahan, “Sudah
kuduga,sekarang aku berada di surga.” Cicit Veselive, semua yang terlihat di
kaca pesawat ini hanya cahaya putih yang sangat terang.
Alena membuka kedua matanya, “Kalau begitu,kita berada
di surga yang sama.” Serunya.
“Kakak,kita masih hidup.” Lizzie langsung memeluk
kakaknya yang berada di sampingnya, entah perasaan senang yang bagaimana lagi
untuk menggambarkannya. Yang jelas ini
seperti di beri nyawa kedua oleh Sang Pencipta.
Setelah cukup lama,mereka melepaskan pelukannya
menyadari pemandangan yang terlihat dalam pesawat mesin waktu ini. Ini adalah
perasaan yang baru di temukan sepertinya.
“Kak,ini dimana?” Tanya Lizzie yang melihat
sekelilingnya penuh dengan cahaya putih. Semua yang terlihat di dalam sini
tidak ada yang lain selain cahaya putih yang bersinar sangat terang.
“Kita sedang dalam perjalanan untuk menuju El Dorado.”
Jawab Vasilive. Entahlah ini bisa di sebut pesawat atau sebuah mesin waktu,atau
bahkan mungkin keduanya? Seperti di katakan sebelumnya.bentuknya bulat seperti
bola berbalut emas,dan ada sayap seperti pesawat pada umumnya.
“Dimana itu El Dorado? Kakak hanya pernah mendengar
namanya saja,tapi belum tahu tempat apa itu.” Sahut Alena. Ya,masalah seperti
ini bukan Alena jagonya. Dia hanya jago di bidang memecahkan kode rahasia.
“Aku menemukan catatan ayah beberapa tahun yang
lalu,Beliau adalah orang pertama yang menemukan tempat itu. para pengeruk harta
dan orang yang suka berpetualang mendengar tempat ini.Edward Payne dulunya
teman baik Ayah,setelah mengetahui El Dorado ia mennggalkan Ayah dan memanggil
temannya untuk kesana. Namun saya,Ayah lebih pintar darinya. Ia membuat mesin
waktu dan memindahkan Kota El Dorado ke tahun yang di rahasiakan,hanya kita
saja yang mengetahui. Dan… Edward serta temannya tewas saat perjalan
kesana,tapi belum ada yang mengetahui dia hilang begitu saja. Menerut isu yang
terdengar,El Dorado berada di Amerika latin.” Vasilive menjelaskan sedikit yang
ia ketahui pada Kakak dan Adiknya. Ya,hanya itu yang di ceritakan Ayahnya pada
selembar surat beberapa tahun yang lalu.
“Woah…Woahh…”
Suara gemuruh terdengar,terjadi goncangan yang cukup
hebat terjadi disini. Entahlah mengapa itu bisa terjadi, ketiga Putri Jackson
saling berpegangan satu sama lain.
Goncangan ini lebih hebat dari sebelumnya,mereka
merasa seperti di putar-putar dan lainnya. Tapi-tapi…jika mereka saling
berpegangan siapa yang memegang kemudinya?
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”
***
Dunia terasa gelap gulita,tidak ada cahaya sama sekali
disini. Apa mereka telah tewas? Tapi rasanya itu tidak mungkin. Ah,apa ini
sebuah mimpi?
Jika iya,ini adalah sebuah mimpi yang sangat amat
panjang,seru tapi juga menakutkan.
Alena membuka kedua matanya melihat daerah di
sekelilingnya. Angin laut saling berkejaran satu sama lain,Dirasakan
menggunakan telapak tangannya menyentuh butiran-butiran pasir pantai,terpampang
jelas di depan matanya sebuah laut yang sangat luas. Alena melihat ke arah
kirinya,benda itu… maksudku mesin waktu itu terbuka terbelah menjadi dua,tas
serta makanan dan pakaian berserakan di atas butiran pasir pantai ini.
Sepertinya ia belum terlalu sadar.
Ia melihat lagi ke arah kanannya,kedua Adiknya masih tergeletak di dekatnya dengan jarak ya bisa di bilang cukup jauh.
Ia melihat lagi ke arah kanannya,kedua Adiknya masih tergeletak di dekatnya dengan jarak ya bisa di bilang cukup jauh.
“Dimana kita?” Tanya Alena meyakinkan dirinya. Ia
tidak bisa mengingat penuh apa yang terjadi sebelumnya,ia hanya bisa mengingat
dia dan Adiknya berteriak dan sekarang menjadi seperti ini. Alena juga belum
sepenuhnya bangun dari peristiwa ia terjatuh dari mesin yang membuat menjadi
seperti ini sekarang.
Vasilive terbangun setelah mendengar suara masuk ke
telinganya,ia merasakan sedikit pusing pada kepalanya. “Huh,Aku yakin kita
sudah sampai.” Jawab Vasilive, Ia menggoyangkan bahu adiknya dengan salah satu
tangannya, “Lizzie,bangunlah.”
“Ah,aku sudah mati!” Serunya yang langsun terbangun,
aku sangat yakin bahwa Lizzie juga belum sepenuhnya terbangun.
“Ini El Dorado,cepat bereskan peralatan kalian dan
taruh di tas.” Suruh Vasilive. Ia terbangun dan mengambil beberapa alat kimia,penemuan
berharga,tambang,senter dan lainnya yang berserakan tak karuan seperti ini.
Alena berdiri,sepertinya ia sudah sadar sepenuhnya
sekarang. Ia mengambil beberapa pakaian yang berserakan dan menaruhnya di tas,begitu
pula dengan Lizzie.
Alena hampir menaruh pakaian terakhir ke dalam
tasnya,ia menghentikan aktifitasnya setelah melihat seekor gajah berenang di
lautan bebas seperti itu. “Lizzie,B-bintanang apa itu? K-kenapa seekor gajah
bisa berenang seperti itu?” Tanya Alena. Bayangkan saja,Seekor gajah yang berartnya
5x lipat dari tubuhnya bisa berenang di lautan… mungkin juga Samudra seperti
ini. Walaupun tidak tahu pasti,tapi bila di kira-kira mungkin kedalamannya
sekitar ya… 500-1000 meter dari dasar laut.
“Aku…” Lizzie melihat Samudra di depannya
tersebut,betapa terkejutnya dirinya saat melihat seekor jerapah bisa berenang
seperti itu. ia yakin bahwa ia tidak salah lihat! Itu benar-benar seekor
Jerapah air, “Kak…sejak kapan seekor jerapah bisa berenang seperti itu?”Lizzie
cukup tercengang,ia sedang bermimpi atau apa? Mana ada jerapah serta gajah bisa
berenang di lautan bebas seperti itu.
“Kak,Lizzie. Lihatlah. Kenapa seekor ikan bisa
berjalan di pasir pantai?” Tanya Vaselive. Apa ini? Seekor ikan bisa
berjalan,mimpi bodoh apa yang sedang ia rasakan sekarang? Ini benar-benar
aneh,bahkan sangat aneh.
“B-bukankah itu seekor burung pelatik? K-kenapa ia
bisa berenang? Ia juga tidak memiliki sayap.” Sekarang apa lagi? Alena melihat
seekor burung pelatik tanpa sayap bisa berenang? Dan apa itu…mengapa seekor
burung rajawali bisa berjalan layaknya seekor binatang darat?
“Oh,aku tahu. Bukankah ini El Dorado? Mungkin apa yang
berada disini bertolak belakang dengan apa yang kita lihat sebelumnya.binatang
yang hidup di darat bisa hidup di laut,yang hidup di laut menjadi hidup di
darat. Dan yang hidup di udara bisa hidup di dua alam.” Tutur Vaselive,entahlah
yang di katakannya itu benar atau salah. Itu hanya apa yang ia ketahui,ini
sungguh sulit untuk akal percayai.
“Vaselive,kita terjatuh begitu saja. Tapi apakah mesin
waktu ini masih bisa di pakai? Bagaimana kita bisa pulang?” Tanya Alena pada
Vaselive,ia melihat beberapa bagian pada mesin itu rusak terbengkalai.
Vaselive mendekat pada mesin itu, “Kak,kita dalam
masalah. mesin ini sepertinya rusak,mungkin sekitar 2 sampai 3 bulan aku baru
bisa membetulkannya.” Jawab Vaselive. Ya ampun musibah apa lagi yang menimpanya
kali ini,bagaimana mereka bisa pulang?
“Kak,tidak ada cara lain. Kita harus mencari ayah
sekarang,sebelum hari menjadi gelap. Jam tanganku juga sudah tidak berfungsi
lagi.”Sahut Lizzie adik bungsunya. Cukup benar rupanya,mereka harus cepat
bertemu dengan Ayahnya. Jika malam hari,akan sulit mencari satu orang di pulau
sebesar ini.
“Ide bagus! Sebelum para Hiu itu berjalan ke arah
kita,lebih baik kita bersiap.” Alena memasang tasnya yang sekarang sudah berada
di bahunya,ia mengeluarkan seutai tali tambang dan sebuah senter ia taruh pada
kantung bajunya. “Cepat lingkarkan tambang ini pada pinggang kalian,jadi kita
tidak takut kehilangan. Vaselive,kau di belakang dan Kakak di depan,siapkan bom
peledak dan sentermu.” Suruh Alena.
Mereka menurut, Alena berada di depan membawa senter
persiapan dan sebuah tiang besi yang ia ambil dari kerangka mesin waktu
tersebut. Lizzie berada di tengah dan memegang sebuah pisau di depannya untuk
berjaga-jaga. Dan yang terakhir Vaselive, ia membawa senter dan bom peledak di
tangannya. Mereka bertiga mulai berjalan menyusuri tempat mengerikan tersebut,
untuk berjaga-jaga Vaselive berjalan mundur untuk memantau di belakangnya. Ia
tak mungkin jatuh,jikalau jatuh dan tersesat ada tambang di pinggangnya
sehingga jika ia terjatuh Adik dan Kakaknya juga ikut terjatuh.
Perjalanan panjang menyusuri hutan belantara ini di
mulai,Hutan yang cukup lebat dengan pepohonan besar disana. Sepertinya baru
sedikit orang yang menginjak pulau ini,karena seperti tidak terlihat
tanda-tanda kehidupan disini.
***
Di sebuah ruangan apartement mewah. Ada
sofa,televisi,pendingin ruangan dan sebagainya berada disini,di ruangan samping
juga terdapat lab. IPA.Apartement berlantai tiga ini mungkin adalah milik
seorang pengusaha disini.
“Bos,bagaimana jika kita meminta putri Jackson keluar
dari rumah itu sekarang? Jika menunggu dua minggu lagi,mungkin ia sudah
melarikan diri dan tidak membayar hutang uang sebesar 1000 USD nya.”Ujar Luke
Horan pada gadis cantik yang ia sebut
bos itu.
“Hmmm,itu ide yang bagus,Luke!” Seru Anna. Rupanya ia
bos disini,tapi… dia bos apa? Kenapa di panggil Bos? “Jack,siapkan mobil. Kita
akan pergi ke rumah Jackson sekarang!” Suruh Anna pada seorang anak buahnya
bernama Jack Styles.
“Tapi,kenapa Bos sangat menginginkan rumah tua itu?
bukankah masih banyak rumah mewah yang lainnya?” Tanya Jack pada Anna. Ia
mengangkat salah satu alisnya sedikit,Jack baru bergabung menjadi pengikut Anna
sejak tiga tahun yang lalu sehingga ia tidak tahu banyak.
“Teman satu kuliahanku dulu bernama Percy Jackson,ayah
dari ketiga anak itu. Aku dan Edward berteman baik dengannya dulu. Percy dan
istrinya mengajak kami untuk ke El Dorado,itu adalah sebuah pengunungan emas
dan batu Zamrud. Nick dan Percy membuat sebuah mesin waktu,sampai disana kita
tahu apa itu El Dorado. Hanya ada tiga mesin waktu disana. Aku,Nick dan Edward
melarikan diri dan meninggalkan Percy dan Annabeth disana. Beberapa tahun
kemudian kami mencari El Dorado namun tidak menemukan tempat itu lagi.Entahlah
apa yang terjadi selanjutnya, Annabeth kembali ke dunia ini dan menurut isu
yang tersebar Percy menghilang…mungkin ia masih berada di El Dorado,kemudian
Edmund bergabung pada kami. Kami menemukan tempat ketiga anak Jackson dan Anna
bersembunyi selama ini,kami membunuh Annabeth karena ia tidak mau memberitahu
dimana koordinat dan tahun El Dorado. Saat ingin membunuh ketiga anak
Jackson,polisi datang dan beberapa tahun berikutnya kau bergabung disini.”
Jawab Anna sekaligus menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
“Tapi bagaimana dengan El Dorado? Bagaimana tempat itu
dan cara kita untuk kesana,Nick?” Tanya Jack pada Nick.
“Eldorado adalah sebuah pegunungan emas yang
kutahu,aku belum pernah sampai kesana sebelumnya. Baru melihat sedikit
puncaknya dari kejauhan kami melarikan diri dan membawa salah satu mesin waktu,Percy
meninggalkan koordinat dan mesin waktu pada putri Jackson yang entah dimana itu
berada. Kita bisa menggunakan mesin waktu milik Jackson untuk kesana,tapi putri
Jackson juga tidak tahu dimana itu. ia masih kecil saat itu,kita harus
membongkar rumah Jackson setelah putrinya keluar dari sana. Itu mengapa Anna
selalu menginginkan rumah ini,karena mesin waktu dan koordinat El Dorado berada
disana.” Jawab Nick. Tentu saja,mereka berenam membutuhkan mesin waktu satu
lagi untuk ke El Dorado. Karena,setiap mesin waktu hanya ada tiga kursi di dalamnya.
“Baiklah,tidak ada waktu lagi untuk berbincang.” Anna
berdiri dari kursinya, “Sekarang kita pergi ke rumah Jackson!”
***
“Pintunya sulit untuk dibuka,Bos.” Ujar Jack saat
mencoba membuka pintu rumah Jackson sangat keras,seperti ada yang mengganjal di
dalamnya. Luke kan mempunyai kunci duplikat sehingga bisa membuka rumah
itu,Namun pintu tetap sulit untuk di buka.
“Mereka sudah pergi dari sini,cepat Nick bantu untuk
mendobrak pintu tersebut!” Suruh Anna pada Nick,Nick menurut ia mencoba
satu..dua kali bersama Jack untuk membuka pintu itu,namun hasilnya sama saja.
Edmund turun tangan bersama Edward untuk membuka pintu itu dan….
BRRRUUKKKK….
Pintu terlepas,lemari kayu jatuh saat mereka bersama
mendobrak pintu rumah Jackson. Suasana sangat sunyi tak ada orang seperti
dugaan Anna sebelumnya bahwa mereka telah melarikan diri.
“Cepat pergi ke Lab!” Suruh Anna lagi sehingga mereka
semua pergi ke lab rumah ini. Karena setela pintu terbuka, Luke dan Jack telah
mencari di kamar namun tidak ada siapa-siapa.
“Anna,coba lihat ini! Lihat apa yang aku telah
temukan.” Sahut Nick saat melihat suatu benda yang cukup mencurigakan,tapi
benda apa itu? kenapa terlihat seperti sangat berharga dan mencurigakan?
“Oh My God!” Pekik Anna terkejut melihat benda itu,Oh
jadi itu adalah sebuah….
===== TBC =====
Tidak ada komentar:
Posting Komentar